Love In Cruise Ship

Love In Cruise Ship
Have fun in Cabina


__ADS_3

Seaday terakhir menuju ke homeport di Longbeach. Gelombangnya lumayan tinggi untuk kapal pesiar seukuran happy star. Happy star adalah kapal kecil, hanya mampu memuat sekitar 3000an guests dan sekitar 500 crew. Happy star terombang ambing di tengah gelombang tinggi, enaknya bukan untuk bekerja tapi tidur di kabin. Tentu saja itu hanya ada di benak Erika. Kenyataannya ia sedang bolak balik maintenance dari front ke aft. Kalau dihitung mungkin sekitar 35 kali dari ia mulai clock in (mulai kerja). Memastikan public area bersih dari sampah. Restroom selalu wangi tanpa tisu berserakahan di lantai, tanpa ada muntahan dan kotoran lainnya.


"Aku bosan," kata Erika di staircase crew.


"Sama. Aku juga. Masih ada satu setengah jam lagi menuju jam 11 malam," timpal Su.


"Apa yang akan kita lakukan Su?"


"Apalagi?! Tentu saja bersihin rest room. Ambil sampah. Sanitise elevator dan sedikit mamagayo.''


'' Tapi aku lebih senang banyak mamagayo. Ato sedikit-sedikit mamagayo. Ahahaha.''


''Ahahaha.'' Kalimat terakhir Erika membuat Erika dan Su tertawa bersamaan.


''Siapa yang mamagayo? Ayo kerja ! Kerja! Kerja!" Manoj yang masuk dari crew area bersama dengan Joe. Erika dan Su segera kabur. Su berlari melewati manoj. Erika yang akan mengejar tangannya ditarik Joe. Saat Manoj dan Su sudah ke luat ke public area. JOE berbisik.


"Segera ke kabin selesai clock out," Joe mencium Erika sekilas lalu menyusul Manoj. Erika terasa melayang seringan kapas.


"Apa itu tadi." Ketika Erika kembali dari awang awang ia sudah swndirian. Joe pergi. Perlakuan Joe lembut dan ia mulai menunjukkan di depan umum.


Clock out Erika pas jam 11. Tidak ada meeting. Night shift juga bukan Joe. Entah Joe libur atau kenapa yang jelas orang lain yang menggantikab Joe meeting. Mungkin bar 1 yang baru sign on. Erika belum pernah melihatnya.


Setelah memasukkan cabin key berupa kartu, pintu kabin terbuka. Lampu baca sudah hidup. Lampu utama padam. Joe menyambut Erika dengan satu pot besar popcorn. Ia hanya mengenakan boxer tidur dan kaos kutung.


"Welcome in our cabina!" joe berteriak heboh sambil membuka kedua tangannya. Yang mau dipeluk mlipir ke samping.


"what happent in here? What are u doing? What its this?"

__ADS_1


"No mucho what and what. Mari kita nonton film."


"Emang kamu nggak kerja?"


"Aku libur," padahal Joe minta pada Martin untuk mengurus liburannya beberapa hari. Ia lagi tidak suka menghadapi bar 2,5 yang rese itu.


"Aku mau mandi, dan tidur. Aku capek," Erika merasa tubuhnya beraroma rest room.


"Sana mandi,tapi gabung denganku nonton film. Aku punya film baru. Lagian kamu tadi banyak mamagayonya. Mananya yang capek."


"Iishhh!" Erika mendengus dan membanting pintu kamar mandi. Joe kumat resenya.


Selesai mandi Joe sudah mulai nonton filmnya. Ia mengulurkan tangan dan matanya mengintimidasi supaya Erika bergabung duduk di bednya. Film yang Joe maksud adalah tentang super hero. Baguslah. Erika jadi merasa tidak canggung, ia mengira Joe memilih film romantis. Lalu memanfaatkan kesampatan dalam kesempitan. Dan ia tak suka jika mulutnya bilang tidak tapi tubuhnya berkianat atas perlakuan Joe.


