
Setelah perutnya sakit karena tertawa, Erika terhuyung masuk ke kabinnya. Joe sudah ada di dalam. Kelihatannya juga baru pulang dari kerja. Ia masih memakai celana kerja tapi bajunya sudah tersampir di sebelah cabinet. Karena Joe diam saja, Erika juga tidak menyapa. Tapi sesekali Erika melirik Joe dengan ekor matanya. Saat tatapan kebetulan bertemu dengan mata Joe yang dingin dan seperti pedang tajam yang bisa merobek mata Erika. Erika lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Situasi beku selama beberapa menit tapi berasa sudah ratusan tahun. Erika memutuskan untuk mandi saja, lalu tidur jadi aman dari Joe, tapi tangannya ditahan Joe. Dengan kasar Joe mendorong tubuh Erika ke dinding. Menatap dengan tatapan tajam yang bisa merobek kulit.
"What?" Erika menatap tajam juga. Membalas Joe. Dia tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Joe. Yang membuat Joe marah, tapi Erika tahu sesuatu akan menimpanya.
"Kau masih tanya apa?" Joe mengeraskan cengkramannya.
"Aww sakit, " Erika mencoba melepaskan cengkraman tangan Joe tapi gagal. Tangan Joe jauh lebih besar dan kuat.
"Emang apa yang ku lakukan padamu? Rasanya aku tidak melakukan apapun, " Erika berpikir keras tapi tidak menemukan apapun di pikiranya. Ia mencoba mengingat tapi tidak ada hal yang dilakukannya untuk Joe.
"Jadi kau tidak ingat juga. Kau menggoda pria lain di ujung lorong kabin ini. Dan sekarang kau tidak merasa bersalah. "
"Oh itu. Kan hanya bercanda, " Erika mengingat dia dan Jayden tadi dan ia tertawa. sedangkan Joe masih pasang muka marah. Tawa Erika seketika berhenti.
"Cium aku cium aku.. muah muah muah, " Joe menirukan Erika saat bersama Jayden dengan nada mengejek.
Seberapapun Erika mencoba membela diri tetap saja dia akan salah dimata Joe. Tapi Erika pantang menyerah. Ia tetap ngotot dan keukeuh bahwa tadi bercanda bukan beneran. Dan itulah yang diharapkan Joe. Semakin Erika keukeuh, semakin dia bersemangat.
"Sudah punya cowok untuk bermesraan kau malah menggoda cowok lain?"
Oh, sekarang Erika paham. Joe cemburu saat dia bersama Jayden.
"Jadi kau cemburu? cemburu?"
"Tidak. Aku hanya marah. Siapa yang tidak marah melihat ceweknya sedang menggoda cowok lain di deket kabin kita lagi. " Joe berdecak kesal.
" Itu namanya cemburu. "
" Tidak mungkin aku cemburu. Hey, apa kau tidak ada niat minta maaf padaku?"
" Tidak. Aku tidak merasa berbuat salah padamu. Tidak ada alasan untukku meminta maaf.
Yes. Itu lah yang ditunggu Joe. memancing ego dan harga diri Erika. Lalu ia bisa berbalik menyerangnya.
"Kau harus menebusnya?"
"Emang siapa yang menculikmu? pake acara tebus segala. Nggak Ada tebus-tebusan. "
"Bagiku itu pelanggaran bagi hubungan kita. Kau dulu mau melakukan apalapun untukku. Aku pikir mungkin aku akan membebaskanmu setelah akhir kontrak. Tapi setelah kau menggoda runner shift malam. Aku akan menambahkan hukuman selama dua kontrak lagi. "
__ADS_1
"Mana ada yang seperti itu?"
"Kalau tidak mau aku akan lapor ke hrd?"
Mendengar kata Hrd membuat Erika pusing. Ia memang benar takut jika dillotkan ke hrd. Bukan takut menghadapi hrd nya. Tapi takut dengan dampak kedepannya. Kalau ia sampai dipecat. Tak ada lagi perusahaan kapal pesiar yang akan menerimanya.
"Baiklah. Apa yang kau mau? "
"Sesuatu yang panas. Mungkin sedikit liar. "
"Aiyaya." Sebenarnya Ia takut kalau memang jadi liar. Ia jadi tidak bisa mengendalikan diri.
