
Mereka menarik Tuan Indame ke dalam mobil bersama barang rampokan nya, mereka membuang mayat nya di sebuah jurang tak berdasar di tengah hutan belantara
"Hahhaa, uang uang..." kata salah satu dari mereka kegirangan
"Apa yg akan kita beli" tanya yg lain
"Terserah saja, eh tunggu..." kata yg satu nya melihat di kaca
Sosok Tuan Indame yg duduk bersimba darah menatap nya, semua terkejut dan sangat ketakutan
"Setannnn..." teriak mereka semua keluar dari mobil
Pagi hari nya, Stella dan para pegawai lain nya berdatangan ke gedung itu. Situasi dalam kepanikan terjadi
"Darah, pisau..." kata Stella melihat
"Apa mungkin ini perampokan nyonya..." tanya salah satu pegawai
"Sebentar saya telpon Tuan Indame..." kata Stella
Namun tak di angkat, polisi datang dan melakukan evakuasi tempat kejadian
"Tuan...." kata Stella sambil berjalan keluar gedung
Ia melihat selalu ponsel nya, ia berfikir siapa tau ada kabar dari Tuan Indame namun selang beberapa hari tetap saja tidak ada kabar
"Bagaimana ini, perusahaan akan bangkrut kalo tanpa ada nya Tuan Indame..." kata Stella di dalam ruangan Tuan Indame
"Sebaik nya aku yg sementara menggantikan nya..." lanjut nya berjalan dan mengumumkan nya
"Nyonya Stella, apa nyonya yakin dengan tugas itu..." tanya Sekertaris baru yg bernama Tio
"Tentu saja, saya ingin melanjut kan mimpi Tuan Indame untuk memajukan usaha ini..." kata Stella sambil membawa berkas
"Baik lah, para pegawai juga sudah setuju..." kata Tio
__ADS_1
"Mulai lah bekerja seperti biasa, saya akan rapat sejenak..." kata Stella dan berlalu
Tio ke atap gedung dan memasuki gudang pembuatan, mengurus setiap keuangan yg masuk dan di keluarkan dalam pembuatan benda pajangan dan mainan2 itu
"Satu, dua, tiga ratus dan...." kata Tio melihat sekilas Tuan Indame lewat
"Tuan..." lanjut nya lirih
Tak ada siapa2 kecuali dia di sana, seketika Tio mulai merinding dan berlaru keluar gudang
"Huhuufff.." ujar Tio menarik nafas lega
"Kenapa sih gudang ini harus di atap gedung begini..." lanjut nya melihat pemandangan di atap
"Mungkin ini alasan nya ya..."
"Selesai melakukan pembuatan, mereka mencari inspirasi dengan melihat pemandangan kota dari atas sini..." kata Tio mengagumi keindahan nya juga
Selang beberapa menit Stella datang ke atas untuk meminta laporan kepada Tio
"Ehh, nyonya..."
"Saya sudah menghitung, jumlah barang ada seribu dan pemasukan masih seratus" kata Tio menyerahkan berkas nya
"Saya masih kurang mampu dalam pemasaran begini ya..." kata Stella
"Ya, hanya Tuan Indame yg bisa melakukan nya..."
"Bahkan, saya lihat benda2 di dalam Tuan Indame sendiri lah yg membuat nya..." kata Tio
"Baik lah, truk distributor sudah menunggu di bawah..."
"Tolong bawakan barang2 yg akan di pasarkan terlebih dahulu.." kata Stella dan turun
"Baik..." ujar Tio bersemangat
__ADS_1
Semua barang2 yg di bawa mulai di angkut oleh para distributor
"Terima kasih paman, telah mau berkerja sama dengan perusahaan kami" kata Stella
"Ya nyonya, saya sangat senang bisa bekerja sama dengan perusahaan nyonya..." kata sang supir
Setelah para distributor itu pergi, Stella berjalan ke dalam gedung bersama Tio
"Bagaimana, apa kamu sudah menghitung semua nya..." tanya Stella di depan pintu
"Ya nyonya..." kata Tio
"Kirim kan berkas nya kepada saya nanti..." kata Stella masuk
Seorang pegawai memanggil Stella
"Nyonya Stella, tunggu..." kata pegawai itu
"Ya, ada apa..." tanya Stella
"Saya butuh tanda tangan nyonya untuk menyetujui berkas ini..." kata pegawai itu
"Berkas persetujuan apa ini.." tanya Stella
"Nyonya bisa lihat sendiri..." kata pegawai itu menyerah kan berkas nya
"Ya sudah, nanti saya baca setelah saya sampai ke ruangan saya..." kata Stella melanjutkan langkah nya menuju ruangan nya
Semua berjalan baik sesuai keinginan Stella, namun ada hal yg tak di perkirakan nya mulai muncul dan timbul lah masalah2 baru yg harus ia hadapi
"Berkas ini..." kata Stella mulai membaca nya
Isi nya adalah persetujuan dari pihak kepolisian untuk menutup kasus Tuan Indame
"Kenapa harus di tutup..." kata Stella
__ADS_1
"Apa pihak kepolisian tak bisa mengungkap nya, tapi apa alasan nya..." lanjut nya bertanya2