Love In Cruise Ship

Love In Cruise Ship
Crack


__ADS_3

Joe kembali menghilang. Erika tidak bertemu dengannya selama beberapa hari ini. Meskipun begitu ia tetap tidur di kabinnya sendiri. Denis sering bertemu dengan ibunya. jadi Erika bebas tidak ada tugas. Nikita juga tidak memberi jadwal kerjaan housekeeping lagi. Pesan lewat ponsel pun tidak ada. Joe juga tidak aktiv.


Pagi ini embarkasi, Erika sudah menyiapkan Denis sedari ia bangun tidur. Sudah breakfast dengan roti salad dan apel dengan sedikit saos mayonaise. Mandi dan mengenakan baju rapi. Ia bilang pada Denis akan berganti pakaian ke kabinnya sebentar. Nanti ia kembali. Denis mengangguk. Erika harus bergegas. Ia tau ibunya Denis akan menjemputnya untuk jalan-jalan keluar kota. Los Angeles pagi ini. Mungkin ke hollywood nyamperin kenalan.


Di hallway yang sepi, Erika melihat Sosok tubuh laki-laki yang dikenalnya sedang dipeluk seorang wanita. Mereka kelihatannya sangat intim. Erika melihat wanita itu mempersilagkan lewat dengan isyarat kepalanya. Seperti membiarkan anjing yang lewat begitu saja. Erika menundukkan kepalanya dan lewat tanpa suara.


Dari Ekor matanya Joe tahu itu Erika, tapi Joe dalam keadaan sulit melepaskan cengkraman tangan Samantha. Setelah beberapa drtik mencoba akhirnya Joe bisa melepaskan Tangan Samantha dari tubuhnya dengan kasar.


"Lepaskan! Tidak pantas jika dilihat oleh anak buahku., " Joe mengibaskan bekas cengkraman tangan Samantha seperti kotoran yang menjijikkan.


"Sejak kapan kau peduli dengan orang lain?"


"Sejak kau memanfaatkanku, " jawab Joe sengit.


" Turuti lah kata ayahmu. Kembalilah bersamaku. Kau tidak perlu lagi bekerja keras seperti ini. "


"Tidak akan. Seberapa kali kau mencoba kau tidak akan pernah mendapatkan hatiku, " Joe berlari meninggalkan Samantha sendirian. Berhari-hari Samantha mengendap ke crew area dan menyusuri tiap jengkal public area, baru kali ini dia menemukan Joe dan langsung menciumnya. Tentu saja Joe ngamuk besar. Joe berlari masuk ke crew area, mengejar Erika tapi yang dikejar tak kelihatan, sudah menghilang seperti asap.


Joe berlari menuju kabin setelah dirasa Samantha tidak mengikutinya. Jika Samantha mengikutinya pasti setiap hari akan menyatroni didepan kabinnnya. Dan berusaha untuk masuk ke dalamnya. Di deket kabinnya, ia melihat Erika tapi sedang bersama Martin chavez ada di pelukannya. Amarah Joe kembali membara. Tidak rela Erika ada di pelukan Martin. Meskipun Martin sudah seperti saudara kandung tapi tetap saja ia tidak rela.


Joe sudah mengepalkan buku-buku tangannya siap menghantam Martin, Martin melihat Joe tdan memberi isyarat, jangan sekarang. Dan menyuruhnya pergi. Nalar Joe masih bekerja. Dia yang menyebabkan Erika menangis. Jika dia menghantam Martin pasti Erika akan marah pada Joe dan masalah malah bertambah besar. Oke kali ini Joe mengalah, dengan isyarat juga pada Martin. Dia akan membuat perhitungan padanya setelah ini. Martin menjawab no problem.


Joe tidak pergi. Ia melihat Erika menangis di bahu Martin. Bahkan suara isyakannya sampai terdengar ke Joe walau jaraknya beberapa meter dan Joe tahu Erika berusaha menangis tanpa suara. Hati Joe sakit melihat Erika sedih. Apalagi bukan dia yang memberikan shoulder to cry on. Tapi dia yang menyebabkan masalah ini juga.

__ADS_1


Martin mengeratkan pelukannya pada Erika. Dan mengedipkan satu matanya pada Joe.


"Bangsad! " umpat Joe dalam hati. Saat ini Joe tak bisa memberi perhitungan pada Martin. Ia lalu menyingmir dari tempat itu.


