Love In Cruise Ship

Love In Cruise Ship
I'll never let you go.


__ADS_3

"Break up no way! " tolak Joe tegas. Ia berdiri mendadak sampai kejedot bed Erikayang menggantung diatas bed Joe.


"But why?" tanya Erika


"Akulah yang seharusnya bertanya why? Hubungan kita sedang baik-baik saja mengapa mendadak mau putus, " Joe tidak habis pikir.


"Sebelum kau berubah pikiran. Ya lebih baik kita akhiri hubungan ini. Mungkin nantinya ini hanya akan jadi semacam love in contrack. Jika kontrak kerja di kapal ini sudah berakhir kita akan baik-baik saja. "


"Berubah pikiran bagaimana? I will never change my heart baby. Aku tidak mau kita hanya... maksudku hubungan ini hanya sebatas kontrak kita di kapal ini. Aku mau hubungan ini forever."


"Bagaimana dengan Samantha. Dia memburumu sepanjang waktu. Mungkin kalau tahu kabinmu disini dia akan mendatangimu bahkan tinggal disini. "


"Itu memang sedang dia lakukan. Tapi aku tidak peduli. Dia sudah mengejarku berthaun2 sebelum dia punya anak sampai anaknya sekarang sudah besar. Tetapi aku tetep tidak mau dengannya. Kalau mau sudah dari dulu. "


"Aku takut dia memberikan bukti yang kuat hingga kau tak sanggup menolak cintanya Joe. "


"Aku akan selalu menolak cintanya. Selain gold digger dia juga munafik dan hanya berusaha memanfaatkan ku saja. "


"Lagian kalau bersaing dengannya aku pasti kalah. Dia bisa menyewa kabin swift selama berminggu-minggu. Sedangkan aku hanya crew rendahan. Dia lebih berpenampilan menarik.... "


"Oh jadi itu alasanmu. Itu sangat konyol. My heart is for you. Aku tak akan membaginya lagi. Dengarkan aku. Cruise depan wanita itu akan pergi. Percayalah padaku. "


Perdebatan yang konyol menurut Joe. Dia mengakhirinya dengan sempurna. Membuat alasan yang tidak bisa dibantah lagi oleh Erika. Setelah Erika tenang, Joe mendaratkan ciuman kecil ke pipi Erika dan memeluknya. Lalu seperti biasa, mereka menyalurkan hasrat sebagai manusia. Tidak ada yang menganggu. Dering telpon juga tidak..


Joe dan Erika terlelap dan Erika kemudian terbangun dengan tiba-tiba. Membangunkan Joe juga.


"Ada apa? Mimpi buruk? " tanya Joe.


"Aku terlambat kerja. Aku belum clock in. "


"Kamu sedang medikal off. Ingat bulu babi. air kencing, " Joe mengeljs rambut Erika yang panjang.


"Ohh... " pikiran Erika mulai sadar dan ia menjatuhkan tubuhnya ke bed lagi.


"Hari ini free bagi kita berdua. Anggap saja dapat libur. "

__ADS_1


"Bukankah kau harus kerja? " Erika teringat Joe kerja siang dan malam.


"Tidak. Aku libur hari ini. " Joe ikut membaringkan tubuhnya di samping Erika.


"Apakah Manoj sudah pulih. "


"Kurasa belum tapi kurasa dia akan medikal off juga."


"Apa penyakitnya yak kunjung sembuh. "


"Mungkin begitu. Dengan dirawat di rumah dia lebih cepat sembuh karena akan ada keluarganya yang mendampinginya. "


"Kasian dia. Bos yang baik. Ga pernah kasih hard time ke anak buah. " Erika mengingat pertama kali masuk kapal. Manoj lah yang menuntunnya bisa bekerja dan membuatnya agar tidak bingung dalam pekerjaan.


"Adakah pengganti? Manoj? "


"Sementara tetap aku. Mungkin beberapa cruise lagi akan datang. Sudah ada dilist. "


"Siapa? "


Joe mengambil soda di refregulator. Ia bisa menjangkaunya dengan tangan kanan. Sementara tangan kiri masih memeluk tubuh Erika yang naked.


