
Pegawai yg memberikan berkas itu memasuki ruangan Stella
"Nyonya Stella..."
"Bagaimana, apa sudah..." tanya pegawa itu
"Hufff, iya ini..." kata Stella dengan berat hati menandatangani nya
"Saya akan mengirimkan berkas itu, saya permisi" kata pegawai itu dan berlalu
Seketika keadaan nya sunyi dan sepi, Stella hanya memutar2 pulpen dan berfikir tentang keadaan sekarang ini
"Ini sangat membuat ku takut..." kata Stella
"Aku belum begitu paham dengan bisnis ini" lanjut nya kacau
Ia menatap cermin kecil yg biasa di gunakan Tuan Indame untuk merapikan penampilan nya dan di sana juga Tuan Indame menampakan diri nya
"Ahkkk..." teriak Stella merinding
Wajah nya penuh luka dan tubuh Tuan Indame pun penuh darah, Stella menutup mata nya dan berdoa
"Stella, aku percaya pada mu..." bisik Tuan Indame dan seketika menghilang
Stella membuka mata nya,
"Ke...kemana pergi nya" tanya Stella dan langsung beranjak keluar dari ruangan nya
Dengan rasa takut nya, ia sedikit mengingat perkataan Tuan Indame tadi
__ADS_1
"Per....percaya pada ku" kata Stella sambil terus berjalan tergesa2
"Ahhkkk, jangan jangan jangann...." lanjut nya berlari sampai ia tersandung dan terjatuh di hadapan semua pegawai
Stella menjadi malu sendiri, ia bangun dan langsung menuju toilet
"Aduh, aku malu sekali tadi..." kata Stella mencuci wajah nya
Suara ketukan pintu toilet terdengar
"Nyonya Stella..." panggil satu pegawai
"Ahh, iya saya..." kata Stella keluar dari toilet
"Nyonya, kita mendapat pesanan besar" kata pegawai itu
"Berapa banyak memang nya, dan barang apa saja yg di pesan nya..." tanya Stella
"Baik, mana laporan nya..." kata Stella
"Di meja depan..." kata pegawai itu dan pergi
"Ahh, baru saja mau santai" kata Stella berjalan keluar dan menemui pegawai itu
"Ini nyonya..." kata pegawai itu
Stella membaca semua nya,
"Ini sih memang banyak banget..." kata Stella
__ADS_1
"Bagaimana bisa kita selesaikan dalam waktu seminggu..." lanjut nya sedikit panik
"Apa mungkin kita semua harus lembur nyonya..." tanya pegawai itu
"Kemungkinan begitu, tapi hanya untuk yg bekerja di bidang produksi saja" kata Stella duduk
"Lalu bagian administrasi dan yg mengurus distribusi nya boleh istirahat saja menunggu perintah selanjut nya..." lanjut Stella mengambil keputusan
"Baik nyonya, saya akan sampai kan itu kepada yg lain nya..." kata pegawai itu kembali melanjutkan pekerjaan nya
Stella duduk sambil beristirahat sejenak,
"Huuuhhh, begitu melelahkan nya hari ini..." kata Stella mengeluh
"Tapi kalo seperti ini, mimpi Tuan Indame tak akan tercapai kan..." lanjut nya teringat
Stella bergegas berdiri dan mulai mengumpulkan semua pegawai
"Dengar dengar...." teriak Stella
"Besok kita lembur ya..." lanjut nya dengan senyuman
"Walah, kenapa...." tanya salah satu pegawai
"Waduh, besok kan malam kamis..." kata yg lain
"Kapan kita bisa istirahat nya..." kata yg lain lagi
"Gajian tetap segitu tapi lebur banyak, gimana ini..." kata yg lain dan yg lain nya lagi
__ADS_1
Stella mulai kepanikan, ia sangat kebingungan namun Tio menghampiri Stella dan mencoba menjelaskan kondisi yg sebenar nya. Seketika, semua paham dan menyetujui nya