
Banyak crew berkerumun di i95 di dekat crew mess, dari kejauhan Erika mengira kalau gift shop sedang mengadakan sale besar-besaran untuk crew. Erika ingin melihatnya, mungkin ia akan menemukan barang menarik yang murah. Ia akan membelinya untuk buah tangan jika ia sign off. Nyicil membeli niatan Erika. Tapi ia lupa sail n sale cardnya dibawa Joe.
"Itu dari gift shop ya?" Erika bertanya pada orang disampingnya. dan tanpa Erika sadari orang disampingnya adalah Jayden.
"Iya, itu dari gift shop," jawab Jayden lalu menyedot minuman dari tumblernya.
"Aku mau liat. Sapa tau ada barang bagus," kata Erika mempercepat langkahnya.
Jayden menepuk punggung Erika dengan tumblernya pelan. "Tapi itu bukan sale. Pihak gift shop kebagian jadi panitia bingo. Mereka disana sedang jualan kupon bingo," jelas Jayden.
"Apa menariknya?" Erika pernah dengar tentang bingo tapi ia belum pernah mencobanya.
"Kalo kamu beruntung bisa mendapat 5000$,dengan modal 20$."
Erika ingin mencobanya, siapa tahu ia dapat 5000$. Tapi tidak ad teman ke acara itu besok.
"Apa kamu mau mencobanya?" tanya Erika pada Jayden.
"Sebenarnya aku ingin. Tapi aku tak bisa. Aku kerja night shift."
"Oh iya ya, "Erika mengangguk membenarkan. Ia tahu Jayden sepertinya full kontrak kerja night shift. Atasan tak berniat mengubah jadwalnya.
Erika berpikir lagi, walau sendiri pasti nanti ketemu banyak orang disana. Jadi memutuskan membeli kupon bingo.
"Kalau kamu mau aku akan datang untukmu. Tapi kamu yang beli kuponnya. Toh yang penting kan hadiahnya, " tawar Erika.
"Iya juga ya. Baiklah aku beli 10$ saja," Jayden menyetujui.
Erika dan Jayden akhirnya membeli kupon bingo. Jayden membeli 10$ dapat 2 tiket. Sedangkan Erika dengan optimis membeli 20$ mendapatkan 5 lembar kupon. Ia yakin kalau salah satu kupon itu akan memberinya keberuntungan. Sebelum berpisah, Jayden menandatangani kupon miliknya agar tidak tertukar dengan milik Erika. Penjualan kupon bingo tidak perlu memakai sail n sale card, mereka menerima cash.
Seaday malam hari, bingo untuk crew diadakan di lounge utama. Erika pergi sendiri. Ia janjian pergi sama Su. Tapi pas hari H, su malah kena flue dan sea sick. Erika memilih duduk di tengah2 lounge, kursi paling tepi, dekat dengan pintu keluar. Suasana belum ramai crew. Menjelang jam 11 malam, saat lounge ditutup untuk guest, para crew mulai berdatangan.
Erika melihat para petinggi happy star berdatangan, mulai dari cadet, officer, assisten bar manager, chef, assisten fnb, juga petinggi housekeeping. Dari kejauhan, Erika melihat Martin datang beriringan dengan Marija. Wanita itu kelihatan genit sekali dan tebar pesona, seakan mengatakan bahwa ia adalah pacar hotel direktur. Ingin sekali Erika menyikat wajah Marija dengan toilat brush bekas. Rasanya Erika tak rela Martin didekakati wanita itu. Tapi apalah daya, Erika adalah crew level rendah di kapal ini.
__ADS_1
Marija sedang mencari tempat duduk dibagian depan dekat dengan stage, di deretan para petinggi. Saat dia sudah menemukan tempat duduk untuknya dan Martin, Marija kecewa melihat Martin sudah tak berada disampingnya. Erika tertawa melihat Marija, dalam hati ia bersumpah serapah, " Dasar wanita genit." Detik berikutnya ia sangat terkejut , Martin sudah duduk disampingnya sambil memegang 5 kupon bingo. Sebelum Erika menutup mulutnya yang menganga, Martin memanggil bar waiter yang wira wiri menawarkan minuman. Martin memesan 1 jus jeruk untuk Erika dan sebotol corona untuk dirinya sendiri.
"Ken Kenap Kenapa duduk disini sir?" tanya Erika polite. Ia menunjuk ke tempat Marija akhirnya duduk tanpa Martin di depan.
"Main bingo," jawab Martin Enteng.
