Love In Prayer

Love In Prayer
Episode 1 : Melamar Pekerjaan


__ADS_3

Sebuah mimpi aneh muncul memperlihatkan seorang wanita anggun, menawan, lagi mempesona.


"Aku disini untuk mu..." kata wanita itu.


*Kringggg


Alarm milik Novan membangunkannya dari mimpinya itu.


"Ah sialan... Mimpi itu lagi." kata nya sambil terduduk di sisi ranjang nya.


Kemudian, dia berjalan menuju kamar mandi dan membasuh wajahnya lalu menatap dirinya di cermin yang ada di depannya.


"Aku heran deh, siapa sih wanita itu? Ganggu banget." kata Novan sedikit kesal.


Kemudian dia kembali ke kamarnya.


Beberapa saat kemudian hp nya berdering seketika ada telfon masuk.


"Ya... Halo?" kata Novan.


"Van, lu dimana?" kata orang yang menelfonnya yaitu Reval.


"Di rumah nih. Kenapa?" tanya Novan.


"Buruan gih kesini ada yang seger-seger." kata Reval sambil menahan tawa.


Kemudian, Novan mengganti baju nya dan pergi ke tempat yang ditunjukkan Reval.


"Apaan sih tuh anak. Mana yang seger-seger." kata Novan sambil berjalan dan melihat-lihat.


*Brukkk


"Aduhh maaf aku gak liat kamu tadi." kata wanita yang tak sengaja menabrak Novan.


"Ah...ya maaf juga aku gak liat kamu." kata Novan membantu membereskan buku-buku yang jatuh.


"Makasih ya..." kata wanita itu sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ah iya, sama-sama." kata Novan.


"Namaku Novan." lanjutnya mengajak berkenalan.


"Namaku Stella." kata wanita itu sambil tersenyum.


"WOY VAN SINI..." teriak Reval memanggil Novan. Kemudian, wanita itu pergi dan Novan menemui Reval.


"Apa yang seger-seger, Val?" tanya Novan.


"Nih liat sendiri." jawab Reval sambil memberikan brosur berisi lowongan pekerjaan.


"Wah anjay... Ini mah seger banget." kata Novan tersenyum lebar.


"Nah pas kan buat lu biar gak nganggur lagi." kata Reval sambil tertawa.


Keesokan harinya, Novan mengunjungi tempat dimana lowongan pekerjaan itu.


"Eh kok serem." kata Novan heran.


Tempat itu seperti gedung tua yang sudah tak berpenghuni lagi.


Ia membuka pintu gedung itu dan ternyata dalam gedungnya sangat mewah, bahkan bisa dibilang menipu penampilan luar gedung.


"Wah kok bisa begini?" kata Novan bingung.


"Selamat siang, ada yang bisa dibantu?" kata salah satu pegawai.


"Eh iya saya dengar ada lowongan pekerjaan disini." kata Novan.


"Iya, benar. Silahkan ikuti saya." kata pegawai itu.


Novan melewati lorong gelap, sunyi, dan tak berujung.


"Sialan, kok merinding sih." kata Novan dalam hati.


"Masuk lah manager ada di dalam." kata pegawai itu dan kemudian pergi.

__ADS_1


Novan segera masuk, "Selamat siang, pak." kata Novan pelan.


Kursi nya berbalik arah dan ternyata sang manager itu adalah Stella.


"Eh kamu..." kata Stella.


"Jadi kamu manager disini ya." tanya Novan.


"Iya. Kamu disini karena lowongan pekerjaan kan?" tanya Stella.


"Hehe iya." kata Novan tertawa malu.


"Ini, isilah formulir pendaftarannya lalu tanda tangan disini." kata Stella memberi kertas formulir itu.


Novan mengisinya secara hati-hati agar tidak ada yang salah.


"Apa pengalamanmu?" tanya Stella.


"Hmm, mungkin aku pernah menjadi buruh." kata Novan.


Seketika itu Stella tertawa, "Mana berguna untuk disini." katanya.


"Ah sialan, dia mengejekku." kata Novan dalam hati.


"Bukan maksudku menghina pengalamanmu." lanjut Stella.


"Hah kok..." kata Novan heran.


"Itu yang kamu katakan dalam hati kan?" tanya Stella.


"Iya, tapi kenapa kamu tau?" lanjut Novan.


Stella berdiri dan mendekat, "Karena hatimu bicara terlalu keras." bisik Stella.


"Sialan banget, kesannya malah jadi serem." ucap Novan dalam hati.


"Ya sudah lah, tanda tangan disini." kata Stella.

__ADS_1


"Iya, baiklah." kata Novan lalu keluar dari ruangan itu.


__ADS_2