
Erika tergopoh-gopoh berlari dari kabin ke houskeeping office. Tadi dia sedang asyik ngemil makanan yang baru saja di beli di pilipine store. Telpon kabinnya berbunyi. Nikita, pria botak assisten houskeeping manager itu menelpon dengan suara keras.
"Erika go to the houskeeping office nooooww! "
"But why? I'm on break sir, " Erika sudah paham pasti Nikita cuma mau ngasih hard time saja.
"No mucho why. GO to the houskeeping office now. I'll explain latter. Just go, hurry up!!! " Nikita membanting telpon ketika menutupnya. Membuat Erika tersedak cicarone.
"Pria botak itu. Membuatku tersedak saja, " Erika menyambar hoodienya. Lalu berlari ke housekeeping office. Perutnya kram karena habis makan langsung berlari turun tangga.
"Good evening sir, " sapa Erika pada Nikita yang sedang duduk.
"Good evening, Kenapa lama sekali. "
"This is just 5 minutes sir, " Erika protes.
"No need to upset, " Nikita tersenyum licik. Ia berhasil mengusik Erika.
"So, kenapa memanggilku? " Erika celingak celinguk, di houskeeping office tidak ada orang lain selain dirinya dan Nikita. Jangan-jangan mau melakukan harassment.
"Duduklah." Perintah Nikita. Ia lalu memberikan beberapa kertas yang baru saja ia prin lalu memberikannya pada Erika.
Erika membacanya tapi tidak terlalu mengerti. Nikita menyadarinya lalu menjelaskan.
"Mulai sekarang sampai beberapa cruise ke depan kau mendapatkan special duty. Menjaga seorang anak kecil. Ini permintaan hotel direktur. "
"Tapi aku tidak punya keahlian menjaga anak kecil. Kenapa tidak yang lain saja. "
"Tenang kau akan mendapat kan uang extra. Lakukan saja seperti kau menjaga adik-adikmu di rumah. "
"Aku tidak punya adik sir. "
"Ya pokoknya lakukan saja. Setiap perempuan pasti bisa menjaga anak kecil. "
" Apakah ini permintaan dari hotel direktur langsung? Apa dia menunjuk harus aku yang melakukannya? "
"Tidak juga. "
"Lalu kenapa harus aku tidak yang lain? "
"Ya karna kau pernah melakukan special duty sebelumnya. Waktu mrs diana kesini. "
"Tapi dulu kan masih ada hubungannya dengar bersih-bersih. Maksudku housekeeping. Pas pergi beli duvet juga masih ada hubungannya dengan housekeeping. Lalu yang ini menjaga anak kecil? Yang benar saja bos. "
"Pokoknya harus mau. Tidak ada kandidat lain yang bagus selain kamu. Dan tentu kau akan dapat uang extra dari Departemen houskeeping. Dan selama bertugas kau tidak perlu bekerja di day shift. Cukup mengawasi anak itu saja. Tak perlu clock in clock out. "
Erika menjadi tertarik tapi tentu syaratnya pasti ada yang tidak masuk akal.
"But? "
"But what? "
"Come on bos. Pasti ada syaratnya kan? Katakan apa itu. "
__ADS_1
"Kamu harus 24 jam mengawasi anak itu. "
"What? Kalau begitu aku tidak mau. "
"Ku tidur di kabin guest. Walau bukan kabin swift tapi ada balconynya. Tidak perlu repot untuk membersihkannya. Tugasmu hanya menjaga anak kecil itu saja. "
"Apakah anak kecil itu nakal sekali? "
"Tidak. Setahuku dia anak normal seperti biasa. Tidak ada pesan khusus tentang anak itu. "
"Baiklah."
"Oke, sekarang pergilah ke kabin anak itu segera. "
"Now?"
"Yes right now!"
"Aku harus ganti seragam dulu bos. "
"Kau tidak perlu memakai seragam saat menjaga anak itu. Berpakaian biasa aja. "
"No need uniform? "
Nikita menggeleng. Lalu ia memberikan tanda pengenal kusus untuk Erika. Bila sewaktu-waktu ada security yang menanyakan.
"Anak itu sekarang sendirian. Jadi pergilah cepat. "
"Apa dia berlayar sendiri. "
Walaupun Nikita mengatakan harus cepat-cepat. Tapi Erika bersikap santai. Ia berencana balik ke kabinnya dulu. Mengambil ponselnya dan kalau Joe ada di kabin ya dia akan bilang. Kalau jOe nggak ada ya sudah. Tidak perlu menelponnya secara pribadi.