"Maksud saya , kenapa tidak duduk di depan sir?"
"Mau tau alasannya?"
Erika mengangguk, ia menurut mendekatkan telinganya ke wajah Martin, saat Martin ingin membisikkan sesuatu.
"Aku tidak mau duduk di sana, kau tau wanita itu? dia seperti daki yang ingin aku hilangkan ketika mandi. Atau seperti kaka diresroom yang ingin segera kau bersihkan dengan bleach," bisik Martin dengan mimik serius. Membuat Erika tak tahan untuk tertawa keras. Saat semua orang disekelilingnya mulai memperhatikan Erika, dia segera menutup mulutnya. Ia menahan tawanya sampai sakit perut.
Misi Martin berhasil. Pertama membuat Erika tertawa. Kedua membuat semua orang memperhatikan dirinya dan Erika. Tak lama setelah bingo pasti akan ada rumor tentang mereka. Martin mulai terbuka untuk mendekati Erika.
Setelah 15 menit menunggu, bingo pun dimulai. Erika mulai kewalahan melubangi angka2 yang sama yang dibacakan presenter di kupon.
"Siapa? Anda sir?" karna di depan umum, Erika berkata sopan.
"Bukan. Punyamu," Martin menunjuk salah satu kupon Erika, Dari tadi ia memang tak tertarik dengan kuponnya, walopun ia menang tidak menang bingo.
Erika lalu memperhatikan salah satu kuponnya ternyataa bolong semua angkanya. Ia bersorak heboh. Lalu ia menyadari kalo kupon yang bolong semua ada tanda tangan Jayden disana.
"Kenapa?" Martin heran melihat Erika m3ndadak diam.
"Sayang ini bukan punyaku. Temenku nitip."
Martin tak sempat menjawab, Erika ke buru naik ke stage sambil m3mbawa kupon Jayden. Ternyata ada 3 orang yang dapat bingo. satu orang India, satu nya orang Macedonia. Tidak seperti yang dibilang Jayden. Hadiah bingo kali ini 3000$ dibagi 3 orang pemenang. Jadi tiap pem3nang m3ndapat 1000$.
Martin dan Erika berpisah di pintu keluar lounge, Marija kembali menempel Martin dan merayu untuk pergi ke crew bar. Erika melipir pergi ke kabin. Di dalam kabin sudah ada Joe s3dang mendengarkan musik dengan head set tapi ia memdengar ketika Erika membuka pintu.
"Nggak kerja?" tanya Erika. Yang ditanya tidak menjawab.
__ADS_1
"Percuma aku bertanya tadi, seperti ngomong sama nisan kuburan," celetuk Erika lagi.
"Berani ya?" kata Joe. Mengintimidasi.
"Kau darimana saja? Udah selesai kerja malah keluyuran." tambahnya.
"Kau sendiri ngapain? Lagi kerja kok malah mamagayo (santai) di kabin," Seloroh Erika.
"Aku sedang mengerjakan laporan tau? Dan kau ddarimanapasti dari bingo dan kalah huahhhahahaha...!"
"Senang sekali melihat aku menderita."
Joe tak menyangka jawaban Erika. Sebenarnya ia tau Erika menang bingo, tapi kenapa bilang ga menang. Joe mulai mengorek keterangan dengan halus.
"Jadi siap yang menang?" Joe melembutkan kalimatnya.
"Yang jelas bukan aku. Orang Eropa dan India. Satunya anak buahmu Jayden, tapi yang bawa kuponnya aku. Jadi aku kayak yang menang gitu," jelas Erika, ia melepas sepatu dan kaos kakinya. Lalu duduk di kursi.
"Kasihan sekali nasibmu, " ejek Joe.
"Sekarang sudah malam, tidur aja," tambah Joe.
Erika tidak memperhatikan Joe ia sudah naik ke atas bed dan berbaring tanpa tahu Joe meletakkan sail n sale card nya di meja. Esok harinya Erika janjian sama Jayden untuk bertemu. Uang bingo dibawa erika dan ia belum menyerahkan.
"Kamu beruntung sekali, beli langsung dapat," komentar Erika.
"Aku dulu selalu tidak menang. Mungkin kamu membawa keberuntungan. Nih," Jayden menempelkan 20$ di dahi Erika.
"Hei!" Erika meringis memegangi dahinya.
"Anggap saja tadi malam aku mentraktir kupon bingomu," Jayden berkata lalu berlalu.
...***...
__ADS_1