
Special project telah berakhir. Rutinitas pekerja di kapal berjalan seperti biasa. Ada crew yang bisa bersenang senang diantara waktu kerjanya yang penuh tekanan. Ada yang sudah seperti zombie karna sudah lama belum ada jadwal pulang dan stress dengan pekerjaan.
" Erika, jangan lupa simpan mesin vakum nya lagi, " seru Manoj saat Erika sedang membersihkan lobi dengan vakum.
" Kau kenapa bos? " Erika tidak menjawab ia malah memerhatikan Manok yang kelihatannya sedang tidak nyaman dengan tubuhnya sendiri.
"I'm felling not good, " Jawab Manoj sambil meringis sesekali memegangi perutnya.
"Stomach kaput, " tambahnya.
" Too much eat dall and kari?" tebak Erika sok tahu (dal dan kari nama masakan dari India)
"I don't know. I ate spacy chicken yesterday. I need to go now. You finish your work then clock out, " kata Manoj sambil berlari. Erika menduga kalo tidak ke rest room pasti Manoj pergi ke infermery.
"Very busy lady? " suara lain menyapa Erika. dan saat dia menoleh ada Martin berdiri di belakangnya. Ia kelihatan tampan dengan setelan jas seragam hotel direktur.
"Iya tidak terlalu. tapi beginilah rutinitas pekerja rendahan di kapal pesiar, " Erika mematikan mesin vakum nya sambil tersenyum.
"Temani aku minum kopi, " Erika hanya mengernyitkan alis sambil menoleh ke kanan dan kiri mendengar Martin. lalu Martin meralat kalimatnya. Ia tahu saat sedang bekerja Erika tidak ingin crew lain berbicara yang tidak tidak mengenai dirinya jika terlalu dekat dengan Martin.
"Tolong bersihkan ruangan ku please, " ralat Martin.
Dengan segera Martin pergi ke kantornya dibelakangnya mengekor Erika sambil mendorong mesin vakum nya.
Erika bersiap dengan vakum nya tapi Martin menahannya.
"Udah, letakkan vakum itu dan duduklah. Temani aku minum kopi. "
"Kenapa tidak minum di bar saja, " kata Erika.
" Ini jam bekerja ku, kalau hanya terlihat di bar sepanjang hari, nanti dikiranya aku tidak punya pekerjaan. '
"Aku juga melihatnya seperti itu. sepanjang aku di loby kau hanya mondar mandir saja. "
"Haha ha.. berani sekali kau bicara seperti itu pada hotel direktur., " Martin meletakkan 2 cup kopi yang dari tadi sudah dibawanya ke atas meja. Lalu duduk disamping Erika.
"Sebenarnya aku bosan. Tapi tidak ada yang bisa kuajak bicara."
"Lha cewek yang biasa nempel sama kamu kemana? "
__ADS_1
"Aku tidak tahu. Aku tidak terlalu suka jika selalu diikuti. Membuatku tambah stres saja." "Kau hanya perlu saat butuh saja? dasar laki-laki curang. "
"Butuh?! "
"You know.. something hot.. "
"Ah ya ya.. Sudah lama aku tidak melakukannya.. Mau melakukannya bersamamu? "
"No!" Erika tak menyangka akan terjadi perbincangan seperti itu dengan Martin. Ia memutuskan akan pergi tapi Martin mencegahnya.
"Ok, kita bicarakan yang lain." Martin tahu Erika tidak nyaman membicarakannya. Ah dia seperti wanita asia Tenggara yang tradisional saja.
"Sir, dengan masih memakai uniform ini, kasta kita beda. Aku merasa tidak nyaman bicara denganmu saat masih kerja, " kata Erika kemudian.
"Kau menjadi tidak seasyik saat pertama kali kita bertemu. "
"Saat itu aku tidak tahu, kamu seorang hotel direktur di kapal ini. "Mengingat hal itu Erika menjadi malu sendiri.
" Bersikaplah seperti dulu. Berani, penuh percaya diri dan anggun, " Martin menatap Erika yang sedang duduk di sofa sambil memegang cup coffenya. Kedua tangan Martin memegang pipi Erika. Erika menundukkan pandangan agar wajahnya tidak bertemu dengan manik mata Martin dan wajahnya yang tampan. Martin mencium wangi lavender dari rambut Erika.