"Jayden, dari mana? " sapa Erika saat keluar dari housekeeping office.
"Dari crew baru. Aku kehabisan air mineral Jadi harus beli. "
"Nggak kerja malam? "
"Nggak. Aku sudah overtime 2 hari. Aku kemarin kerja 18 jam. Karna melihatku sedang flue jadi bos memberiku off. "
"Nikita maksudku? "
"Bukan tapi Joe. Nikita mah apaan. Joe harus berdebat lama untuk memberiku libur. Dia harus menawar dengan sengit. Nikita ga mau kasih aku libur 2 hari seperti Joe sarankan. setelah berdebat panjang akhirnya Nikita baru kasih aku off day sehari. Dengan alasan kalau nggak beri aku libur nanti bisa medikal off dan biayanya lebih besar. Gitu alasan Joe. "
"Woh dia masih hidup ? " tanya Erika dingin.
"Siapa? Joe? Bukankah kalian satu kabin. Apa nggak pernah ketemu? "
"Sudah beberapa hari ini nggak ketemu. Bukankah dia kerja siang dan malam? "
"Iya dia kerja siang dan malam. Cover ini cover itu. Kasian berapa capeknya dia. "
"Bukankah dia hard time boss? "
__ADS_1
"Ya kadang dia hard time. Tapi banyak mencover kalau dengan atasan. Anak buahnya selalu dia lindungi. Kukira kalian melakukan malam panas bersama setiap hari. "
"Tidak. Makanya aku mencarimu?" Erika menggoda Joe.
"Kau ini. Seperti janda kehausan belaian saja. "
Jawaban Jayden menbuat Erika tertawa.
"Lalu kenapa kau ke housekeeping office ?Malam-malam begini. Tanpa seragam. Tanpa sepatu. Apakah kau tidak berhasil menggoda Nikita?" Jayden tertawa.
"Sampai lulus kontrak. Aku tidak mau menggodanya. Mending menggoda kamu, " Erika mengedipkan sebelah matanya genit. Lalu ia ingat karna bercanda dengan Jayden. Joe menghukumnya dengan malam-malam yang panas.
"Dia punya barang yang besar dan panjang. "
"Emang pernah lihat?"
"Nggak sih. Tapi lihat dia Eropa tinggi besar pasti barangnya juga besar. Seperti pangeran wiliam pas insiden di lapangan tenis. " Jayden ketawa.
"Seorang pangeran pun tak tahan pipis dan pipis di lapangan tenis. sedang kan paparasi dimana-mana. ya jelas sedunia tahu milik dia seperti apa, " tambah Erika.
"Tapi mungkin punya Nikita sudah tidak hidup. Buktinya dia jomblo, " tambah Erika lagi.
" Hua hahahaha.. " Jayden ketawa bersama Erika.
"Aku curiga denganmu? "
"Maksudmu aku menggoda Nikita? Dalam mimpi pun aku tidak mau. Aku dapat tugas khusus lagi nih. Jaga anak kecil di dek atas. "
"Wah baguslah. Aku juga mau. "
"Tapi Nikita bilang harus cewek. "
"Padahal aku juga bisa menjaga anak kecil. "
"Kenapa tidak usul?"
"Usul ku itu seperti kentut. Tidak akan pernah di dengarkan. jadi ya jalani saja keputusan bos.. "
"Rasanya males sekali. Kalau anaknya nakal gimana. Aku bisa stress nih."
"Anak kecil nakal itu kan wajar. Mereka tidak nakal hanya lagi belajar menurut instic mereka.
" Galau nih. "
"Ada uang ektra dari tamunya kok. Aku tadi dengar dari hotel direktur. "
"Nikita tadi juga bilang ada yang ektra dari housekeeping. "
"Mungkin kau akan dapat dari tamu dan haluskeeping."
"Tapi capek bnget ga ya. Kayaknya orang-orang yang punya anak akan capek dan rentan stress. "
"Jangan dipikirin yang penting dapat uangnya. Bisa jalan-jalan keluar. Tak terikat pekerjaan dengan housekeeping. Anggap aja semi liburan. "
__ADS_1
"Kau benar juga ya. Tinggal jalani saja. "