Lengan kiri Joe menjadi bantal kepala Erika,sedang tangannya masih memegang pot berisi popcorn yan isinya tinggal seperempat. Joe melongo mendalami film, erika melirik dengan ekor matanya sambil tetap makan pop corn agar Joe tak curiga. Ia berkonsentrasi menonton film,sedangkan pikiran Erika sudah gentanyangan kapan Joe akan mulai aksi cabul pada dirinya. Eh kok Erika malah jadi mengharap.


Erika ketiduran, ia tidak tau akhir cerita film yang ia tonton. Dan sampai saat terkahir sadar Joe tidak melakukan aksi cabul. Padahal Erika sudah bertanya dalam hatinya kapan nih? Kapan? Kenapa dirinya malah ngarep.


Entah jam berapa, mungkin 3 pagi, leher Erika merasa pegal, ia ingin mengganti posisi tidurnya. Pergerakan membuat dirinya membuat Joe bangun. Sekecup mendarat dibibir Erika dan selanjutnya mereka melakukannya sambil setengah tidur.


"Jangan bangun dulu. Kamu masih punya waktu setengah jam sebelum clock in," tangan besar Joe menghalangi tubuh Erika.


"Hari ini embarkasi. Aku mulai kerja lebih awal,"Erika berusaha memindahkan tangan Joe. Tapi tenaganya masih belum terisi. Tangan Joe beratnya seperti 2 batako.


"Sebaiknya kamu minta libur saja."


"Kau pikir aku anak pemilik kapal ini? Seenaknya minta libur. Libur neh!" (neh adalalah kata penyangkalan)

__ADS_1


Joe tersenyum mendengar Erika, kalau kau tahu aku memang anak pemilik kapal ini? Aku bisa melakukan apapun untukmu. JOe berkata dalam hati.


"Jadi kau pengen libur?"


"Tentu saja. Sejak sign on sampai sekarang tidak ada libur. Semua orang housekeeping rendahan juga seperti itu. Aku kuku already." (kuku:gila)


"Katanya dulu crew rendahan juga dapat libur. Nggak kayak sekarang, yang posisinya tinggi aja yang libur. Crew rendahan kerja terus sampai gila," tambah Erika.


"Kau terlalu hiperbolis."


"Lihat Jayden. Seperti apa stress dan capeknya dia."


"Dia kelihatan baik baik saja."


"Kau nggak liat dengan hati. Sekilas saja dia tampak stres dan capek. Dia lebih kurus dari pada saat pertama kali bertemu.


"Dia Indonesia. Itu biasa. Mereka akan kurus di kapal karna makanannya tak cocok dilidah mereka. Kalau mereka sign off mereka pasti gemuk lagi. Coba bandingkan dengan Philipin. Mereka kurus saat vacation dan gemuk saat sign on. Its habbit!" Joe ngoceh panjang. Suaranya berisik sekali.


"Hei ini masih pagi. Kenapa membicarakan lelaki lain. Seharusnya kita bicara tentang kita berdua. " lanjutnya.


"Kau seharusnya bersikap baik pada Jayden. Aku berhutang budi padanya. Dia memberitahuku info gimana kerja di cruise ship. Juga Martin."


"Martin? Hotel direktur itu?" Joe sedikit panas mendengar nama Martin disebut Erika. Ada apa sebenarnya?


"Iya. Dia memberiku detail gimana caranya kerja di kapal pesiar. Juga meminjamiku uang untuk mengurus ini itu. Untuk bekerja disini tidak mudah bagiku tau!"


Oh jadi selama ini Martin sudah tau Erika. Joe kira dia hanya tertarik dengan Erika untuk sekedar menemaninya di ranjang saja. mereka berdua tidak bertemu di kapal tapi jauh sebelum Erika diterina kerja, mungkin juga Martin yang merekomendasikan Erika. Ternyata lebih dari itu. Joe bersumpah untuk tidak melepaskan Erika. Joe harus berhati hati dengan Martin.

__ADS_1


__ADS_2