Love By Psychopath

Love By Psychopath
CHAPTER 25 •LBP• : AKHIR CERITA DARREL


__ADS_3

(ⁿote) : Masih lanjutan flashback dan Darrel prov...


_____________________________________________


_________________________________


Semenjak Dea kembali ke kelas ini semuanya berjalan seperti biasanya, hanya saja dia mulai merubah sikapnya. Dea selalu berbicara dengan semua anak, dia tersenyum kepada semuanya. Tapi tak bisakah dia melakukannya hanya untukmu? Setidaknya aku ingin dai mengingatku, hanya itu.


Aku terus memandangi Dea, sebenarnya hampir terus memandangi Dea. Akan tetapi hal yang menarik perhatianku adalah Ellis. Dia mendekati Dea layaknya teman kelas pada umumnya.


Tidak itu tidaklah wajar bagi seorang Ellis. Dia pasti merencanakan sesuatu, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat agar dia menjalankan aksinya.


Beberapa minggu telah berlalu, dan sekarang ada tugas pasangan di lakukan dengan cara undian. Bagaimana ini bisa, tidak menyangka aku bisa satu pasangan dengan Dea.


Dea mengerjakan tugas dengan serius, hingga dia menatap ke arahku dan mulai tersenyum seperti dulu.


"Hallo salam kenal aku Dea" ucap nya lembut dengan senyum manisnya.


DEG....


DEG....


DEG....


BLUSHING....

__ADS_1


itulah yang aku rasakan. Pipiku mulai memanas, inilah pertama kali Vira berbicara kepadaku setelah sekian lama. Dia berbicara langsung di hadapanku.


Aku menatap matanya kuat, aku tidak sabar ingin memeluk dan menciumnya sama seperti dulu. Dan aku ingat sama seperti dulu, di saat aku menciumnya dan membuatnya berlari tidak melihat arah.


Dengan spontan aku berlari ke arah toilet. Meninggalkan Dea dengan wajah kebingungan nya.


...PRANKKK...


Terdengar jelas pecahan kaca yang aku pukul. Aku benar-benar tidak tau apa yang aku pikirkan, yang aku tau aku hanya menginginkan Dea. Tapi akulah yang membuatnya hilang ingatan. Akulah yang membuatnya tertabrak. Aku penyebab semuanya.


Aku melampiaskan rasa kesal dan sedihku ke berbagai benda yang ada di kamar mandi. Hingga di rasa cukup aku kembali ke kelas.


Terlihat Dea tengah sibuk mengerjakan tugas pasangan kami. Ya karena itulah Dea selalu rajin dan mudah memahami materi.


"Apakah kamu sudah selesai?" tanya Dea saat melihatku kembali.


"Lihatlah! tanganmu kenapa!" teriak Dea spontan saat melihat tanganku.


Dengan cepat Dea menarik telapak tanganku dan mulai mengusap nya. Ini perasaan yang benar-benar aneh. Aku merasakan Dea telah kembali, tapi saat aku memikirkannya lagi aku memang berbahaya bagi Dea.


"MENJAUHLAH!" teriakku kuat sambil menghempaskan tubuh Dea asal.


...BRAKKK........


Terdengar suara benturan tubuh Dea, dengan kursi yang berada di depannya. Seketika kelas menjadi hening. Semua mata tertuju pada kami. Aku melihat Dea sekilas, matanya sedikit memerah. Tak lama setelah itu beberapa anak lain mulai membantu Dea.

__ADS_1


Setelah kejadian itu Dea mulai menjauhiku. Dia hanya memberikan senyuman terpaksa, kemudian langsung pergi saat berpapasan dengan ku.


Aku merasa bersalah bahkan sekarang aku tidak bisa berbicara dengannya. Aku sudah mencoba minta maaf tapi tetap saja, tatapan ketakutan yang Dea pancarkan.


Tak lama setelah itu aku memutuskan untuk berhenti bersekolah. Aku meminta mama untuk mengurusnya. Beberapa hari aku mulai tidak sekolah, itu lebih baik daripada harus menanggung rasa takut dari Dea.


Tapi tak lama setelah aku memutuskan berhenti, sebuah tragedi besar terjadi. Ini menjadi tren topik di acarnya sekolah. Itu adalah kasus prostitusi yang menyangkut Dea. Di kabarkan Dea bersama dengan om-om di sebuah hotel mewah di Jakarta.


Sudah aku duga hal ini akan terjadi, aku pikir aku tau siapa pelakunya. Iya tentunya adalah Ellis, di harus membayar mahal apa yang Dea rasakan.


...BRAKKK........


"Katakan cepat apa yang kau lakukan" kataku dingin pada Jared.


"Gw gk tau apa! bajingan!" teriaknya kuat meski mulutnya kini sudah berdarah.


"Katakanlah Jared! atau aku akan membunuhmu untuk kali ini" kataku dengan tatapan membunuh.


Dia sama seperti pecundang. Tanganya gemetaran dan tubuhnya penuh keringat, oh... Hal yang sangat menyenangkan, apalagi saat aku melihat tubuhnya membiru karena memar.


Tapi sudahlah itu bukan urusanku kesini, Dea itulah yang terpenting. Setelah beberapa saat ternyata aku tau itu memang rencana Ellis. Sejak Ellis remaja dia memang sudah mengenal seks bebas, bahkan memiliki pelanggannya sendiri.


Dengan teknik alibi bahwa mengerjakan tugas, Ellis membuat Dea masuk ke kamar itu. Di saat pelanggan Ellis mulai penuh dengan nafsu.


Aku membeberkan semuanya, hingga keluarga Xavier malu akan kelakuan anak-anaknya. Sebelumnya aku membiarkan Ellis, lebih tepatnya membalas Ellis dengan cara yang sama. Tapi awalnya aku harus bertemu dengan Dea, dan menceritakan semuanya.

__ADS_1


Tapi aku baru sadar, rumah keluarga Kaveleri sangat tenang sekarang. Rumah itu sangat tenang, dan beberapa penjaga bilang keluarga Kaveleri telah pindah. Untuk anak bungsu mereka karena ini adalah dunia pergaulan yang tidak sehat.


Aku selalu membujuk papa dan mamaku, untuk menemui Dea yang berada di Bandung sekarang. Tapi justru aku yang sekarang semakin terkekang. Sudah tidak boleh keluar rumah, dan lebih fokus dalam pelajaran bisnis ayahku. Homeschooling adalah cara mereka mengajariku tentang semua angka dan materi bisnis itu.


__ADS_2