
Jayden berhasil menyemangati Erika. Berkat kata jalani saja, Erika langsung semangat. Ia kembali ke kabin untuk mengambil HP dan cargernya lalu ke kabin tamu atas. Sampai diatas ia lupa tidak meminta e key pada Nikita. Ia menelpon kabin yang ada di depannya dengan telpon kapal. Yang mengangkat anak kecil. Erika minta di bukakan pintu. Tapi pintu kabin terlalu berat untuk anak 5 tahun. Akhirnya Erika turun ke houskeeping office. Disana tidak ada orang sama sekali. Nikita tidak ada. Lalu ia menelpon Nikita. Tentu setelah dimarahi lebih dari 10 menit, Nikita memberitahu kalau kuncinya ada si guest service. Itupun setelah memotong pembicaraan kalau anak kecil itu menangis.
Erika berlari ke guest service. Ada seorang wanita yang sudah terkantuk-kantuk di desk nya. Erika mengetuk meja membuat wanita itu kaget.
"Ada yang bisa saya bantu. " kata wanita itu.
Tanpa basa basi Erika bilang mau mengambil kunci. Wanita itu tidak begitu saja percaya tapi setelah Erika menunjukkan kartu kusus dari Nikita, segera wanita itu menyerahkan.
Malam yang penuh keringat dengan lari-lari. Meskipun setiap ruangan kapal ber AC tetep saja bikin gerah. Erika langsung membuka pintu kabin. Dan menemukan anak itu sedang menangis di samping sofa.
"Maafkan aku ya datang terlambat, " Erika menyesal tadi santai, malah mampir ngobrol dengan Jayden dan melakukan ini itu. Dikira Erika Anak itu bersama ibunya ternyata sendirian. Kamar segede ini, dia masih lima tahun dan sendirian.
"Aku lapar, " kata anak itu.
"Baiklah akan ku telpon room service untuk mengantar makanan kesini. "
"Bisakah mengantarku ketempat kemaren yang banyak makanannya? Kakak yang mengantarku kemaren kan? "
Erika menggaruk kepalanya dan mengamati anak itu. Memang cahayanya remang-remang. Lampu utama tidak hidup. Ia butuh waktu beberapa detik mengenali anak itu.
"Oh iya kemaren kita pernah ketemu."
"Ayo kak, aku lapar sekali. "
Erika lalu mengajak anak itu ke buffet. Awalnya ia tidak yakin buffet masih buka soalnya sudah hampir tengah malam. Ia belum pernah datang ke buffet malam hari. Tapi mereka beruntung, buffet masih buka walau yang ada tidak selengkap siang hari.
Erika mengambil tray berwarna merah tua dan memenuhinya dengan berbagai makanan. Terutama yang kira-kira Denis suka. Ia juga mengambil burger dan beberapa potong banana piza untuk dirinya sendiri. Oh dios mio. Hilangkan lemak di tubuhku walau akub banyak makan junk food. Doa Erika dalam hati. Mereka berdua kembali ke kabin Denis dengan 1 tray berisi makanan.
"Oh ya siapa namamu kemaren? " tanya Erika setelah menggigit banananya pizanya. Mereka makan di lantai yang seluruhnya dilapisi karpet.
"Denis kak. Kalau kakak siapa? "
"Aku Erika."
"Dari New York? "
"Wah kau tahu New York? Hebat. Pernah ke sana? "
"Aku pernah tinggal disana. Bicara kakak seperti orang BRONK. "
"BRONK itu apaan? "
"Tempat yang banyak penjahatnya. Kata Mommy. "
"Oh tempat Jenifer lopez berasal. Bukan, aku datang dari Mexico. "
"Mmmm.. ini Enak sekali.. " kata Denis sambil makan dengan lahap.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu tidak makan? " tanya Erika melihat Denis makan dengan lahap.
"Sejak tadi pagi. "
"Kenapa nggak bilang pada Mommy mu. "
"Mommy ada di kamarnya sendiri. sedang aku pindah kesini sejak dari tadi pagi. Jadi belum sempat makan. "
"Kenapa begitu.? "
"Katanya mommy pusing melihat aku nakal jadi mommy memindahkan ku ke kamar ini. "
Erika merasa prihTin. Ada orang yang tega membiarkan anaknya sendiri tinggal di kabin sendiri sampai kelaparan.
