
Jayden berpapasan dengan Erika di hallway. Ia mau ke loker mengembalikan machine shampoo. Erika sedang menuju mesin clock in.
"Sepertinya semalaman angin topan mengikutimu saat sedang menyampaikan, " kata Erika melihat Jayden kusut dari muka sampai uniform nya.
"Ini gara-gara bos pengganti menyuruhku nyampoo di Koridor cabin tamu malam-malam. Yang punya kabin marah-marah terlalu brisik mendengar mesin shampoo ku, lalu dia menyiram ku dengan separuh wine yang dipegangnya."
"Kasihan sekali, apa kau lapor HRD? "
"Untuk apa? pekerja rendahan di kapal ini dijadikan tumbal dan bola. ditendang kesana kemari. Di marahi kesana kesini. No body take care. "
"Kalau ketemu aku bantu kau menghajarnya. Joe kan yang melakukannya? "
"Bukan. Dia tidak muncul semalaman. Baru 2,5 sendiri yang menggantikannya. Walo kesalahannya, tapi no take care you know,. "
"Tapi dia tidak tidur di kabin semalam, " gumamnya.
"Apa? Tidak ada di kabin? " Jayden pura-pura terkejut. Padahal ia sudah tahu kalau Joe dan Erika se kabin dari dulu.
"Ssst... Aku tahu kau sudah tahu, tapi pura-pura lah tidak tahu, " Erika menempelkan telunjuk ke bibirnya.
Jayden nyengir sambil mengelus kepalanya yang plontos.
"Kasihan.. semoga dia botak telah memperlakukan anak buah kayak gitu. " lanjut Erika.
"Dia kan otw botak. "
"Iya juga ya. Kalo begitu semoga t*t*tnya letoy. "
"Hua ha haha..! Kasihan kalau itu. Tinggi besar, botak tapi letoy, ha ha ha. "
"Biar deh. Hanya itu yang ada di kepalaku. udah dulu ya.. aku sudah telat nih. " Erika meninggalkan Jayden yang masih menahan sakit perutnya karna tertawa.
***
__ADS_1
Semua crew housekeeping shift pagi yang bekerja di public area sudah berkumpul di staircase aft. Beberapa sedang menggosip. Sudah limabelas menit berlalu manager belum datang. Mereka tidak ada yang berencana menelpon housekeeping office. mending lebih banyak mamagayo(bersantai) dari pada kerja diomelin melulu.
Hampir setengah jam baru terdengar suara pintu staircase terbuka. Joe datang dengan mata sembam. Rambutnya yang sedikit ikal dan masih setengah basah sedikit tidak rapi, karena Joe berjalan tergesa-gesa.
Semua crew shift pagi terkejut. Bukan Manoj yang datang tapi manager shift malam. Tak terkecuali Erika, dia kaget antara bukan Manoj yang datang dan bau shampo Joe serta bentuk badanya yang adonis. Ganteng dan menawan, membuatnya merinding.
"Good morning everyone, Manoj tidak datang hari ini karena sakit. Saya akan menggantikannya. Karna sudah siang bekerjalah seperti biasa. Tidak ada meeting kusus pagi ini. Lets get start it!" sebelum ada yang protes Joe berbicara cepat dan keras. Ia segera membubarkan pertemuan. Tangannya menarik Erika yang akan keluar belakangan.
" Mau kemana kau? Sedari kemarin aku belum menciummu. " Joe memeluk Erika dari belakang dan Erika berusaha mengelak.
"Lepaskan! " teriak Erika lirih, ia tak mau ada crew yang melihat mereka berdua ada di staircase.
"Kiss me first. Baru aku lepaskan."
"cup! " sekilas Erika mencium tapi Joe tetap tidak melepaskan Erika.
" Aku sudah telat. Gimana kalau mereka mencariku? "
"Aku akan bilang kau bersamaku, " Joe menyeringai, ia tahu jalan pikiran Erika untuk membuat alasan.
"Cium aku dulu. Sedari kemaren aku belum menciummu.! "
"Salah sendiri. Dari kemaren tidak ada di kabin. Sia-sia aku mengkawatirkanmu kemaren. Ternyata sedang chiki-chiki dengan wanita. "
"Cemburu.. Ah kamu cemburu..! "
"Tidak."
