Love In Cruise Ship

Love In Cruise Ship
Kena Marah


__ADS_3

Erika dan Jayden sudah selesai stand by sebagai pelayan kusus Mrs. Diana. Mrs. Diana berada di kapal selama 3 cruise yaitu selama 15 hari, karena Happy Star cruise memiliki cruise pendek. Satu cruise selama 5 hari. Hanya memiliki 2 port tujuan yakni Catalina dan Ensenada. Selama melayani Mrs. Diana, Erika dan Jayden diperlakukan dengan baik, bahkan mereka bisa bersantai. Mrs. Diana akan memanggil mereka jika butuh saja. Jika tidak ada panggilan mereka bisa bersantai di kabin mereka, atau ngobrol di kabin Jayden. Kalau di kabin Erika tidak mungkin. Room mate nya seperti macan yang lapar. Mrs. Diana juga tak segan memberi banyak tip. Minimal 20$ tiap hari.


Jayden untuk mengisi waktu luangnya, mengerjakan side job. Jayden mempunyai side job mencuci dan menyetrika baju seragam sesama crew, terutama baju waiters. Jayden apat 10$ setiap cruise dari satu orang yang mencucikan baju. Kalau banyak cuciannya mereka akan membayar 20$. Jayden mempunyai 8 orang yang mencucikan baju padanya. Melihatnya, Erika ingin juga mempunyai side job. Jayden bilang jika ada orang yang mau mencucikan baju, ia akan memberikannya pada Erika. Erika melihat Jayden orang yang pekerja keras seperti kakaknya Mauricio. Jika rindu pada Mauricio, rindunya akan terobati ketika bicara dengan Jayden.


Erika hari ini disuruh mengcover/menggantikan menjaga konter beach towel di open dek. Jam kerjanya adalah six to six, yaitu mulai kerja jam 6 pagi dan selesai jam 6 sore. Crew yang biasanya menjaga konter beach towel sedang sakit. Keadaan sea day membuat banyak tamu yang memadati publik area. Di lobby, di lounge, spa, gym, swimming pool penuh dengan tamu.


"Hei how are you? Long time no look," sapa Martin.


"I'm good sir. Ya you know, sea day today... bussy time for hotel stewardess like me," jawab Erika sambil berusaha menjauhkan trolley putih yang dibawanya.


"Sejak kamu membersihkan kantorku. Kamu jadi berbeda. Apa kamu takut padaku?" Martin merasa selama ini Erika menghindarinya.


"No sir."


"Jangan terlalu baku bicara padaku."


"Tapi saya tidak bisa sir."


"Kenapa tidak bisa?"


"Ya, ya karna saya hanya crew rendahan sedangkan anda bahkan punya pangkat lebih tinggi dari manager saya."


"Jadi karna itu.... " Martin tertawa, menampakkan senyumnya yang menawan. Gadis lain akan mendekatinya lebih intens ketika tahu kalau dirinya banyak uang dan punya jabatan yang penting. sedangkan gadis ini malah menghindar saat tahu dirinya banyak uang dan puny kedudukan penting.


"Tetaplah seperti dulu, seperti saat kamu bertanya padaku gimana caranya kerja di kapal. Jangan seperti ini. Hatiku merasa sakit melihatmu menghindariku," Martin memegang dada sebelah kirinya.


"Tapi sir, kalo dilihat crew lain anda berbicara akrab denganku bagaimana reputasi anda nanti."


"Itu jangan terlalu dipikirkan," ternyata Erika memikirkan diriku juga, batin Martin.


"Saya tidak bisa, crew lain akan mengira saya mendekati anda karna jabatan anda."


"Baiklah. Bersikaplah seperti biasa jika berdua bersamaku. Tapi jika ada crew lain, kamu boleh bersikap polite seperti ini. Setuju?"


Erika mengangguk dengan ragu. Sebelum pintu elevator di depan mereka terbuka. Martin memberikan beberapa voucer untuk Erika.

__ADS_1


"Nih, tukar di coffe shop. Aku tahu hari ini hari yang sibuk."


