Love In Cruise Ship

Love In Cruise Ship
Drama bulu babi


__ADS_3

Erika berjalan terpincang di gangway. Ada wheelschair team disana. Tapi Erika tidak ditawari duduk di kursi roda. Mereka tahu Erika karyawan rendahan jadi mereka cuek aja. Dasar. Crew di sini memang melihat kasta. Ada dua malaikat tak bersayap Erika yang entah kebetulan sedang ada di gangway. Martin berjalan membawa beberapa kertas. mungkin berkas. Tapi entah berkas apa. Sedangkan Jayden berjalan di belakang Martin. Tubuh Jayden yang tinggi besar seperti bayangan Martin.


"Erika what happen? " tanya Martin cemas.


"Aku nginjak bulu babi tadi. "


"Oh kasian. Ayo ku antar ke medikal center, " Martin hendak merapat Erika tapi di tolak dengan halus. Martin masih memakai seragam hotel direktur dan mereka sedang ada di crew area. Gosip akan menyebar dengan cepat.


"Sir, saya bisa sendiri. Tolong bawa Denis ke kabinnya. Dia capek dan bajunya basah. Jangan sampai dia sakit, " Erika memohon dengan serius. Jadilah Martin menjalankan permintaan Erika, walau dia tidak rela Erika pergi ke medikal center sendiri.


"Tapi kau sungguh bisa? Aku akan mengantarmu dulu. "


"Tidak sir. Saya mohon. Antar Denis ke kabinnya. Saya akan minta teman saya mengantar, " Erika menunjuj dengan anggukan di belakangnya ada Jayden.


"Jayden. Tolong temani aku ke medikal center. "


Dengan sigap Jayden kenapah Erika ke medikal center. Ia harus membungkuk bungkuk mengimbangi tinggi Erika yang hanya sedadanya. Saat genting seperti ini batulah Jayden mau memeganh tubuh Erika. Kalau hati biasa ia sangat berhati-hati.


"Kamu kenapa? " tanya Jayden setelah Erika agak rilek.


"Wah pasti sakit sekali ya. Sudah mulai bentol-bentol. Kringat dingin demam, " Jayden memapah lebih cepat lagi agar bisa sampai ke medikal center segera mungkin.


Sampai di medikal center. Perawat dan dokter jaganya segera membaringkan Erika di bed. Awalnya dokter dan perawatnya yang orang philiphin bingung bagaimana menang anginya. mungkin ini baru pertama kali. Dokter masuk ke ruangannya lagi. Kelihatannya sedang browsing bagaimana cara menangani pasien terkena bulu babi. Sedangkan perawat memberikan obat anti nyeri dulu.


"Dok, mungkin lebih baik lihat kakinya lagi apa masih ada bulu babi yang nempel disana, " saran Jayden.


"Iya tentu., " perawat mengambil alkohol pinsetnya dan kapas.


"Direndam air panas akan lebih mudah mencabut bulunya," saran Jayden.


"Iya ini aku mau ambil, " kata perawat. Ia lalu meletakkan alkohol dan pinsetnya.


Jayden seperti mendikte perawat tapi perawat menuruti perkataan Jayden. Tapi perawat masih sok tahu, karena dia tak mau kehilangan reputasinya sebagai perawat.


"Apa kau pernah terkena bulu babi? " tanya perawat pada Jayden.


"Pernah. Kakinya direndam air hangat lalu bulunya bisa disebut dengan mudah. "Kalimat Jayden membuat Perawat lebih percaya pada Jayden.


Jayden membantu Erika berdiri dari bed dan mendudukkan nya dikursi. Perawat memberikan seember air hangat dari sink kamar mandi medikal center.


"Apa lebih baik? " tanya Jayden.

__ADS_1


"Iya, " Erika mengangguk. keringatnya bercucuran. Rasanya ia mau pingsan.


Setelah beberapa menit direndam. Perawat mencoba mengambil sisa bulu babi di kaki Erika dan berhasil. Merendam lagi dan mencabut sisanya. Jayden memegang kedua pundak Erika dari belakang kursi. Memegang dengan agak keras. Seperti memberi dukungan pada Erika saat perawat mencabut bulu babi di kakinya.


Dokter kembali dari ruangannya dengan wajah sedikit cerah dan segenggam solusi dari hpnya.


