Love In Cruise Ship

Love In Cruise Ship
Samantha Hughes


__ADS_3

Seorang wanita memakai dress bermotif bunga dan topi lebar berjalan anggun di gangway. Dibelakangnya ada dua orang hotel steward yang satu mendorong troli berisi beberapa lugage. Troli itu sedikit oleng kelebihan muatan. Yang satunya hotel steward mengawasi anak laki-laki kecil yang berlari kesana kesini.


Anak itu sungguh aktif. Takutnya ia nyemplung ke laut saat melewati jembatan antara pier ke kapal. Ia melompat-lompat. tengok kanan kiri dan menggoyangkan jembatan sambil melompat. Sungguh menegangkan sekali.


Para petinggi di kapal tidak tahu siapa wanita itu. Kecuali sang kapten dan si hotel direktur yaitu Martin. Mereka mengira dia hanya wanita yang menyewa cabin vvip atau swift. Dan wanita itu minta satu orang crew untuk menjaga anak lelakinya. Dia menganggap dirinya eklusif, padahal orang di kapal banyak yang tidak tahu dan tidak perduli. Setidaknya untuk saat ini. Manifest di kapal happy star ia tertulis tamu vvip.


"Halo Good afternoon madam, " Sapa staf kapten yang menyambutnya. Kapten tidak menyambut. Ia sedang pergi keluar.


"Good afternoon," sapa wanita itu anggun. Ia menganggukkan kepalanya ke bawah.


Diujung lorong, wanita itu melihat Martin. Ia kembali dari mengantar Erika.


"Martin! " sapanya.


Yang disapa menengok dan pura-pura terkejut.


"Oh Hai Samantha. Welcome on board, " Balas Martin.


Lalu wanita yang bernama Samantha cipika cipiki dengan Martin. Secara pribadi Martin tidak ada masalah dengan Samantha. Tetapi karena dia selalu ada di pihak Joe. Jadi yah tanggapannya agak beda.


"Kenapa pindah ke kapal? " tanya Samantha berbasa basi. Ia sebenarnya sudah tahu Martin ke kapal untuk membantu Joe.


"Ada kerjaan yang harus ku selesaikan disini jadi ya sementara kantor kutinggalkan, " Martin menuntun Samantha berjalan menuju kabinnya.


"Mengawasi Joe?"


"Tidak juga. "


"Iya juga dia pasti susah diawasi. "


'Ya begitulah. Lebih ke melarikan diri dari hari-hariku yang sibuk di Miami. Disini kerjaanku tidak begitu banyak... "


" Jadi kau bisa menggoda cewek-cewek dari berbagai bangsa. "


" Ah iya. "


"Sudah berapa banyak?"


"Aku lupa berapa?" Martin nyengir.


"Ya sebenarnya ada yang sedang aku kejar. Tapi dia tidak mau. "


"Kenapa?"


"Karena posisiku? " Martin terkekeh mengingat Erika. Ya dia mundur teratur dan takut setelah mengetahui dirinya seorang hotel direktur.


"Tak biasanya cewek ketakutan melihat cowok yang mengejarnya punya posisi penting. Biasanya mereka bangga. Atau bahkan menginginkan laki-laki yang kaya sebagai pacarnya. "


"Seperti kamu misalnya? " Martin bicara se biasa mungkin tapi sebenarnya Samantha merasa di skak mat. Tapi ia harus bersikap anggun.


"Iya, kalau itu menurutmu. "


"Oh maaf."


"Tak apa. "

__ADS_1


"Ngomongnya ngomong berapa lama kau akan disini. "


"Tergantung.Mungkin sebulan atau lebih. "


"Apa tidak bosan. Kapal ini hanya 4 atau tiga hari cruise. "


"Ya bagaimana ya, aku harus mengenalkan anakmu ke bapaknya. "


"Apa kau yakin dia bapaknya? "


"Tentu." Samantha melirik Martin dengan tajam. Nah kelihatan Martin membela Joe


Mereka terus berjalan dan seteleh beberapa menit naik elevator tibalah mereka ke deck paling atas. Disana ada kabin vvip pesanan Samantha.


"Here we go. Kita sudah sampai di kabinmu, "


"Ok. Trimakasih Martin sudah mengantarkan ku. "


"Sama-sama, " Martin tersenyum setelah membukakan pintunya.


2 kabin steward juga ikut berhenti di depan kabin. Wajahnya lega. Akhirnya bisa sampai.


