Love By Psychopath

Love By Psychopath
CHAPTER 32 •LBP• : TANGISAN DARREL


__ADS_3

"Apa... Apa yang harus aku lakukan?" kata Darrel sambil terus mengusap luka yang ada di pipiku.


"Kenapa kau diam saja, Hem? Apakah sangat sulit untuk berbicara?" tanya Darrel beruntun.


Aku masih tidak bisa menjawabnya. Bukan lagi Darrel yang kini ada di atas ku, rasa gugup dan takut ini seolah mencampur menjadi satu. Entah apa yang harus aku lakukan.


Bibirku bergetar, tubuhku penuh keringat, sedangkan mukaku aku alihkan agar tidak terlihat.


"APA! APA YANG HARUS AKU LAKUKAN!" teriak Darrel tiba-tiba sambil menarik jaketku.


Uh... Itu sangat menyakitkan, rasanya tubuhku kini bertambah sakit. Aku sudah semakin tidak bisa berbicara, hanya air mata yang keluar karena kesakitan.


"APA! APA YANG HARUS AKU LAKUKAN AGAR KAU MAU DI SISIKU! APAKAH SANGAT SULIT BAGIMU!" teriak Darrel berlanjut sambil menampar pipiku.


Pipi yang semula dia elus dengan lembut, kini dia tampar berulangkali. Pipiku kini berubah warna menjadi ke unguan, serta darah mulai kembali keluar dari bibirku.


"APA YANG SELALU AKU KATAKAN! AKU MENCINTAIMU! AKU MENCIN-"


...PLAK.......

__ADS_1


"KAU TIDAK MENCINTAIKU BODOH! Kau tidak pernah mencintaiku... Kau hanya mencintai tubuhku, bukan aku...." ucapku dengan tamparan.


Aku yang awalnya berteriak, Kemudian mulai menangis. Aku ingin terlihat kuat, tapi air mata ini tidak berhenti keluar. Darrel ingin jawaban bukan maka aku akan mengatakan yang sebenarnya.


"Apa... Ap-apa yang kau katakan!" kata Darrel dengan nada yang sedikit meninggi.


"Kau tidak pernah mencintaiku kan Darrel? Kau hanya mencintai tubuhku...." ucapku sambil merintih dan menangis.


"Jika kau mencintai seseorang kau tidak akan pernah memukulnya, menamparnya, ataupun menyakitinya dengan cara yang kejam ini... Kau hanya menyukai tubuhku, dimana kamu akan merasa suka denganku saat berhubungan denganku setelah itu aku sama berakhir seperti Ellis..." lanjut ku.


Setelah itu Darrel hanya diam. Dia tidak berbicara apapun, sedangkan aku? Aku hanya terus menangis menahan rasa sakit di tubuhku dan tekanan pikiranku yang aku pikir mulai gila sekarang.


"Aku mencintaimu Dea! Aku sungguh mencintaimu!" teriak Darrel sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku.


Nafasku memburu, aku tidak tau apakah ini memang akhir dari perjalanan ku.


"Aku mencintaimu... Sungguh itu..." kata Darrel.


Tidak lama setelah itu Darrel mulai membuka baju bagian atasnya, dimana terlihat dada bidang miliknya yang terlihat terluka. Aku kini mulai ketakutan, dimana Darrel mungkin akan melakukannya sekarang. Bahkan dia tidak melihat bahwa aku sedang terluka sekarang. Sungguh orang gila.

__ADS_1


"Apa-apa yang akan kau lakukan!" teriakku saat Darrel mulai membuka perban di tubuhku.


"He... Hentikan Darrel hentikan!" lanjut ku sambil sedikit memberontak.


Tapi ini sia-sia saja tangan Darrel memegang kedua lenganku dengan kuat, hingga sampailah Darrel berhasil membuka perbannya.


Terlihat disana dua gunungan kembar milikku, karena tidak memakai pakaian dalam jadi memang langsung terlihat semuanya.


"Lihat... Apa yang aku lakukan dengan tubuh ini, kau mengira ini adalah siksaan? Ini adalah hukuman agar kamu tidak mencoba pergi lagi" kata Darrel sambil mengusap luka yang ada di tubuhku.


"Ini! Lalu bagaimana dengan ini?! Jika aku hanya mencintai tubuhmu buat apa aku melakukan ini kepada diriku!" kata Darrel sambil mengarahkan tanganku ke arah dada bidangnya yang terluka.


"Kau harus mengerti Dea... Aku sungguh mencintaimu, sungguh... Aku akan membalas semua orang yang telah menyakitimu termasuk diriku sendiri" kata Darrel dengan wajah yang mulai berair.


"Itulah yang aku lakukan kepada Ellis, tapi aku tidak akan pernah melakukannya kepadamu karena aku mencintaimu..." ucap Darrel dengan mata yang mulai mengeluarkan air mata, tak lama setelah itu Darrel mulai memelukku.


"Aku bukanlah orang yang normal Dea... Aku tidak ingin lebih menyakitimu jika kau mencoba lari lagi dariku. Sebab itu aku menyakiti kakimu agar ada jaminan kau tidak akan lari lagi dariku" kata Darrel sambil memelukku kuat, kemudian menangis kencang.


Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, aku bingung dengan apa yang terjadi sekarang. Aku hanya diam, dimana Darrel terus memelukku dengan tangisan.

__ADS_1


__ADS_2