Joe berhari-hari menunggu Erika di kabin. Yang ditunggu tidak datang juga. Tampaknya Erika sengaja menghindar, Ia pulang ke kabin saat Joe tidak sedang ada di kabin. Mungkin Martin menjadi mata-mata Erika, sehingga Erika tahu dengan pasti kapan Joe tidak ada di kabin. "Brengsek! "


Joe mendatangi kabin Denis di atas. Erika pernah bilang kabin Denis tidak pernah dikunci, kecuali saat Denis tidur. Kabin Denis selalu di ganjal dengan dengan door stoper karna Denis tidak bisa untuk membuka pintu sendiri. Pintu kabin terlalu berat untuk Denis yang berusia 5 tahun. Joe mengintip ke dalam kabin. Terlihat hening dan sepi. Tivipun tidak menyala.


"Kau mau ngapain? " Denis mencolek paha Joe. Denis membawa bungkus kertas berisi makanan yang dia ambil di buffet. Dibelakangnya ada Martin. Dia sengaja ikut ke kabin Denis untuk menemui Erika. Martin menepuk pundak Joe untuk menyapa. Dia hanya membalasnya dengan mengangkat bahu.


"Aku hanya mengecek kenapa pintunya ga tertutup. "kata Joe cuek.


" Oh kau orang yang kata mama daddy aku, "kata Denis dengan polos, sembari memasukkan beberapa kentang goreng ke dalam mulutnya.


"Kenapa begitu. Kata mama kau daddy ku. Aku bahkan kesini untuk ketemu kamu., "


"Dengar ya. Mamamu salah, aku ini bukan daddymu. Aku bahkan tidak pernah menjadi pacar mamahku. "


"Jadi Daddy ku yang mana dong?"


"Apa kau daddy ku? " Yanga Denis pada Martin.


"Aku tidak pernah jadi pacar mamahmu. " jawab Martin.

__ADS_1


"Dimana daddy ku? "


"Yang jelas bukan aku. Salah satu pacar mamahmu pasti daddymu."


"Tapi aku bingung yang mana. Pacar mamahku banyak sekali. "


"Nah itu. Kamu harus cari tahu. Dimana nannymu? "


"Dia sedang ganti baju di kabinnya."


Mendengar Denis, Joe langsung tancap gas, tapi tangan lentik dan kokoh menahannya. Dan menghujani nya dengan ciuman. Bah ketiban sial. Samantha sudah menerkam nya Menciumnya dengan bertubi-tubi. Samantha tidak peduli ada Martin disana. Samantha menghentikan aksinya saat mendengar suara berdenting jatuh.


"Trangggg!!! "


Erika menjatuhkan tray yang ia bawa. Dia dari buffet mengambil makanan yang sehat untuk Denis. Beberapa sayuran dan buah. Juga kentang tumbuk dan sekotak susu. Tapi ia malah melihat pemandangan yang menjijikan. Jika bukan pacarnya tidak masalah. Tapi cowok itu masih sering meniduri nya dan sekarang dia melihat sedang berciuman dengan orang lain. Hatinya mendadak retak dan sakit.


"Oh ah maaf, " Buru-buru Erika membereskan makanan yang tumpah ke karpet sebisanya dan kabur. Menjauh dari tempat itu.


"Aku akan menelpon housekeeping untuk membersihkannya, " Martin bergegas pergi. Ia tidak menelpon housekeeping tapi mengejar Erika.


Joe yang ingin mengejar Erika masih tertahan dengan Samantha. Dengan kasar dia menghempas tangan Samantha dan mendorong tubuh Samantha Jauh dari tubuhnya.


"Jangan melakukan itu didepan umum, di depan Martin dan di depan anakmu, " teriak Joe kasar. Dengan frustrasi ia masih berusaha mengejar dimana Erika pergi. Ia tak ingin melihat Martin berpelukan dengan Erika lagi. Menghibur Erika dan alasan apapun.

__ADS_1


Denis tidak peduli dengan apa yang terjadi. Dia sudah sering melihat mamahnya bermesraan dengan banyak pria. Di campakkkan, bahkan dipukuli. Denis sudah terbiasa. Ia segera masuk kamar. Sedangkan Samantha mengusap bibirnya dengan jari. Ia mulai curiga dengan sikap Joe dan Martin. Apa mereka sedang bertengkar.


__ADS_2