Martin pun pergi, dan Erika masuk ke dalam elevator sambil membawa troley putih. Sudah lebih dari 6 kali ia pergi ke linen room mengambil becah towel. Dan kali ini ia membawa troley putih koputi, karena di linen room tidak ada troley untuk membawa beach towel bersih. Setelah selesai membawa beach towel ke open dek, Erika harus kembali ke linen room untuk membawa beach towel yang kotor dengan troley berwarna biru.


"Kamu disini?" tanya Jayden melihat Erika kepanasan dengan di konter beach towel.


"Ya, aku mengcover sementara."


Jayden sedang keliling mencari gelas,piring dan apapun yang ditinggalkan tamu di open dek. Meski gelas dan piring adalah barang milik departemen FnB dan departemen bar, tapi departemen Housekeeping yang harus mengambil dan menruhny di pantry.


"Jayden!" panggil Erika.


"Ada apa?"


"Ini aku punya voucer di bar. Kamu mau?"


"Mau!" Jayden langsung seneng dapat gratisan.


"Kamu mau apa?" tanya Jayden. Saat Erika menyerahkan 2 voucer padanya.


"Itu untukmu semua, aku masih punya 3 lagi."


"Baiklah cha tea with ice."


"Ok, Aku segera kembali."


Setelah mendapakan cha tea, Erika sibuk melayani tamu. Banyak tamu meminta beach towel. Mereka juga mengajak ngobrol Erika. Tentang banyak hal, darimana dia berasal, cuaca hari ini yang begitu indah dan cerah. Beberapa ikan lumba-lumba yang berenang mengiringi kapal dan hal lainnya.


Erika tidak sadar, housekeeping manager sedang berkeliling ope. dek dan mendekatinya.


"Yahhhhh....Erika kamu akan mendapatkan banana( omelan)" Jayden berkata pada dirinya dipojok kolam renang


"Siapa dapat banana?"


Jayden kaget tiba-tiba Martin ada di belakangnya

__ADS_1


"Tidak sir," Jayden menggeleng.


"Gadis penjaga konter beach towel itu dimarahi tatasanmu


Jayden mengangguk takut. Seharusnya aku tadi memperingatinya.


Martin melangkahkan kaki ke arah beach towel konrenangNamun langkahnya terhenti melihat Joe lebih dekat ke arah beach towel konter.


"Seharusnya kamu tidak boleh bicara dengan tamu," omel George.


"Tapi mereka yang mengajakku ngobrol duluan sir."


"Kau tidak boleh begitu. Tugasmu hanya membagi beach towel. Jangan banyak ngobrol dengan tamu."


"Aku akan tidak sopan jika tak menjawab obrolan tamu."


"Kamu melakukannya supaya kamu dapat tip dari mereka, aku tahu. Jadi jangan ngobrol dengan tamu lagi."


"Tapi..."


"Maaf sir, aku yang mengajarinya seperti itu. Jadi maafkan aku," Joe berdiri disamping George.


"Seharusnya kau tak perlu mengajarinya seperti itu."


"Itu aku kira hanya bentuk kesopanan pada tamu dan tak ada salahnya. Maaf gadis ini sudah selesai kerja," Joe menarik tangan Erika dan membawanya ke staircase open dek.


"Clock out, dan istirahatlah! Jangan pikirkan omongan housekeeping manager tadi, " Joe berkata lalu pergi meninggalkan Erika. Erika yang tadi masih merasa marah pada ucapan housekeeping manager, berubah menjadi penasaran.


"Tadi itu dia bersikap lembut padaku. Apa dia salah makan?" gumam Erika.


Sementar Martin yang masih berdiri di tempatnya merasa ada yang aneh di hatinya. "Aku terlambat sedikit," Martin tersenyum pias. Dia menyadari sesuatu, dan hatinya bertambah sakit.


"Hai Martin," George menyapa Martin.


"Hai George, ayo kita minum kopi."

__ADS_1


George heran, mengapa hotel direktur tiba-tiba mengajak dirinya minum kopi. Tapi ia mengiyakan. Siapa tahu pangkatnya bisa naik jadi hotel direktur juga. Setelah dekat dengan Martin. Ia tahu Martin adalah orang yang dikirim dari kantor pusat ke kapal ini. Entah untuk tujuan apa.


...***...


__ADS_2