
**Bermuatan konten dewasa, bijaklah dalam membaca. Jika tidak ingin membaca silahkan di skip ya🙏🙏
Sejak jam 12 malam saat Joe mulai kerja emosinya naik. Ayah selalu membujuknya untuk kembali, dan akan mengembalikan semua fasilitas yang telah dicabut. Apartemen, kartu kredit tanpa limit, mobil, dan lain-lain. Asalkan ia mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Tentu saja Joe kesal, padahal sebelumnya ayahnya memberi pilihan fasilitas tak akan dicabut asalkan mau bebertanggung jawab atau harus mencari uang sendiri. Joe memilih mencari uang sendiri dari pada harus bertanggung jawab, ia merasa tidak melakukannya.
Justru kakaknya Robert James Hurley junior yang harus bertanggung jawab. Namun tentu saja ayahnya Robert James Hurley senior tidak percaya pada Joe. Ayahnya yakin Robert tidak melakukan hal yang dapat melukai hati wanita. Apalagi sampai menghamilinya. Tak perlu ayahnya bertanya pada Robert lebih dulu. Sebaliknya ayah sangat yakin jika Joe lah yang menghamili wanita itu, mengingat sedari remaja Joe sangat nakal. Ia sering bergonta-ganti wanita sejak SMA. Walaupun Joe mengakui kalau dirinya nakal, tapi dengan masalah ini harga dirinya seperti terinjak-injak.
Ayah mengirim Joe bekerja di salah satu kapal pesiar miliknya dan diberi jabatan kecil, sebagai assisten housekiping manager dengan bar 1. Ayahnya berpikir supaya Joe bisa jadi orang yang lebih bertanggung jawab. Ayah juga meminta Martin untuk mengawasi dan menemani Joe. Martin adalah pegawai terbaik di perusahaannya dan sekaligus sahabat Joe. Martin dikirim agar Joe tidak terlalu kesepian. Semua orang di kapal tidak tahu kalau Joe adalah anak dari pemilik kapal, kecuali kapten kapal dan Martin. Karena ia tidak menggunakan nama besar keluarga yaitu Hurley. Ia memakai nama panggilan dan nama tengahnya Joe Christoper bukan Jonah Christoper Hurley.
"Mop lagi rest room yang disana !" perintah Joe.
"Tambahkan tisue dan parfumnya," ucap Joe kasar.
"Aku sudah menambahkannya bos!" tolak anak buah.
"Cek lagi sana!" Joe semakin tersulut karena anak buahnya membantah.
"Itu dikasino, divakum! Yang bersih!" Joe mengganti perintah.
"Yang benar saja bos! Jam segini casino rame dengan tamu. Masak aku harus memvakum disana! Yang ada aku dimarahi tamu!" sergah Jayden yang diperintah. Karena kesal Jayden meninggalkan Joe begitu saja.
"Hei kau! Runner kembali kesini!" teriak Joe.
"Address by the name bos!" Jayden kompalin dan menjauh.
"Kesini kau, atau kukuhukum
"Ketut dan Chanida memintaku mengambil rags bos!" sergah Jayden , ia berlari menuju crew elevator.
Memang selama ini Joe tidak pernah memanggil anak buahnya dengan nama. Disamping nama anak buahnya kadang susah dieja mengingat mereka berasal dari berbagai negara. Joe merasa itu tidak penting.
__ADS_1
Sampai pekerjaan selesai, Joe masih uring-uringan. Ia menutup pintu kabin dengan membantingnya. Aroma lavender menyeruak di seluruh penjuru kabin, mendadak membuat hatinya tenang. Joe mencopot sepatunya dan berbaring di atas bed. Aroma lavender menentramkan seperti kerinduan yang belum tersampaikan. Seperti hangatnya pelukan kekasih. Tiba-tiba hasrat Joe muncul. Tidak ada kekasih, tidak ada wanita yang dipeluk, ia segera ia melampiskan di kamar mandi.
Sementara itu Erika sedang berlari-lari kecil, satu tangannya membawa bucket berisi firek (chemical pembersih). Ia baru saja dari chemical looker di dek 2, mendadak saja ingin pipis. Rest room yang paling dekat adalah di kabinnya di dek 1. Ia memutuskan ke kabinnya. Menaruh bucket chemical di dalam kabin dan masuk ke kamar mandi. Saat duduk closet, Erika merasa ada sesuatu di shower yang tertutup shower curtain.