Jelang tengah hari waktu kapal. Martin datang ke kabin dengan membawa soda, wine dan makanan ringan banyak sekali. Dan sekantong besar coklat berbagai merk. Dengan ruangan yang sempit di masuki 2 orang bertubuh besar dan seorang seperti kurcaci seperti kotak kardus kulkas dimasukin muatan lebih. Kabinnya terasa akan meledak sebentar lagi dan Awalnya Erika merasa kurang nyaman. Ia duduk di bed atas dengan curtain tertutup. Namun hanya sepuluh menit. Martin membuka curtain dan meminta Erika bergabung. Joe melotot tidak suka dengan 🔆terangan. Ia tidak suka Martin mengagumi Erika secara terang-terangan.


Martin tidak seperti hotel direktur. Ia duduk di lantai dengan Joe. sedangkan Erika satu-satunya yang duduk di bed Joe. Joe dan Martin ngobrol santai panjang lebar sambil nge wine. Dan Joe hanya memberikan Erika soda. Padahal Erika ingin minum wine juga. Kelihatannya enak dan mahal wine yang di bawa Martin.


"Senorita, apa kau sudah baikan? " tanya Martin disela ngobrol dengan Joe.


"Sudah, " jawab Erika sambil memainkan kaleng soda. Ia takut memandang wajah Martin yang tampan secara langsung, di samping takut juga karena Joe selalu melotot ke arahnya ketika ketahuan sedang mencari wajah Martin.


"Tentu saja sudah, dia pakai obat yang sangat manjur, " timpal Joe sambil tertawa.


Erika bersungut-sungut lalu memukul pundak Joe dengan kaleng soda. Ia kesal kalau ingat obat apa yang diberikan Joe padanya.


"Aaawwww... " Joe berteriak keras tapi masih tertawa.

__ADS_1


"Memang obat apa yang membuatnya kesal bgtu? " Martin penasaran tapi Erika hanya meminum sodanya dan Joe tak terbendung ketawanya. Dalam hati membatin Joe bisa tertawa lepas disisi Erika walau sedang banyak masalah. Beda dengan dulu kalau ada masalah bawaannya marah-marah melulu


"Kalian ini... " Martin menggelengkan kepalanya. Dia menyesap wine nya sedikit. Ada rasa iri tapi dia legowo melihat mereka bahagia.


Erika mengambil bungkusan yang berisi coklat dan mulai memakannya beberapa bungkus. Lalu Joe menghentikannya.


" Hentikan, jangan makan lagi. "


"Kenapa? Tidak ingin melihatku gemuk? "


"Tidak bukan masalah kau gemuk ato tidak. Aku tidak peduli. Cuma jangan makan coklat pemberian orang ini. Bisa jadi ada racunnya. " Joe rese


"Alasan yang tidak masuk akal." Erika memutuskan naik ke bednya dan melanjutkan makan coklat disana. Kemudian dia tertidur. Makan coklat membuatnya ngantuk padahal dia tidur lebih dari cukup akhir-akhir ini. Martin dan Joe mendengar dengkuran halus.


"Dia tidur? Ngorok? " tanya Martin.


"He em, " Joe mengiyakan.


"Wow, cewek biasanya jaim. Tidur aja jangan sampai ngorok. Dan dia tidak ada 10 menit lngsung ngorok. Bener-bener apa adanya. Aku semakin semangat mendapatkannya, " kata Martin yang langsung di tempeleng kepalanya oleh Joe.


"Jangan berani-beraninya. Jangan coba-coba bahkan di mimpimu. Cewek itu milik ku milik ku foreveeerrr, " Joe terus berusaha menempeleng kepala Martin.


"Aw aw aw sakit tahu... sakit ahh.. Aku ini hotel direktur di kapal ini. Kau hanya bar 1,5. Jadi jangan berani memukul ku. Aku bisa melaporkan ke hrd., " Martin melindungi kepala dengan kedua tangannya.


"Berani ngomong gitu ku pecat kau!" kata Joe.


"Coba saja kalau berani. Aku yang mengenalnya lebih dulu. Kalau bukan aku dia tidak akan bekerja di sini tau, " Martin mencoba mendebat.


"I will never let her go! " kat Joe keras.


"I will wait for her. Pergi dari sisimu sendiri. "


"I will never let her go forever. Dasar keparat! Pergi sana dari kabinku."


Martin tidak pergi. Ia meneruskan meminum wine dan tidak menghiraukan ocehan Joe.

__ADS_1


__ADS_2