Love In Prayer

Love In Prayer
Eps 53. Jae Han Si Pembunuh


__ADS_3

"Enak nya gini kita main game aja..." kata Jiwon mengajak


"Game...." tanya Stella


"Iya, main presiden2an atau yg lain nya gitu..." kata Jiwon dengan senyum


"Bosan lah..." sambung Chika


"Main kosong kosong aja..." kata salah satu pegawai dengan sorak


"Ehhh, itu mah kurang orang nya..." kata Jiwon


"Kalo petak umpet gimana..." tanya Stella


"Jangan..." singkat Jiwon serius


"Ahh, memang nya kenapa..." tanya Stella penasaran


"Karena wanita seperti mu susah di cari, hehe..." kata Jiwon malah merayu


"Ahhhh, dasar kamu..." kata Stella memukul pelan pundak Jiwon


"Malah bucin, aduhhh..." kata Chika menepuk jidat


"Cieeee...."


"Asik Asik Asik..."


"Rayu terus..."


"Bisa juga Tuan Jiwon ya, hahahaa..." sorak semua dengan tawa bahagia


"Hehe, ya begitu lah..." kata Jiwon tertawa malu


"Jadi mau main apa nih..." tanya Chika


"Hmmm, ABC lima dasar aja gimana..." tanya salah satu pegawai


"Ya, boleh lah..." kata Chika sambil memesan makanan


"Sambil nunggu ini..." lanjut nya menunjukan orderan makan malam


"Wahhhh, baik lah...."


"Siapa dulu nih yg mulai..." tanya Jiwon


"Tangan nya lah dulu..." kata pegawai itu


"Oke, mari mulai..." kata yg lain nya juga


"Kalo pake kaki boleh lah ya..." kata Jiwon tertawa kecil


"Ihhhh, bau kaki lu jangan sok pamer" kata Chika menyindir


"Nih, emang bau ya..." kata Jiwon mengarahkan kaki nya pada Chika


"Mau gue potong tuh kaki jadi sup kaki Jiwon..." teriak Chika sangat kesal


"Ahhhkkk...."


"Psikolog..." kata Jiwon


"Psikopat sayang, dasar kamu..." kata Stella tersenyum


"Ehhh, iya hehe..."


"Salah ya..." kata Jiwon tertawa malu


"Dasar, malu2in pacar lu aja..." kata Chika dan semua tertawa meriah di sana


Beberapa jam kemudian, makanan yg di pesan Chika datang


"Nah, ini makan dulu semua..." kata Chika membagikan nya


"Wahhh, enak nih..." kata salah satu pegawai


"Kalo lapar pasti enak..." kata Jiwon dengan senyum


"Iya udah, silakan di makan..."


"Sebelum itu baca doa dulu..." kata Stella tersenyum

__ADS_1


Semua memakan makanan nya masing2 sampai habis,


"Ahhhh, kenyang juga ya..." kata Jiwon yg habis duluan


"Sayang, mau nambah..." tanya Stella


"Ehhh, kamu gak habis..." tanya balik Jiwon


"Iya, aku masih kenyang..." kata Stella dengan senyum


"Ini, habiskan ya...." lanjut nya memberi makanan nya


"Ahhh, iya sudah..."


"Aku makan ya..." kata Jiwon melahap makanan Stella


"Gila, nambah ya...." kata Chika yg sedang meneguk segelas air


"Dari pada mubazir..." kata Jiwon sambil terus mengunyah makanan nya


"Jangan kebiasaan makan sambil ngomong sayang..."


"Nanti tersedak aku yg repot..." kata Stella tertawa kecil


Jiwon hanya mengangguk menuruti kata2 Stella


"Udah selesai semua belum..." tanya Chika


"Udah...." sorak semua


"Kumpulkan sampah nya..." kata Chika


"Biar yg terakhir yg buang..." lanjut nya melirik Jiwon yg masih makan


"Aduhhh, aku lagi..." kata Jiwon pelan


Semua mengumpulkan bungkus makanan dan memberikan nya ke Jiwon


"Tolong buangkan ya Tuan Manager..." kata semua dengan tawa


"Huuuuhhhh...." angguk Jiwon terpaksa karena memang dia yg terakhir makan


Tiba2 listrik restoran mati, keadaan menjadi gelap gulita


"Kaya nya cuma gedung ini aja yg mati deh..." kata Chika melihat keluar


"Iya ya...." kata Jiwon


"Apa rusak saklar nya..." lanjut nya berfikir


"Jadi bagaimana ini..." tanya Stella


"Ya, sebaik nya kita periksa terlebih dahulu..." kata Jiwon menyalakan senter pada ponsel nya


