Love In Cruise Ship

Love In Cruise Ship
Obat tradisional


__ADS_3

Pintu kabin Erika berbunyi biip agak panjang menandakan seseorang berhasil membuka pintu kabin dengan kartu. Erika berpasangka, ia langsung mencoba berdiri dan pindah ke bed atas. Kakinya sudah di tengah tangga tapi ada tangan koloh yang membawanya duduk kembali ke bed bawah.


Joe, dia datang dengan wajah cemas. Tapi tidak mengatakan apapun. Dia mengambil satu-satunya kursi di kabin dan membawanya ke rest room. Lalu menggendong Erika.


"What are u doing? " teriak Erika ketika Joe melepas celananya.


"Katanya air kencing lebih cepat mengobati, " tanpa basa basi dia mengucurkan air seni kekaki Erika yang terkena bulu babi.


"What the ****! bomboclad, " umpat Erika. Air kencing mengenai kakinya dan terasa hangat. Fresh keluar dari sumbernya. Dihadapan Erika. Meski sudah sering lihat, Erika tetap memalingkan mukanya ke samping sambil menutup mata.


"Dah diam saja dan jangan berontak jangan protes. "


Anehnya kaki Erika menjadi lebih baik. Ngilu dan sakit berkurang. Ini pasti balas dendamnya Jayden. memberikan resep obat yng aneh pada Joe. Tapi emang beperngatuh sih. Jadi lebih baik.


"Gimana? lebih baik? "


Erika hanya mengangguk. Matanya masih terpejam.


"Kau sudah sering lihat, buka saja matamu, " joe dengan santai memakai celananya lagi tapi tidak menarik resleting nya.


Erika tetap diam. Dan Joe sadar beberapa hari yang lalu Erika terlihat kecewa saat melihatnya berduaan dengan Samantha.


"Apa kau marah? "


Erika diam saja.


"Kurasa masih. "


Erika tetap diam.


"I knew it. Kau pasti kecewa. Aku berharap kau mengerti. Aku tidak bisa menghindarinya waktu itu. "


"Bagaimana aku tidak kecewa melihat laki-laki yang sering tidur denganku bermesraan dengan wanita lain, " Erika mulai luluh ketika Joe mengiba.


"Maafkan aku. Dan percayalah padaku. Aku tidak melakukan apa-apa dengan wanita itu. "


"Aku ingin percaya tapi melihatmu dengan dia hati ini terasa sakit."


"Maafkan aku, tunggulah beberapa saat lagi. Bersabarlah, aku mohon. Beri aku waktu sedikit lagi, " Joe memandang Erika dan memegang dagu Erika dengan lembut.


"Beri aku waktu sedikit lagi, " Lanjutnua kemudian mencium Erika dengan lembut.


Erika tidak bisa menolak Joe. Walaupun secara kasar dia tidak menolak. Apalagi diperlakukan secara halus, Erika sudah meleleh duluan.

__ADS_1


"Apa aku harus percaya juga kalau Denis bukan anakmu? Dari fisiknua dia seperti copyan dirimu waktu kecil." Erika menunjukkan sedikit perlawanan dan menunjukkan ia masih punya sedikit harga diri sebagai benteng pertahanan agar dikira tidak selemah itu.


"Kau harus percaya karna dia memang bukan anakku. Kami tidak pernah tidur bersama, " dia hanya menjebak ku saja. "


"Apa buktinya? "


"Sayangnya aku tidak bisa membuktikannya sekarang. Satu-satunya bukti sudah dihancurkan Samantha. Tapi Denis memang bukan anakku. I swear to you, "


Erika memandang Joe cukup lama. Dia mencoba menyelami kedalaman mata biru Joe.


"I will proof you. Tapi kau harus bersabar dulu. Tunggulah aku. Banyak hal yang harus kulakukan berurutan. "


"Ok. I will try. "


"Don't try. But you must. Believe me, " Rajuk Joe.


Erika hanya tersenyum getir. Suasana menjadi agak canggung.


"Tutuplah resleting celanamu, " kata Erika memecah kecanggungan.


"Kenapa membuatmu getting hot? " Joe tersenyum licik.


"Just close it, " Sebenarnya Erika memang geting hot slowly.


"Untuk apa? "


"Agar bisa mengencingi mulai lebih sering. "


"**** you! " umpat Erika.