"Tidak kah kau akan memberi tip pada mereka?" tanya Martin melihat kasihan pada 2 kabin steward itu.


" Tentu, " Samantha merogoh uang dan memberikan tip masing-.masing 100 dolar untuk kedua hotel steward itu. Kedua kabin steward itu tampak kegirangan. 100 dolar itu tip yang besar.


"Oiya Martin, aku butuh seorang pengasuh untuk anakku. "


"Tapi disini tidak ada pengasuh. Kalau kau butuh tempat penitipan anak ada daycare disini. Tapi buka jam 8 tutup jam 5."


"Kalau yang seperti itu tidak ada disini. Kau seharusnya membawanya dari Miami. "


Sebenarnya sesuatu yang ceroboh juga, Samantha tidak membawa pengasuh dari luar. Awalnya dia ingin Joe bisa dekat dengan anaknya tapi kelihatannya ada perubahan rencana.


"Kenapa tidak bisa? "


"Kau disini tercatat tamu, bukan crew Samantha. "


"Tolong diusahakan. "


"Akan kucoba. Seandainya bisa kau harus memberinya tip yang banyak setiap hari. Karena basicnya mereka bukanlah nanny. "


"Baiklah."


"Aku pergi dulu. ''pamit mArtin. Tanpa menyapa anak Samantha. Tampaknya ia harus membuat rencana yang menguntungkan. Tidak sekedar rencana biasa.


Setelah Martin pergi. Samantha merebahkan dirinya di bed. Dan dia membiarkan anaknya. Tidak terlalu memperhatikan. Dia hanya perhatian pada anaknya didepan umum. Selebihnya tidak. Bahkan ia tidak mau menyusuinya dari bayi. Menyusui hanya akan membuat bentuk buah dadanya turun.


"Sebentar lagi kau akan mengakui dia anakmu, ha ha ha. " Samantha tersenyum licik.


"Mama ada jendela yang menghubungkan kau.. "


"Denis, jangan buka. Nanti kau bisa jatuh. "


" Tapi kenapa. "

__ADS_1


"Sebentar lagi berlayat nanti kau bisa jatuh lalu dimakan hiu. " Teriak Samantha.


Denis adalah kartu jokernya. Jika sampai kenapa-kenapa dia tidak akan lagi punya senjata untuk masuk ke dalam keluarga Hurley.


"Apakah ada hiu di laut. " Denis tampak antusias. "


"Banyak sekali. "


"Apa mereka baik. "


"Tidak mereka jahat dan bisa memakannmu. "


"Jangan main d balcony. main HP saja. "


' Aku bosen ma main HP. "


"Aku akan mencari pengasuh nanti kau bisa main denganmu. "


"Apa mama mau main denganku? Aku bosan disini. '


" Mama tidak bisa. Kepala mama pusing sekali. Mainlah sendiri. " setelah mengatakan demikian Samantha tertidur. ia tidak tahu Denis menyelinap keluar. Berlari kesana kesini. Orang-orang mengira dia keluar ke public area bersama orang tua atau setidaknya ada yang mengawasinya ternyata tidak.


Denis merassa lapar dan dia ingin makan. Tapi tidak menemukan dimana ada makanan. Hanya penjual minuman dan mainan saja. lalu dia menangis dipojok anak tangga.


"Kenapa dik? " tanya Erika. saat dia akan mensanitise pegangan tangga.


"Terpisah dari orang tuamu. " tebak Erika saat Denis hanya diam saja masih menangis.


"Apa butuh sesuatu?"


"Aku lapar., " kata Denis kemudian.


"Mau makan apa?" tanya Erika.


"Piza, ayam goreng kentang. Es krim. "


"Orang tuamu mana?" tanya Erika


"Sedang tidur di kamar. "


"Lalu kesini sama siapa?"


"Sendiri."


"Wow berani sekali. "


Denis tertawa. Merasa dipuji.


"Ayo ku antar mengambil makanan. "


Erika lalu mengajak Denis ke deck atas. Disana ada buffet. Ia mengambilkan pizza, ayam goreng, es krim, kentang bahkan sushi. "


Menunggunya sampai Denis selesai makan. tidak seperti anak kecil lainnya. Denis makan lahap sekali dan cepat. Mungkin karna dia kelaparan sedari pagi tidka makan.


Selesai menghabiskan makanan. Erika mengantar Denis ke guest service.

__ADS_1


"Lain kau kalau mau keluar kamar jangan sendiri ya. " pesen Erika sebelum ia meninggalkan Denis ke guest service.


__ADS_2