"Cium aku sekali lagi. Aku akan mrlepaskanmu. "
Baiklah, Erika mengikuti permainan Joe. i
Ia mencium Joe cup cup lalu saat Joe melepaskan pelukan, bertepatan Erika menginjak kaki Joe dengan keras.
__ADS_1
"Aww... sarapan apa sih tadi. Tenagamu kuat sekali.
Erika tidak menjawab, ia segera kabur dari staircase. Jika berlama-lama dengan Joe, ia bisa kehilangan kendali dan melakukan hal mesum tanpa peduli ada dimana. Sekarang aja rasanya panas dingin. Nanti pasti tidak konsentrasi kerja.
" Gadis itu kuat sekali. Tendangannya seperti tendangan kuda saja, " Joe meringis sambil melepaskan sepatunya. Mengecek kakinya yang diinjak Erika apakah bengkak atau tidak.
"Sia-sia aku mengkawatirkanmu, " Joe mengulang kalimat Erika dan entah kenapa hatinya mendadak di penuhi bunga lavender yang sedang wangi bermekaran.
Belum pernah ada seorang wanita selama ini, yang mengatakan ia mengkhawatirkan Joe kecuali ibu dan nanny nya. Semua pacarnya dulu tidak pernah mengatakannya. Hanya I miss you, I love you I need you kalau Joe telat memberikan uang atau hadiah mewah.
Joe berspekulasi, Erika mencemaskan keadaanya sekaligus cemburu. Karena Joe tidak ada di kabin. Dan sedang bersenang-senang dengan wanita lain. Itu membuatnya Joe tertawa. Dag dig dug. Ternyata seperti ini rasanya dicemburui.
Padahal semalam ia ketiduran, di cabin Martin. Karena terlalu banyak minum. Ia bilang tetap harus kerja setelah menggantikan Manoj. Tapi Martin menahannya.
" Nanti dulu lah. 2 shoot more. Okey. " kata Martin.
"Tapi aku harus kerja. Mereka sudah menungguku. "
"Kau banyak berubah. Sejak kapan kau peduli pada orang lain apalagi pada Anak buahmu. "
"Kasihan mereka tidak ada yang take care. Dan selalu jadi kemarahan dan sasaran kejelekan siapapun di kapal ini. "
" Lalu kenapa kau peduli? "
"Mereka sepertiku. No body respect. Tidak ada yang peduli padaku. "
"Aku peduli padamu. Bibi juga. "
"Kalian bukan termasuk orang lain. Tapi kalian adalah bagian dari diriku sendiri. "
Joe menyesap minuman yang ada ditangannya. Saat diletakkan di meja, Martin menuangkan lebih banyak lagi. Biar Joe bisa melepaskan sedikit stressnya dengan minuman. Akhir-akhir ini dia jarang minum
One more shoot dan Joe tumbang kebanyakan minum. Setelahnya Martin menelpon Nikita kalau Joe tidak bisa bekerja karena tidak enak badan. Dan esok hari mungkin dia agak sedikit telat jadi harap di maklumi. Nikita tahu hubungan Martin dan Joe adalah teman di perguruan tinggi.
__ADS_1
Jadi sekarang Nikita harus berpikir berkali-kali kalau harus memberikan hard time pada Joe. Tapi Nikita masih punya sela untuk memberikan hard time tanpa sepengetahuan Martin. Dengan memberi hard time pada anak buah Joe. Joe tidak akan bisa menolak dan selalu membela anak buahnya mati-matian. Bahkan bila dipecat Joe akan melakukan nya dengan senang hati. Kadang juga Nikita harus menggigit jempolnya, bagaimanapun rencana busuknya diketahui Martin. Atau tanpa sengaja Martin menyuruhnya melakukan special project entah apa itu ga jelas. Dan Nikita masih curiga kalau sebernya Joe selalu bilng ke Martin bahwa Nikita memberinya hard time, ini yang selalu muncul dalam hatinya.
Makanya Nikita terobsesi menjadi hotel direktur setelah keinginannya dia ingin menjadi houskeeping manager tinggal setengah bar lagi. Hotel direktur akan membawahi beberapa departemen kecuali engine dan deck.