"Dengarin kakak Denis. Apa Denis sudah bisa membaca angka?"
"Sudah kak."
Erika mengambil notepad dan pulpen diatas meja telpon. Dia menulis beberapa angka nomer telpon room service dan nomer kabinnya.
"Kalau kamu lapar lagi kamu telpon nomer ini ya, Bilang mau pesan makanan.... "
"Kentang goreng sama ayam goreng ada? "
"Ada. semua makanan kesukaan Denis ada. Pencet angka ini ke telpon itu. Lalu bilang mau pesen makanan. Terus minta diantar ke kabin ini ya... Jangan lupa bilang diantar ke kabin ini... " Erika menunjuk angka yang barusan dia tulis dibawah nomer guest service.
"Iya kak." Denise sumringah mendapatkan hal baru. Makanan datang jika pesen jadi tak kawatir kelaparan.
"Oh ya waktu kamu lapar kemarin kan kamu sudah ku antar ke buffet. Kenapa tadi tidak ke buffet? "
"Kakak kan tahu aku tidak bisa buka pintu. Aku tadi udah berusaha buka tapi tidak berhasil malah tanganku sakit."
"Ah iya. "
"Kakak mau meninggalkan aku sekarang? "
"Tidak. Aku akan menemanimu seharian. Selama kau disini. "
"Horee aku punya tema."
"Apa kau tidak punya nanny? "
"Tidak. Aku tidak pernah punya nanny. "
"Kenapa? "
"Karena mommy tidak suka. "
__ADS_1
"Yang mandiin sama nyuapin kamu trs siapa kalau tidak ada Nanny? "
"Aku sendiri kak. Mommy akan marah jika aku tidak bisa melakukan sendiri."
"Kalau di rumah kamu juga sendirian?"
"Aku sekolah tiap hari kak. Sabtu minggu juga ke penitipan anak sampai sore."
"Lalu mommy mu tidur dimana sekarang. "
"Di kamar yang ada kolam renang uapnya. "
"Maksudmu jacuzzi"
Denis mengangguk. Erika bener-bener heran. Orang kaya punya banyak uang tapi tidak bisa memberikan sedikit perhatian pada anaknya sendiri. Kasian. Ibunya tidur di swift kabin. Anak sekecil itu tidur sendiri di kabin lainnya.
"Apa kau takut sendirian. "
"Tidak Kak. Aku sudah terbiasa. Aku hanya takut kelaparan. Soalnya aku tidak bisa masak. "
"Lalu kamu kesini mau liburan kemana? Sampai 3 minggu sepuluh kali cruise. "
"Kata mommy mau mencari daddy. "
"Daddy ada di kapal ini. "
"Ia kerja disini katanya. "
"Kamu tahu orangnya? "
"Tidak begitu kak. "
.
"Kalau sudah selesai. Cuci tangan dan sikat gigi lalu tidur ya. " pesan Erika.
"Apa kakak beneran disini? "
"Iya. Aku akan menemanimu. Jika kakak tidak ada tunggu saja. Kakak pasti kembali. "
Selesai membantu Denis skitar gigi dan cuci tangan. Erika menemani denis membaca buku cerita dan menemaninya sampai tidur.
Erika ketiduran dan bangun saat hpnya berbunyi.
"Ada dimana kamu? "
Suara Joe yang ketus terdengar disebrang sana. Wah dari pada bertengkar di telpon mending hadapi langsung. Erika pergi ke deck bawah dimana kabinnya berada dengan secepat yang ia bisa. Ini sudah lewat tengah malam. Tapi tenaganya full untuk bertengkar dengan Joe. Saat membuka pintu kabin. Joe duduk di bedanya dengan masih mengenakan seragam night shift. Matanya merah. Entah karna marah. Kecapekan atau sedang dibawah pengaruh alkohol. Ia memandang Erika sebentar sebelum menerkam nya.
__ADS_1