
Erika bertemu dengan Jayden , saat cowok berkepala plontos itu sedang membaca pengumuman di depan kantor crew member. Besok embarkasi, pekerjaan tidak terlalu banyak.
"Ngapain? Serius sekali," Erika menepuk bahu Jayden membuat pemilik bahu berjingkat kaget.
"Aku sedang melihat apakah jadwal sign offku sudah ada."
"Emang sudah ada?"
"Belum. Namaku belum ada."
"Kamu gimana?sudah ada?"
"Jayden. Aku bahkan tak tau kalau crew sign on sign off itu ada jadwalnya dan di tempelkan disini."
"Cek di list itu. Coba baca namamu ada ga?"
Erika membaca dengan seksama sampai 2 kali tapi namanya tak tercantum di sana.
"Belum ada."
Jayden juga membaca tapi memang tak menemukan nama Erika dalan daftar.
"Mungkin belum ada."
"Kalau belum ada bagaimana?"
"Ya nunggu sampai ada. Biasanya lebih dari 3 bulan di kapal sudah ada jadwal sign off."
"Atau tanya ke crew office. Yuk, aku antar. Kamu bawa crew id mu?"
"Oke." Erika kebetukan membawa crew id nya. Karena kemaren di pijam Su untuk di tukar. Su yang sedang port manning ingin keluar bersama teman swnegaranya di Catalina. Lalu Erika meminjamkan id card nya, sebagai gantinya Erika menjadi port manning dan selama 2 cruise ia tidak boleh keluar dari kapal. Baru saja ia mengambil id card nya di housekeeping office.
Sebagai ganti, Su bukanlah orang yang cuek. Ia orang yang tak enakan. Ia memberikan Erika sweater seharga 20$ dan setiap kali kerja juga ia selalu mentraktir Erika cha tea.
"Good afternoon. Saya mau tanya apakah jadwal sign off saya sudah ada," tanya Erika pada petugas di crew office.
Petugas yang jaga adalah 2 orang perempuan agak gempal dari Philipine dan Coloumbia. Tapi yang melayani Erika adalah orang Philipina. Ia meminta id card milik Erika dan mengeceknya di komputer.
"Oh jadi kamu yang link id dengab Joe Christopher."
"Link id?"
"Iya id mu terhububg dengan id Joe. Jadi sign on sign off kamu akan sama dengan dia. Tapi di sini jadwal sugn off mu belum keluar."
"Ok trimakasih," Erika merasa ada hal yang harus di jelaskan Joe padanya.
"Ada apa?" tanya Jayden yang tak ikut menyimak omongan Erika dengan petugas crew member office.
"Sign ofd list ku belum keluar."
"Besok tanya lagi, " hibur Jayden.
Erika dan Jayden berjalan meninggalkan kantor crew member.
"Apakah kamu pernah link id dengan seseorang?" tanya Erika. Ia sebenarnya masih belum terlalu mengerti apa itu link id.
__ADS_1
"Belum pernah. Emang aku mau link id dengan siapa? Pacar aja nggak punya," Jayden terkekeh mengingat nasib percintaannya yang ngenes. Ia adalah jomblo akut.
"Apakah link id itu harus pasangan."
"Ya tentu saja tidak. Bisa kakak adik, bisa sodara, sahabatan dan lainnya. Tapi emang sih. Kebanyakan yang link id adalah pasangan baik yang sudah menikah ataupun masih pacaran."
"Kau mau melink id mu dengan seseorang?" telisik Jayden.
"Memang siapa yang mau me link idnya dengan id ku?"
"Jangan salah senorita. Kita sedang berada di kapal. Banyak cowok yang haus akan cinta. Sembarang cewek aja mereka mau, apalagi yang secantik kamu."
"Lha kamu aja nggak mau. Apa kamu nggak suka cewek?" goda Erika.
"Tentu saja suka."
"Lalu kenapa masih jomblo?"
"Aku hanya belum ingin memikirkannya."
"Kamu itu sudah tua."
"Siapa bilang. Aku masih muda tau."
"Tapi lebih muda diriku. Brarti kamu sudah tua. Ha ha ha."
"Terserah kamu saja deh," Jayden nyinyir.