"Apa showernya bocor?" batin Erika.
Erika lalu membuka shower curtain perlahan. Ia terkejut menemukan seorang pria masih memakai baju atasan tapi tidak memakai celana, sedang memegang "itu" nya. Pas "itu" nya melontarkan sesuatu.
"What the fu**k,"Erika mengumpat dan buru-buru keluar. Tapi ia lupa belum menaikkan celananya, membuatnya tersandung dan jatuh menimpa bucket berisi firek saat pintu kamar mandi dibuka. Fireknya tumpah membasahi baju seragam Erika.
"Itu pant*tmu kelihatan!" kata Joe sembari melangkahi Erika keluar dari kamar mandi. Dengan santai ia memakai lagi celananya yang ada di bed. Didepan muka Erika, membuat gadis itu wajahnya memerah karena malu.
Erika membenarkan celananya dan bertanya: "Sss si siapa kau? Kenapa bisa di kabinku?"
"Ini kabinku. Aku tinggal disini," jawab Joe pendek. Aroma ini, walau bajunya sudah tersirm firek, aroma ini masih teras. Batin Joe mencium aroma lavender.
"Ini kabinku. Jadi kau harus pergi!"
"Aku yang pertama kali tiba disini. Jadi kau harus pergi!"
"Sudah kubilang aku tidak mau pergi! Jika kamu tak suka kamu aja yang pergi!" tolak Joe.
Erika kesal. Ia keluar sambil membanting pintu. Ternyata kabin mate nya seorang pria. ****, bagaimana ini. Tapi kalau aku pergi dari kabin itu pasti dia merasa senang. Aku tidak akan mengalah pada laki-laki keras kepala seperti dia. Aku akan bertahan di kabin itu sampai dia pergi. Kalau dia berbuat yang tidak-tidak gimana dong?! Aku akan laporkan ke Hrd. Erika memutuskan.
Erik menelpon Manoj supervisornya di hall way tak jauh dari kabinnya.
"Manoj, seragamku basah semua ketumpahan firek, gimana ini? Boleh minta seragam lagi? Aku cuma punya 1 seragam day shift."
"Bagaimana bisa kamu seceroboh itu? Segera ke linen room sana!"
__ADS_1
Erika bergegas ke linen room, disana Manoj sedang mengobrol dengan linen manager.
"Sana minta sama tailor," perintah Manoj.
"Kalau dia nggak ngasih gimana bos?" Erika teringat betapa juteknya tailor.
"Pasti ngasih. Sana!"
Tailor memberikan seragam day shift pada Erika. Bukan baju baru tapi bekas crew cewek yang sudah sign off. Erika mau komplain tapi tak jadi. Wajah tailor seperti mau menerkam saja. Ia menerima seragam itu lalu ganti di rest room terdekat. Jika kembali ke kabin pasti pria mesum itu masih disana.
...***...
"Apakah pengaturan kabin mate itu dari pihak kapal?" tanya Erika pada Jayden yang sedang melahap sarapannya.
"Iya, yang menentukan siapa kabin mate kita adalah pihak kapal. Tapi jika kamu ingin punya kabin mate pilihanmu sendiri ga papa."
"Misalnya kamu ingin satu kabin dengan temanmu boleh kok. Dengan pasanganmu juga boleh," lanjut Jayden.
"Kalau dari pihak kapal yang memilihkan apa pria dengan wanita?"
"Tentu saja tidak. Biasanya wanita dengan wanita. Pria dengan pria. Tapi dulu pernah ada, dari pihak kapal memilihkan kabin mate seorang pria dan wanita. Tapi keduanya tidak tahu kalau kabin mate nya berbeda jenis kelamin, karena mereka bekerja di shift yang berbeda."
"Akhirnya mereka bagaimana?"
"Akhirnya mereka menjadi pasangan kekasih."
"Apa!"
"Kamu itu kenapa?" Jayden heran melihat ekpresi Erika.
__ADS_1
Aku tidak mau menjadi kekasihnya. Dasar pria mesum. Batin Erika dalam hati.
...***...