"Saklar gedung ini ada di atas..." kata salah satu pegawai


"Baik lah, aku sendiri atau kita semua yg ke atas..." tanya Jiwon


"Aku ikut..." sambung Stella


"Ya udah, ayo semua nya aja..." kata Jiwon mengajak


Semua naik ke lantai dua, keadaan seketika menjadi menyeramkan


"Kok gue jadi merinding gini ya..." kata Chika ketakutan


"Udah, baca doa saja..." kata salah satu pegawai


"Mana saklar nya ya..." kata Jiwon mencari


Mereka melewati pintu bersilang merah, terdengar suara aneh di dalam nya


"Ehh, ada.... ada suara..." kata salah satu pegawai kaget setengah mati


"Su... suara apa..." tanya yg lain


"Stella, itu bukan kamu kan..." tanya Jiwon lirih


"Bukan..." bisik Stella


"Kaya suara minta tolong gitu..." kata pegawai yg mendengar nya

__ADS_1


"Di balik pintu ini..." lanjut yg lain


Darah keluar dari bawah pintu itu, semua perlahan mundur ke pojok ujung lorong


"Da.... darah..." tanya Chika merinding


Lalu terdengar tawa seorang lelaki yg sungguh menakutkan, seketika pintu bersilang merah itu terbuka. Dari dalam keluar lah Jae Han sambil memegang pisau dan kepala seseorang


"Ahkkkkkkkk..." teriak Chika histeris


"Kalian, sudah ku peringatkan jangan dekati pintu ini..." bentak Jae Han dengan tatapan yg sangat menakutkan


"Ki.... kita harus pergi dari sini..." kata salah satu pegawai dengan takut nya


"Tapi karena sudah terlanjur, toh kalian pun akan bernasib seperti orang ini cepat atau lambat..." kata Jae Han mengarahkan pisau yg penuh darah itu pada mereka semua


"Pertama adalah kau..." lanjut nya menunjuk Jiwon


"Ak.... aku..." canggung Jiwon sedikit merinding


"Kemari lah dan nikmati kematian mu, hahahahaa" kata Jae Han dengan tawa yg keras


Ia mendekati Jiwon dan menarik kerah baju nya namun Stella tak tinggal diam,


"Jangan sakiti orang yg ku cintai..." teriak nya menahan


Namun Stella terkena tusuk di bagian perut nya,


"Stella..." teriak Jiwon


Namun Jiwon pun langsung di tusuk di bagian lengan nya, Stella yg melihat itu tiba2 langsung menunjukan wujud asli nya


"Jangan sakiti orang yg ku cintai...." bentak Stella dengan mata hitam nya


"Ahhhh, dewi....." kata Jae Han tersenyum


"Ahhkkk, psikopat sialan..." kata Jiwon menahan sakit


Semua yg ada di sana termasuk Chika tercengang melihat itu


"Stella, hantu...." kata Chika


"Kau tak bisa menyentuh ku, karena aku punya guji abu mu..." kata Jae Han tertawa


"Gu... guji abu Stella..." kata Jiwon langsung merampas nya


Namun guji itu malah jatuh dan pecah, Stella terlihat kesakitan dan seketika abu itu terbang melingkari tubuh Stella dan membuat nya menjadi manusia yg hidup seutuh nya kembali


"St... Stella..." kata Jiwon mencoba meraih tangan Stella


"Percuma kalo hidup kembali, tetap saja kau akan mati lagi..." teriak Jae Han mendekat pada Stella


"Jangan sentuh dia....." teriak Jiwon mendorong Jae Han hingga mereka berdua terjatuh lewat jendela


"Jiwon...." teriak Stella meneteskan air mata melihat nya


"Bantu....." teriak Stella ke semua


Mereka semua buru2 turun dan melihat keadaan Jiwon di sana


"Itu di sana...." teriak salah satu pegawai yg melihat Jiwon dan Jae Han


"Mati kau..." teriak Jae Han yg masih bisa berdiri memegang pisau yg sudah berlumuran darah


"Psikopat sialan..." kata Jiwon mencoba melawan nya dengan tangan kosong


"Telpon polisi terdekat...." kata Stella panik


"Iya, tunggu..." kata Chika mencoba menelpon


"Kau harus mati, itu tujuan nya..." kata Jae Han menusuk perut Jiwon


"Ahkkkkkkkkkk...." teriak Jiwon kesakitan dan terbaring lemah


"Jiwon..." teriak Stella berlari ke arah mereka


Polisi berdatangan,


"Polisi jangan bergerak..." kata salah satu polisi menembakan senjata api ke udara


Jae Han berhasil melarikan diri dan meninggalkan sebuah pisau yg ia gunakan tadi

__ADS_1


"Tolong Jiwonnn..." teriak Stella menangis histeris di sana


__ADS_2