Saat Jayden dan Erika sampai di staircase paling depan (forward staircase) mereka berpisah.
"Jayden. Aku mau ke kabin. Sampai ketemu ya," pamit Erika. Ia segera menaiki tangga ke dek 1.
...***...
"Sudah hampir waktunya kerja tapi dia masih tidur," batin Erika melihat bed curtain di bed bawah masih tertutup.
Erika membuka curtain bed bawah. Mendapati Joe tidur tanpa baju atasan. Hanya memakai boxer tipis, sehingga tanjakan di sana terlihat. Badan Joe yang atletis dadanya yang sedikit berbulu membuat Erika menelan ludah.
Karena Erika membuka curtain dengan keras membuat Joe terbangun.
"Ada apa? Seperti mau menerkam seseorang saja," tanya Joe ketus. Ia mau marah-marah tapi saat Erika membuka curtain bed nya wangi lavender menyeruak membuat Joe urung marah.
"Kau berhutang penjelasan padaku?" Erika melipat kedua tangannya didepan dada.
"Penjelasan apa?"
"Jangan pura-pura tidak tahu."
"Apa sih?"
"Link id?!"
Joe hanya tersenyum mengejek.
"Kenapa idku bisa link sama kamu? Kamu kan yang melakukannya?"
__ADS_1
"Lalu kenapa kau melakukan itu padaku?" tanya Joe balik.
"Melakukan apa?"
"Kemaren kau melakukan harrassment padaku. Kau bahkan memaksaku melakukan itu,"Joe melakukan play victim.
"Kau itu kan orang Amerika, pasti sering melakukannya," Erika membela diri. Erika teringar ia terbangun tanpa baju di pekukan Joe beberapa hari yang lalu.
"Kali ini tidak bisa, karena kau memaksaku. Kau harus bertanggung jawab seumur hidup"
Deg. Kenapa situasinya jadi berbalik. Tidak berpihak pada Erika.
"Apa kau mau aku melaporkan ke hrd. Lalu kau akan dipecat dan tidak ada perusaahaan kapal pesiar manapun yang kan menerimamu bekerja karena track recordmu."
"Tidak bisa seperti itu dong!"
"Kalau begitu turuti semua perintahku!"
"Aku tidak mau."
"Kalau begitu aku lapor ke hrd!!"
"Baiklah aku akan turuti keinginanmu. Tapi sampai kapan?"
"Sampai aku bosan." Joe tersenyum puas. Dengan ini ia akan mengikat Erika.
"Dasar licik."
"Kau sendiri yang pertama melakukannya padaku."
"Isssshhhh." Erika mendengus kesal.
"Aku sudah merekammnya. Jadi jangan berpikir kau akan melanggarnya."
"Tapi mana ada cewek melakukan harassment. Yang ada cowok kali. Hrd ga bakalan percaya sama laporanmu."
"Kau cewek dan kau melakukannya padaku. Hrd disini aku yakin dia akan percaya padaku. Dia dulu adalah mantan teman sekampusku," Joe mengarang soal hrd yang teman sekampusnya. Namun Joe berhasil membuat Erika terdiam.
"Ok. Sekarang aku mau kau menciumku."
"Apa?!" Erika melotot, laki-laki ini sungguh mesum.
"Katanya aku melakukan harassment padamu, sekarang kenapa kau malah memintaku menciummu,"tambahnya.
"Terlanjur menyelam sekalian cari ikan," jawab Joe asal. "Ayo lakukan."
Erika dengan berat hati melakukannya. Menempelkan bibir dipipi Joe.
"Cium disini," Joe menunjukkan bibirnya.
Dengan cepat Erika mencium bibir Joe. Joe komplain lagi.
"Yang bener dong. "
Erika lalu melakukannya dengan perlahan sampai ia hampir kehabisan nafas dan melepaskan Joe. Joe tersenyum puas.
__ADS_1
Erika yang awalnya mau melabrak Joe soal link id mereka, malah menjadi bumerang. Ia takut kalau sampai dipecat dari Happy cruise dan tak bisa lagi bekerja di perusaahaan kapal pesiar manapun selamanya. Mending dia menuruti Joe, yang Erika pikir akan segera bosan dengannya setelah menemukan wanita yang lain.
...***...