Love In Prayer

Love In Prayer
Chapter 9


__ADS_3

Malam itu, Jiwon sama sekali tak bisa tertidur lelap. Dalam kegelapan di kamar itu dan Stella yg memeluk nya ia merasakan aura Stella yg dingin seperti manusia yg sudah tak bernyawa


"Dingin sekali tubuh nya..."


"Apa dia kedinginan, sebaik nya ku pakaikan selimut" kata Jiwon menarik selimut dan menutupi tubuh Stella


"Aduh, lama banget pagi nya..." kata Jiwon dalam hati


Suara burung hantu, anjing menggonggong bahkan terdengar alunan lagu kuno yg tiba2 muncul membuat suasana di sana semakin larut semakin seram


Jiwon memejamkan mata nya dan berfikir yg lain,


"Jangan pikirkan yg seram, pikirkan yg lain" kata Jiwon sedikit merinding


Ia melihat sekilas wajah Stella,


"Aku lupa, pikirkan tentang Stella..." kata Jiwon


Jiwon dengan spontan balik memeluk Stella sangat erat walau tubuh nya dingin, Stella sontak kaget dan terbangun


"Ahkk..." teriak Stella


"Uhhg, maaf aku tadi ketakutan" kata Jiwon malu


"Aku kira kenapa.." kata Stella tersenyum


"Hehe, maaf..." kata Jiwon minta maaf lagi


Stella kembali memeluk Jiwon,


"Peluk lah aku lagi agar kamu tidak takut.." bisik Stella


Jiwon memeluk Stella dengan lembut, kehangatan Jiwon dan dingin nya tubuh Stella serasa menyatu


"Suara2 itu..." kata Stella


"Jangan kamu hirau kan, mereka memang biasa berkeliaran di luar sini" lanjut nya pelan


"Bila anjing dan burung hantu itu aku sudah biasa..." jawab Jiwon


"Namun, alunan lagu kuno itu..." lanjut nya merinding


Stella hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Jiwon


"Stella..." panggil Jiwon pelan


"Sudah tidur lagi ya.." lanjut nya melihat


Stella tiba2 mencium bibir Jiwon dengan penuh cinta


"Ehh....," kata Jiwon heran

__ADS_1


"Lagu itu, kenapa kamu bisa mendengar nya" tanya Stella menatap kedua mata Jiwon


"Ak....aku tak tau, emang harus nya aku tak bisa mendengar nya" tanya balik Jiwon


"Kemungkinan, karena itu adalah lagu kesukaan ayah ku..." kata Stella


"Setiap malam memang lagu itu terdengar secara tiba2, namun tak ada yg bisa mendengar nya kecuali aku..." lanjut nya menjelas kan


"Tapi, kenapa aku bisa mendengar nya" tanya Jiwon kebingungan


"Aku tak tau..." kata Stella dan kembali mencium Jiwon


"Ku mohon, kali ini jangan menolak" kata Stella tertidur di atas tubuh Jiwon sambil terus mencium buah bibir Jiwon dengan kelembutan


Jiwon hanya diam, ia mencoba menikmati nya


"Stella..." kata Jiwon dalam hati


Lalu Jiwon memeluk Stella dan balik merangsang Stella dengan kehangatan yg ia berikan


Malam itu seketika menjadi malam yg indah bagi kedua nya, Jiwon juga seolah lupa akan rasa takut nya karena Stella.


Pagi2 sekali pukul 04.57, Jiwon keluar dari kamar Stella, sedangkan Stella masih tertidur lelap di sana


"Aku ingin tau, apa yg salah dari rumah ini kemarin" kata Jiwon berjalan pelan menuruni anak tangga


Ketika sampai ke lantai bawah, semua terlihat biasa saja. Tidak ada yg menyeramkan seperti kemarin


Ketukan pintu dari luar terdengar, Jiwon sangat kaget


"Ahkk, siapa pagi buta begini bertamu..." kata Jiwon merinding


Ia melihat dari balik jendela, ternyata itu adalah tukang susu langganan. Jiwon membuka pintu


"Eh, iya..." kata Jiwon


"Ini susu nya mas..." kata Mba penjual


"Tidak perlu membayar kan..." tanya Jiwon


"Tidak mas, bayar nya nanti di awal bulan depan" kata Mba penjual dan berlalu


Jiwon melihat halaman Stella sejenak,


"Kalo gak salah kemarin juga gak sebagus ini luar nya" kata Jiwon heran


Ia kembali masuk, dan duduk di sofa dekat anak tangga sambil menunggu mentari menyinari


"Stella belum bangun, pulas juga tidur nya ya..." kata Jiwon pelan


"Ahh, bosan juga nonton Tv aja deh..." lanjut nya menyalakan Tv dan menonton berita pagi

__ADS_1


Setengah jam kemudian, Stella terbangun dan turun. Ia melihat Jiwon yg terbaring dengan Tv menyala


"Dia ini..." kata Stella tersenyum


"Bangun cepat tapi tertidur lagi..." lanjut nya berjalan mematikan Tv lalu pergi ke dapur untuk membuat sarapan


Beberapa jam kemudian, Stella membangunkan Jiwon


"Jiwon, bangun lah..." kata Stella


"Ahh, aku tertidur lagi ya.." kata Jiwon bangun


"Iya..." kata Stella tersenyum


"Eh, kamu udah masak semua ini..." kata Jiwon melihat makanan yg sudah di hidangan di hadapan nya


"Iya ini untuk kamu..." kata Stella tersenyum


"Makan ya..." lanjut nya


"Iya Stella, terima kasih ya..." kata Jiwon tersenyum lebar sambil melahap makanan nya


Mentari pagi menyambut, Jiwon keluar dari rumah Stella dan bermaksud pamit


"Umm, Stella.." kata Jiwon di depan pintu


"Ya Jiwon..." kata Stella sambil tersenyum


"Aku pamit, nanti kita bertemu di tempat kerja ya..." kata Jiwon balik tersenyum


"Iya, terima kasih sudah menemani ku kemarin malam..." kata Stella dengan nada yg manis


Jiwon berlalu sambil melambaikan tangan nya, ia berjalan keluar gang kecil itu


"Tuhan, apa tujuan mu mempertemukan kami..." kata Jiwon dalam hati


"Rasa ini, aduh..." lanjut nya tertawa2 sendiri


Sesampai nya di rumah, ia baru sadar bahwa kunci rumah masih hilang


"Bangke, gimana cara nya aku masuk..." kata Jiwon lesu


Namun tiba2 ada seseorang sambil mengayun sepeda nya dengan kencang


Melempar kan sesuatu tepat mengenai kepala Jiwon,


"Sialan banget tuh orang..." kata Jiwon kesal


"Apaan yg di lempar tadi ya..." lanjut nya mencari


Ternyata itu adalah kunci rumah nya yg hilang, Jiwon sangat bersyukur dan lekas masuk lalu bersiap2 kembali bekerja di gedung penuh misteri itu.

__ADS_1


__ADS_2