Love In Cruise Ship

Love In Cruise Ship
he's gone also


__ADS_3

Seperti kata Joe. Samantha pergi dari kapal itu di cruise terakhir. Tapi Joe ikut menghilang juga. Beberapa cruise setalah samantha pergi, Joe tidak ada di kapal. Jadwal kerja Erika sudah berbeda dengan Joe sejak pengganti Manoj datang, Vinayak. Erika bahkan pernah sengaja membolos untuk melihat Kabinnya. Apakah Joe Ada di kabin sedang tidur. Ternyata tidak Joe tidak ada, ia menghilang seperti asap. Lenyap begitu saja.


Pakaiannya masih rapi tertata di lemari. Lugagenya masih ada samping lugagenya Erika. Yang ikut hilang hanya Dompet dan hpnya. Bahkan crew id masih tergantung rapi. Erika sampai bertanya ke crew office apa sudah sign off si Joe. Petugas crew office bilang Joe belum sign off.


Khawatir terjadi apa-apa, Erika sampai mengecek open deck. Apa jangan-jangan Joe terjun ke laut. Tapi Erika tidak mendengar sirine dan pengumuman mana overboard dari bridge. Sedikit clue dia dapatkan dari mencuri dengar crew yang menggosip.


"Tau nggak baru 1,5 houskeeping yang suka memberi hard time pada bar departemen. Aku melihatnya keluar dari pier dengan keadaan acak-acakan. Kayaknya dia dipecat deh, " cerita bar waiter pada bar steward.


"Masa dipecat. Mungkin mau mengurus imigrasi kali. Tapi kuharap dia dipecat. Dia suka sekali memberi hard time dengan alasan itu tugas bar departemen jangan menyuruh housekeeping " timpal seorang bar steward.


"Sejak kejadian itu aku belum melihatnya sampai hari ini. Kurasa memang dipecat."


"Tapi dia kan dari usa untuk apa pergi ke imigrasi segala. "


'Entahlah. Aku harus clock in dulu. Sampai nanti ya. Nanti ku bawakan liquor, " pamit bar waiter pada bar steward.


Selalu saja Erika mendengar omongan tidak enak tentang Joe. Tapi ia tidak peduli. Ia yakin Joe adalah orang baik dibalik sikapnya yang mudah naik darah. Sekarang ia tidak peduli, apa yang dikatakan orang asal tahu kabar Joe. Apa masih hidup.


Ingin bertanya pada Martin. Tapi Martin juga susah di temui. Apa mereka pergi bersama. Erika segera menepis pikirannya. Ia kadang masih melihat Martin dari kejauhan tapi sulit dijangkau. Tak mungkin Erika berteriak di public area pada Martin dan bertanya dimana Joe sekarang.


Dalam hati yang sepi dan sering loading karena capek dan banyak pikiran. Ada Jayden yang kebetulan selalu ketemu. Membuat Erika bersemangat. Kerja di kapal pesiar tidak semudah seperti bayangannya dulu. semakin hari semakin berat.


"Apa yang membuatmu tetap ceria seperti itu. Padahal kau sign on lebih dulu dari aku, " tanya Erika. Jayden dan Erika sedang ada di open deck. Karena gabut. Capek bekerja tapi tidak bisa istirahat dengan damai.


"Ibuku, " Jawab Jayden. Ia tersenyum. Erika yakin Jayden sedang membayangkan wajah ibunya. Atau setidaknya kenangan kenangan manis bersama ibunya.


"Ibu dulu bekerja lebih keras dari pada aku. Mencukupi kebutuhanku. Walau bekerja keras tapi setiap kali pulang ke rumah dia selalu tersenyum padaku. Dengan senyuman yang lelah. Dirumah masih membereskan pekerjaan rumah. Setiap kali aku merasakan capek aku selalu ingat perjuangan ibuku dulu. Lagian aku masih tidak terbebani dengan siapapun harusnya aku lebih bersemangat lagi, "lanjut Jayden panjang.


" Kau benar juga. Aku selalu ingat ibuku ketika aku bersedih dan itu membuatku lebih baik. Kadang entah kenapa aku tidak brrsemangat walau memikirkan ibuku. Pikiranku mengatakan ayo tapi tanganku tidak mau bergerak melakukannya."