" Pergilah clock out sekarang. Jam kerjamu sudah lewat 10 menit yang lalu. Jangan sampai dimarahi baru 2,5. Kalaupun dimarahi, bilang saja aku menyuruhmu membersihkan kantorku., " lanjut Martin, ia mengusap- usap kepala Erika pelan.
Tepat pada saat Erika membuka pintu, dari luar Joe hendak masuk ke ruangan Martin. Ia melayangkan pandangan ke Erika, seperti bertanya "Sedang apa kau disini? "
Martin berdiri membelakangi Joe. Dia menghitung dalam hati sejak Erika membuka pintu. Ia tahu Joe akan datang karna sudah berkirim pesan terlebih dahulu. namun tak menyangka saat masuk malah Joe bertemu dengan Erika. "And three two one...! " Martin memutar badan dan menahan tertawanya yang mau meledak. Benar saja, Joe langsung marah.
"Ada apa dengan dia. kenapa ada disini? kau memanfaatkannya selagi dia kerja.! "
"Spesial cleaning, " jawab Martin enteng.
"Lalu kenapa kau masuk kerja disiang hari? tumben. Rajin amat. Biasanya kau tidak peduli, " sergahnya.
"Aku menggantikan si india itu. Kebanyakan makan santan jadi perutnya sakit. Mana aku juga masuk malam lagi, " Joe melemparkan tubuhnya ke sofa yang tadi di duduki Erika.
"Tinggal bilang saja kau tidak peduli."
"Tidak bisa begitu. "
"Kenapa tidak bisa? dulu bisa kenapa sekarang tidak? "
__ADS_1
"Kau tahu alasannya kenapa masih bertanya?" Joe melempar brosur yang tadi ia bawa.
"Oiya soal Erika, aku masih tertarik padanya. Jika suatu saat kau bosan aku akan mengmbilnya jadi milikku. Dia gadis unik, bukan gold digger dan sedikit innocent."
"Tidak akan pernah bisa kau!"
"Mungkin ku beritahu saja siapa kau sebenarnya. Biar dia ketakutan dan akan meninggalkanmu."
"You wish!!" Joe menendang kaki Martin yang ada dihadapannya. Martin meringis kesakitan.
"By the way kenapa kau menyuruhku kesini? "
"Ah soal itu. Ibumu memberitahuku kalau wanita itu akan kesini."
"Ah sial!" Joe mininju udara.
" Tadi pagi aku mendapat email resmi dari ayahmu. Wanita itu akan kesini dan aku disuruh menyiapkan semuanya. "
"Kelihatannya ayahmu perlahan mengakui wanita itu. "
"Kalau ayahku terserah. Tapi aku tidak bisa dan tidak mau. Wanita ular dasar. Segala cara dilakukan untuk mendapatkan uang keluargaku. Kalau membunuh adalah legal, sudah tentu akan kubunuh wanita itu dari dulu. "
"Bukankah kau pernah akan melakukannya? Gak inget waktu itu kau mengacungkn sejata di luar pub. Polisi kemudian datang, siapa lagi kalo bukan aku yang menjadi jaminan pembebasan. "
"Waktu itu aku tidak terlalu ingat. Licikkk sungguh licikkk, membuatku emosi saja. "
"Seharusnya kau hati-hati dengan wanita. Kalau perlu baca tulisan dokter lambrozo dulu. "
"Apakah kau akan membaca buku doker lambrozo dulu saat bertemu dengan segrombolan gadis di pub. Lalu lihat mana yang baik dan mana gadis yang berpotensi jahat. Lalu kau akan memilih gadis yang baik untuk kau tiduri? tidak kan? itu terlalu lama. Keburu mereka ditiduri cowok lain di pub."
Martin tertawa dan menggeleng- geleng kan kepalanya. Kalimat Joe seperti kereta api expres bawah tanah saja.
"Jangan cemas bro. I will take care of you. "
"Sudah seharusnya begitu. "
"Perlu aku suruh beberapa bodiguard ke kabunmu?"
"Yang benar saja kau! " Joe bangkit berdiri dan berjalan keluar.
__ADS_1
"Aku harus melanjutkan kerjaanku. "
Martin memandang kepergian Joe. Beberapa bulan di kapal. Joe sudah banyak berubah. Mungkin tanpa sadar Erika lah yang menyentuh hati Joe.