
Erika mulai mengakui dan sudah meletakkan hatinya pada Joe. Namun rasanya hubungan mereka tidak berjalan semulus punggung Gal gadot. Ia tidak bercita-cita punya hubungan yang rumit. Sejak remaja ia tidak pernah pacaran karna membuat pikirannya tambah rumit. Disaat teman sebayanya sudah punya pacar bahkan ada yang lebih dari satu. Ada juga yang sering gonta ganti pacar. Erika yidak ingin dia pusing memikirkan apakah pacarnya mendua. Atau setia. Erika selalu memutuskan jika pacarnya tidak setia atau laki-laki tidak mencintainya, dia akan memilih mundur.
Sekarang Erika sedang gamang dan galau. Ia berpikiran untuk putus dengannya Joe. Belum terlalu terlambat mengakhiri hubungan. Ini baru hitungan bulan. Sebentar lagi jika Erika vacation mungkn saat yang tepat jika putus. Dan mereka belum tentu ketemu lagi di kontrak setelah vacation Kapal happy cruise tidak hanya satu. Jadi kemungkinan bertemu tidak terlalu banyak.
Dalam benak Erika selalu tetlintas saat Joe bersama dengan Samantha. Memikirkan itu membuat hatinya ngilu. Erika sadar betapa dirinya hanya seorang crew rendahan di kapal happy star. Jika pacarnya disukai orang yang bisa menyewa kabin swift selama beberapa minggu bersama anaknya, tentu Erika tidak bisa menyainginya. Mending Erika mundur teratur.
"Kau berjalan seperti zombie senorita, " suara yang sangat dikenalnya menepuk bahu Erika dengan tumbler minuman.
"Bersamamu beberpa bulan ini. melihatmu kelihatan tampak waras dari pada pertama kali aku tiba disini, diantara banyak crew yang kelihatan sudah tidak waras, " jawab Erika asal. Yah dulu Jayden seperti zombie di kapal ini karna sudah lama tidak ada jadwal vacation. Tapi sering ketemu Jayden beberapa bulan ini tampak Jayden kelihatan sangat ceria dan masih penuh semangat dari pada kebanyakan crew dan dari pada dirinya sendiri yang kelihatan seperti Zombie. Semangat dan keceriaan mulai pidato ditelan jam kerja yang tinggi dan rasa lelah yang berkepanjangan tanpa libur.
"Jadi semangatmu sudah mulai melemah? "
"Tampaknya iya Jaydenito, " Erika menarik nafas panjang.
" Tidak boleh seperti itu. Ingatlah tujuan kamu ke kapal dan apa yang membuatmu semangat, Setelah dolar terkumpul banyak bolehlah kau berpikir untuk reti reply senorita. "
" Apa yang membuatmu semangat Jay? Pacar? "
"Tidak. Aku tidak punya pacar. "
"Disini memang kau tidak punya. Kalau back home gimana? Pasti punya. "
"Aku juga tidak punya hahahaha, " Jahdrn menertawakan nasibnua sendiri.
"Apa kau sungguh laki-laki normal? "
"Tentu."
"In my country lelaki seumuran sudah banyak yang punya anak . Yang menikah ataupun belum. Mungkin sudah berganti pasangan puluhan kali. "
"Kalau di tempatku banyak bujang lapuk. Mereka hidup melajang tidak pacaran. Tapi ya dijodohkan lalu menikah. Ada yang jomblo lama lalu ketemu pacar lalu menikah atau langsung dijodohkan dan menikah. Banyak juga yang gonta ganti cewek. Tapi akan dapat stigma dari masyarakat yang buruk. "
"Karna takut stigma masyarakat itu makanya kamu takut punya pacar? "
__ADS_1
"Bukan begitu juga. Cuma punya pacar bukan prioritasku saja. Ya, aku mau kumpulin dolar banyak dulu selagi aku masih muda dan kemudian pensiun. Kau tahu tidak selamanya juga kita bisa kerja di kapal kan. tenaga kita terbatas. Meski company mengijinkan kita kerja sampai umur 60 taun. Tapi aku tak mau menyia-nyiakan waktu bersama keluargaku juga. "
"Wah kita sama ya misinya. Aku juga tidak mau meninggalkan keluargaku lama. "
"Maka jika kau lelah ato sedih di kapal ini dan tidak ada seseorang untuk sharing, ingatlah tujuan awal kamu kerja di kapal oke. "
"Yess sir, " Erika menjawab seperti seorang officer pada kapten.