"I will **** you, " Joe berjalan keluar kamar mandi, Erika mencoba mencegahnya namu ia tersangkut kursi dan jatuh di kamar mandi.


"Oh honey, " Joe mengangkat Erika dan mendudukkan nya lagi. Ia minum banyak sekali air putih. Lalu masuk ke kamar mandi lagi.


Joe sengaja sekali melepas celananya dan duduk di atas closet. Walau Joe sedang tidak on melihat tubuh adonis dihadapannya membuat Erika membayangkan hal yang liar.


"Ahhh shitttt, " teriak Erika saat Joe mengencingi kakinya lagi.


"ngomong-ngomong siapa yang beri tahu kamu, kalau air kencing bisa mengobati bulu babi? " tanya Erika.


"Si tubuh besar itu, " jawab Joe.


"Akan kubalas besok dia, " Erika membayangkan Jayden tertawa keras kalau dia tahu Erika dikencingi. Tampaknya dia sedang balas dendam saat Erika mengerjai nya dulu.

__ADS_1


" Tidak perlu membalas. Dia memang benar kok. Dia cerita dia dulu pernah kena bulu babi waktu di Bali ato pulau sebelah ya bali. Lalu dikencingi dan sembuh tanpa harus ke dokter. "


Setelah beberapa kali diguyur air kencing dan trakhir Joe membilas kaki Erika dengan air hangat biasa. Lalu dia membawa Erika ke bed nya.


"Obat luar sudah. Sekarang obat dalam. '


" What? "


"Kalau hati bahagia, penyakit juga akan sembuh, " kata Joe sok bijak.


"Jangan macam-macam ya. Aku sedang tidak ingin. Kakiku sedang sakit. "


"Yang sakit kan kakimu. Yang lain tidak, " Joe memaksa. Ia memeluk Erika dan mulai menciumi Erika dengan lembut. Joe tahu Erika sudah terbakar.


"Sayang aku sedang tidak ingin, " Erika mencoba mempertahankan egonya tapi tubuhnya menghianati nya saat disentuh Joe.


"Aku akan berhenti sebentar lagi. " Joe hanya asal bicara saja.


Erika masih mencoba menghentikan Joe dengan omongan tapi yang keluar dari mulutnya hanya gumam tak jelas.


"Aku akan melakukannya perlahan. "


Alarm hp Erika berbunyi tapi Joe mematikannya. Ia melihat Erika masih nyenyak tidur di sebelahnya. Setelah beberapa hari di lalui dengan tergesa, tekanan dan rasa lelah yang mengikuti. Hari ini Joe ingin menghabiskan waktu dengan Erika. Sperti biasa ia sudah menelpon Martin untuk mengurus semuanya. Dan ia juga tahu Erika dapat cuti beberapa hari karena dia sakit. Kena bulu babi ada manfaatnya untuk kebaikan hubungan Joe dan Erika.


Joe tidak membangunkan Erika. Tubuh polosnya ditutupi duvet sebagian. Dipuas-puaskan Joe melihatnya. Erika cantik saat tidur. Rambutnya yang coklat gelap terutai di pundaknya. Joe tersenyum memandangi Erika. Betapa ia jatuh cinta dengan wanita dihadapannya ini. Ia memberi Energi saat Joe merasa lelah.


Nafas Joe yang mengenai kulit Erika membuatnya terbangun. Saat membuka mata ia disambut dengan pemandangan indah. Tubuh adonis Joe. Mata biru dan rambutnya yang pirang kecoklatan mulai agak panjang.


"Morning, " sapa Joe dengan tersenyum. Untuk sesaat Erika terpesona. Joe sangat manis jika tersenyum dan dia jarang tersenyum sebahagia itu.


"Apa aku sangat tampan?"


"Kau sudah tahu kau tampan, " bibir Erika tergerak untuk mencium pipi Joe.


"Aku tidak akan mencuci lagi pipiku ini, " kya Joe sambil mengelus bekas ciuman Erika di pipinya. Erika tampaknya akan bersikap manis hari ini. Joe tidak akan menyiarkan nyiakan kesempatan. Ia akan berada di kabin seharian.


Joe tiba-tiba hendak menggendong Erika menuju kamar mandi.


"Mau apa kau? "


"Mengencingi kakimu lagi. Aku kebelet pipis, "


"No No No. Aku tidak mau. Ini sudah baikan tak perlu air seni lagi. " Erika menghindar. Joe tidak memaksa. Ia pergi ke rest room sendirian sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2