"Bisakah kau melakukan lain kali. Lagian kau harus masuk malam, " Erika mencoba bernegosiasi.
"Tidak bisa. Lakukan sekarang dengan cepat," berbisik di telinga Erika membuat yang punya telinga merinding.
"Atau mau yang sejam atau semalaman tidak masalah. Aku akan membuat alasan untuk tidak masuk kerja jika kau menginginkannya."
"Aiyaya.. mesum sekali otakmu, " sekarang Erika diposisi seperti Jayden tadi.
"But you Like it, rights? " Joe mencium leher Erika dan dia mulai merinding. Dan saat bibir Joe mendarat di bibir Erika. Erika mulai kehilangan kendali atas tangan, bibir, dan tubuhnya yang menginginkan Joe. Malam panas pun dimulai.
"Hei, sudah 2 jam telat. Kau darimana saja. "
"Aku tidur di kabin., " jawab Joe.
"Apa-apaan kau ini. Anak buahmu sudah menunggu. "
"Aku kerja siang dan malam selama 18 jam. Tidak ada yang menggantikanku. Wajar jika aku istirahat sebentar di kabin, " Joe mau meninggikan suara tapi tidak jadi. Tidak ingin membangunkan Erika.
Joe meninggalkan Erika yang masih tertidur, ia pergi ke public area. Joe kembali ke kabin Dua jam sebelum Erika bangun.
Erika tidak menyadari bahwa Joe meninggalkan nya semalam dan balik lagi. Saat Ia terbangun. Ia masih dipelukan Joe. Tubuhnya hanya tertutup slimut. Kulit Joe hangat. Wajah Erika nempel di dada Joe yang sedikit berbulu coklat. Maklum Joe keturunan kulit putih murni. Ayah dan ibunya berkulit putih dan berambut terang. Sedangkan Erika berkulit coklat gelap. Erika mengusap-ngusap perut Joe yang seperti roti sobek. Nyaman sekali.
"Mau mengulanginya lagi?"
tawar Joe.
"Erika menggeleng
" Apa kau yakin?"
__ADS_1
"Habis ini aku kerja. Aku tidak punya tenaga lagi untuk melakukannya. "
" Mungkin setelah pulang kerja?" tawar Joe lagi.
" Aku tidak kepikiran. "
"Baiklah nanti aku ingatkan, " Joe tersenyum. Ia semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh Erika. Gadis ini membuat hatinya nyaman. Wanita yang dulu - dulu hanya one night stand saja. Cukup sekali dan ganti lagi. Dengan Erika ia tak akan pernah bosan. Ia ingin melakukannya selamanya.
"Rasanya kau selalu salah momen. Jika melakukannya nanti ada boat drill dan aku harus berjalan naik tangga ke lantai 5 untuk berkumpul di muster station ku. Aiyaya.. "
"Momen yang tepat itu seperti apa dan kapan. rasanya bagimu tidak ada momen yang tepat. Jadi tidak usah menunggu momen yang tepat. just do it. Lakukan saja. tanpa banyak berpikir. "
"Apa kau tidak punya rasa capek setelah melakukannya?"
"Melakukan apa?" Joe memancing.
"Itu."
"Apa?"
"Hiihh.. kau pura-puta bego. Sudahlah aku mau ke kamar mandi.
" Aku ikut. "
" Tidak mau."
Ketika Erika masuk ke kamar mandi, Joe mengikutinya.
" Yang benar saja kau. "Erika tak percaya Joe menunggunya pipis.
Setelahnya Erika melihat Joe menegang dan menerkam Erika. Mereka melakukannya lagi.
Memulai hari dengan panas membara.
Tanpa pamit Erika hendak pergi. Ia membuka pintu kabin. Tapi Joe menarik tangan Erika dan memeluknya. Erika mendorong Tubuh Joe.
" Aku tidak mau melakukannya lagi. "
"Peluk aku sebentar. Aku perlu mengisi baterai di tubuhku, " Joe memeluk Erika dan Erika tidak berontak. Ia menepuk pelan punggung Joe.
10 menit berlalu Joe melepaskan Erika dan membiarkannya pergi ke crew mess untuk sarapan.
__ADS_1