"Lalu apa yang membuatmu semangat? "
'Ibuku. Selama ini dia segalanya. "
'Wah kita sama. Ibuku segalanya bagiku. Dia sudah banyak berkorban untuk kami. '
"Bagaimana dengan ayahmu. "
"Dia masih ada tapi aku tidak mau membicarakannya. Dia seperti benalu di keluarga. Jadi ibu seperti single mom. Untunglah kakakku membantu juga. "
"Ibuku juga single mom. Aku bahkan tidak pernah ketemu ayahku. Aku tidak pernah tanya sih. Bertanya tentang ayahku membuat ibuku sedih jadi aku tidak bertanya lagi, " Jayden menghela nafas panjang.
"Ahh aku hampir lupa. Gimana kakimu? Apa sudah baikan?"
"Aku jadi ingat juga... " Erika menendang Jayden.
"Aughhh... " Jaydrn meringis kesakitan.
"Kenapa kau menendang ku. "
"Itu balasan. Kenapa memberikan obat aneh pada juragan. Dia menyiram kakiku dengan air kencing. "
"Hahahaha.... Beneran dia melakukannya. Huahahaha... "
Erika hendak amenendang lagi tapibJauden berhasil menghindar.
__ADS_1
"Lha kenapa kau mau. Harusnya kau bilang aku akan menyiramnya sendiri dengan air kencingku. Tapi sudah baikan kan? "
Kalau dipikir Jayfrn ada benarnya. Kenapa dia mau disiram Joe. Apakah dia sebenarnya senang melihat Joe tidak berpakaian seperti kemarin.
"Ahh... aku mau pergi. "
Erika pergi ke kabinnya lagi. Meninggalkan Jyden. Erika lupa tujuan awalnya ia mau pergi ke crew mess untuk makan. Jadi tidak berselera. Dan dia meneguhkan hati sebaiknya berpisah dengan Joe.
Manoj sudah bekerja seperti sebelumnya jadi Joe tidak perlu mengcober kerjaan Manoj. Tapi Joe masih sering menghilang. Entah sedang apa. Mungkin membereskan masalah dengan wanita itu. Atau malah lagi asyik berdua di kabin swift yang wanita itu sewa. Memikirkannya saja membuat Erika merasa gila.
"What? " Joe merasa dipelototi Erika saat membuka pintu kabin. Erika sudah menatap pintu itu sejak 30 menit yang lalu.
"Kau pasti bertanya dari mana saja aku. Yah tentu saja menye selesaikan masalahku. Mengurai benang kusut satu persatu, " jelas Joe yang merasa dipersekusi. Erika masih melotot. Namun sebenarnya otaknya setengah kosong.
"Honey, area u alright?" tanya Joe lagi. Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres pada Erika. Joe menempelkan telapak tangan ke dahi Erika. Namun Erika tidak demam.
"Joe, Aku mau ngomong penting kali ini. Duduk dan dengarkanlah, " kata Erika seperti seorang wiseman pada seseorang yang kalit dan butuh nasehat. Joe patuh. Ia duduk di bed bawah.
Joe menatap Erika. Bersiap mendengarkan Erika. Joe pikir, ini pasti hanya sesuatu yang remeh yang membuatnya tertawa. Kadang Erika terlalu naif.
"Katakanlah apa yang ingin kau katakan. Aku sudah siap mendengarkannya. "
"Jika itu sebuah permintaan aku akan mengabulkannya. " lanjut Joe melihat Erika kembali diam saja.
Erika sedang menata hati tapi dianggap Joe malah sedang main tebak-tebakan
"Joe, aku mau kita putus saja. " kata Erika.
"Baiklah aku akan mengabulkannya, " kata Joe.
"Tunggu. Apa? putus? " ralat Joe.
Erika mengangguk.
__ADS_1
"But Why? what? No, I don't want! " Joe berdiri mendadak karena kaget. Membuatnya kejedot bed atas milik Erika.
"Break up? No way! " Tolak Joe tegas.