"Ambil air panas dan rendam kakinya, " perintah dokter pada perawat.


"Sudah dok., " jawab perawat.


"Sudah dicabut bulu babinya?"


"All done, " jawab perawat.


Dokter lalu menuliskan resep obat dan meminta perawat menyiapkannya untuk Erika.


setelah mendapat obat anti nyeri. Erika pergi dari medikal center.


"Ku gendong saja ya. Biar cepat sampai ke kabinmu? " tawar Jayden pada Erika.


"Tidak usah. Banyak crew yang masih berkeliaran, " tolak Erika.


Dengan inisiatif Jayden masuk kembali ke medikal center dan meminta ijin untuk meminjam wheels chair. Ia kembali dengan mendorong wheels chair.


"Boleh ya pinjam wheelschair, " tanya Erika setelah duduk di kursi roda.


"Boleh."


"Waktu aku masuk tadi ada wheelschair team di gangway. Tapi mereka diam saja. "


"Kadang-kadang memang ada team yang seperti itu. Dulu waktu aku jadi wheelchair team tidak seperti itu."


"Sepertinya kau banyak ikut apa-apa. "


"Bukan aku yang mau tapi aku ditunjuk bar 2 , 5 tuhh. Dari wheelchairs team, streacher team, sekarang fork clip team, tiap minggu port manning juga, harus selalu ikut boat drill, " Jayden mengumpat. (port manning adalah dimana crew tidak boleh keluar dari kapal selama kapal berlabuh. Jadwal port manning crew biasanya berubah-buah tiap minggu atau tergantung pada atasan) (boat drill: latihan keselamatan kapal. Tiap pergantian tamu biasanya di lakukan boat drill. Ada juga boat drill kusus untuk crew kapal)


Jayden berhenti di loker housekeeping dan dia mengambil grey bucket baru.


"Bawa ke kabinmu ini bisa kau gunakan untuk merendam kakimu nanti, " katanya.


"Ini bau chemical. "

__ADS_1


"Ini baru tahu. Coba cium baunya. Masih bau plastik baru. Aku yang menaruhnya tadi malam. "


"Baiklah."


"Jangan sampai manager tahu, " Jayden tertawa licik.


Jayden mendudukan Erika di bed bawah. Dia tak tanya dimana bedanya Erika. Langsung main buka curtain bed saja.


'Sudah merasa baikan? "


"Iya. Trimakasih ya "


"No problem. Aku pergi dulu. Aku harus "mengembalikan kursi roda ke medikal center.


Jayden menutup pintu kabin Erika dan dibelakangnya sudah ada yang mencengkram krah bajunya dari belakang.


" Sedang apa kau di kabinku?" Joe bersiap menghantam Jayden.


"Mengantar kabin mate mu bos, " jawab Jayden sambil berusaha melepaskan tangan Joe di krah nya.


"Kenapa dia? "


"Kelihatanya tadi dia keluar ke pantai dan nginjek bulu babi. '


" So? "


"Sudah dibawa ke medikal center dan sudah dikasih obat. Tadi sisanya bulu babi juga sudah dicabut. Jadi mungkin tidak apa-apa. "


"Mungkin katamu?"


"Iya, tapi kalau masih ada bulu babi yang menempel bisa merendam kakinya dengan air panas. Dan mencabutnya."


"Apa separah itu bulu babi keinjek? " Joe baru kali ini mendengar bulu babi keinjek dan efeknya bisa fatal. Dan terjadi pada pacarnya.


"Atau kau bisa mengobatinya dengan obat tradisional dan mudah dilakukan bos. "


"Apa itu.? "


Jayden berbisik ke telinga Joe. dan membuat Joe punya rencana licik untuk Erika. Ya walau kemaren Erika kelihatan kecewa. Dan Joe akan meminta maaf kali ini.


"Dah pergi sana, " Joe mengusir Jayden.

__ADS_1


"Ini juga mau pergi, " Jayden melipat kursi roda dan mendorongnya.


"Nih buat beli soda, " Joe menempelkan 50$ ke saku Jayden. Tentu Jayden kegirangan. Ia tahu Joe susah bilang trimakasih dan tip 50$ itu sebagai ucapan trimakasih Joe. Bagaimanapun Jayden pria baik dan Joe tahu itu, dan 50$ sebenarnya terlalu kecil untuk harga keselamatan Erika.


__ADS_2