__ADS_1


"Mungkin kau terlalu stres. Ada kalanya orang perlu pelarian. Aku kadang berteriak di open dek sini. Atau menyanyi di ruang karaoke. Mengeluarkan beban di hati. "


"Kadang aku ingin minum tapi kalau aku mabuk kau tau sendiri seperti apa. Dan esok pagi aku tidak bisa bangun tepat waktu. "


"Kalau menurutmu minum bisa mengurangi stres mulai ya minum saja di kabin. Jangan di tempat umum. "


"Ya itu aku tidak bisa bebas. "


"Senorita, hidup ini tidak hanya tentang apa yang tidak kau sukai dan apa yang kau sukai. Tidak seperti orang us. Jika tidak suka ya tinggalkan. Lakukan yang disukai. Bukan seperti itu. Tapi hidup ini tentang tanggung jawab. Meskipun kerjaaan tidak disukai tapi kalau gajinya besar pasti dilakukan juga kan. "


"Nikmati saja pekerjaan ini dan bersenang-senanglah sebentar untuk melepas semua bebanmu. Aku tahu kau masih butuh uangnya. Akupun begitu. "


Jayden seorang gentleman. Di waktu senggang ia mengantar Erika sampai ke kabin setelah angin laut mulai terasa dingin.


"Kau sangat perhatian sekali padaku. Apa kau naksir padaku? " goda Erika.


"Tidak. Aku hanya melakukannya karna aku seorang pria. "


"Tidak. dari awal sama sekali tidak naksir. "


"Apa aku kurang menarik. "


"Tidak juga. Aku hanya malas pacaran untuk saat ini. "


"Ah kau begitu menarik untuk digoda. "


"Kalo bos ga ada kau genit sekali, " kata Jayden langsung kabur.


Erika tertawa. "Habis kamu lucu sekali. Biasanya laki-lakibkalo digoda cewe langsung mau. Sedangkan kau tidak. "

__ADS_1


"Aku tidak bisa mempermainkan cewek. Walu mereka yang menggoda duluan. "


"Kau benar-benR cowok langka. Tetaplah sepeti itu untukku, " Erika memeluk Jayden. Ia mendadak menangis. Teringat Joe. Jayden yang dipeluk hanya mematung. bingung mau ngapain. Akhirnya dia menepuk-nepuk pundak Erika pelan. Pasti Erika sedang berusaha melewati masa-masa sulit. Jayden tidak bertanya lebih jauh.


"Semua pasti akan baik-baik saja, percayalah padaku. Seberapa berat yang kau hadapi. Kau hanya harus menghadapinya. dengan kuat. Nanti badai itu akan berlalu dengan sendirinya. Kau hanya butuh untuk menguatkan dirimu sendiri, " Jayden menepuk lembut punggung Erika.


Setelah dirasa Erika tenang Jayden meninggalkannya. Dan ia berpapasan dengan Martin.


"Kau berhubungan dengan cewek itu? " tanya Martin.


"No sir, " jawab Jayden sambil menggelengkan kepalanya lesu.


"Lalu kenapa kau nampak mesra berpelukan dengannya? "


"Dia yang memelukku sir. Dia sedang dalam masa sulit. Aku tidak tahu pasti. Yang jelas dia perlu seseorang untuk menghibutnya atau sedikit bercerita, " Jayden berlalu pergi.


Martin tidak merasa Jayden bersikap kurang sopan. Tapi ia mendadak mendapatkan ide. Sedikit rencana buaya mungkin dapat membuat Erika berpaling meninggalkan Joe


Ia tahu Joe pergi dari kapal. Tapi memang ia belum bercerita pada Erika karena memang ia sibuk. Dan beberapa cruise terakhir ia tidak berjumpa dengan Erika. Martin merencanakan sesuatu. Yang mungkin isa menghibur Erika dan kalau Martin beruntung Erika akan kepelukan Martin dengan sendirinya.


Walau Erika milik Joe tapi hasrat Martin susah sekali di crgah untuk mencoba mendapatkan Erika. apalagi Joe sedang tidak ada. Semakin besar kesempatan Martin untuk mendekati Erika. Martin mengeluarkan HP dari dalam sakunya dan memencet nomer seseorang.


"Berapa lama lagi kau disana? " tanya Martin.


"Tampaknya agak lama, " suara ketus terdengat dari sebrang.


"Baguslah. Kalau bisa selamanya kau tak kembali. Aku akan mendekati gadis itu, "


"What the ****. Berani kau melakukannya akan kubunuh nanti. Lagian dia mencintaiku. '

__ADS_1


" Akan kubust dia ke pelukanku dengan sendirinya. "


"Awas ya. Liat saja nanti..... " Martin menutup telpon Joe yang belum selesai mengumpat.


__ADS_2