Love In Prayer

Love In Prayer
Chapter 10


__ADS_3

Jiwon berjalan santai, ia menjumpai nenek tua di jalan sambil membawa keranjang sayur


"Eh nek, sini ku bantu membawa nya..." kata Jiwon menghampiri nenek itu


"Wah nak, terima kasih..." kata Nenek tua tersenyum


Jiwon membawakan keranjang sayur itu dan mengikuti Nenek tua itu menuju jalanan yg sepi dan juga mulai terasa menyeramkan


"Nek, rumah Nenek dimana..." tanya Jiwon


"Di sana Nak, sebentar lagi sampai kok..." kata Nenek tua itu sambil menunjuk ke arah depan


"Ya sudah Nek, ayo aku antar kan sekalian" kata Jiwon sambil tersenyum


Tanpa rasa curiga atau apapun di benat Jiwon, ia di bawa sampai kuburan China tua. Di sana Nenek Tua itu berhenti


"Loh kok..." kata Jiwon terkejut


"Sudah sampai Nak..." kata Nenek Tua itu pelan


"Ini, kenapa di kuburan sih Nek" tanya Jiwon sambil melihat Nenek Tua itu


"Kamu orang baik yg akan selalu bertemu dengan orang baik, misteri yg ingin sekali kamu cari akan terpecahkan perlahan" kata Nenek Tua sambil tersenyum


Jiwon sama sekali tak mengerti apa yg di ucapkan Nenek Tua itu, ketika ia mengedip kan mata. Nenek Tua itu sudah tidak ada


"Loh Nek...." kata Jiwon mulai merinding


"Keranjang nya...." lanjut nya melihat keranjang yg ia pegang

__ADS_1


"Apa isi nya, aku buka saja lah" kata Jiwon membuka perlahan keranjang sayur itu


Alangkah terkejut nya Jiwon ketika membuka keranjang itu yg ternyata berisi kepala manusia penuh darah dengan lidah terpotong dan mata yg keluar. Jiwon langsung berlari terbirit, sangat ketakutan


"Sialan, pagi2 masa udah ketemu yg gituan..." kata Jiwon terus berlari menjauh dari kuburan China tua itu


Sampai di simpang jalan, ia tak sengaja tersandung jatuh karena sudah sangat ketakutan


"Aduhhh, batu sialan..." kata Jiwon kesakitan


Ada seseorang yg mengulurkan tangan nya seolah ingin membantu nya berdiri, ia adalah Chika


"Jiwon, kamu tak papa..." tanya Chika


"Ahh, ya aku tak...." kata Jiwon melihat Chika


"Ayo ku bantu berdiri..." kata Chika sambil tersenyum


"Kamu kenapa lari sekencang itu sampai tak sadar ada batu di sini" tanya Chika


"Ahh, bu...bukan apa2" kata Jiwon


"Aku hanya sedang Jogging saja..." lanjut nya tersenyum malu


"Ohh begitu ya, kamu mau ke kantor" tanya Chika


"Ya, begitu lah..." kata Jiwon sambil berjalan bersama


"Apa gak bau tuh baju kena keringat..." tanya Chika

__ADS_1


"Hehe, gak tau tuh" kata Jiwon tertawa kecil


Chika mengambil parfum dari tas nya dan menyemprot kan nya ke tubuh Jiwon


"Ehhh, apaan nih..." kata Jiwon


"Biar wangi aja, nanti bau bisa terganggu pegawai yg lain kan..." kata Chika tersenyum


"Wahahaa, iya deh makasih ya" kata Jiwon sambil tertawa


Mereka sampai di gedung tua itu, Chika sedikit heran saja kenapa Jiwon bisa bekerja di tempat seperti ini


"Ya, halaman nya memang tampak seperti ini ketika aku pertama bekerja di sini" kata Jiwon


"Apa masih di gunakan..." tanya Chika


"Kamu belum lihat dalam nya, kapan2 mampir lah..." kata Jiwon tersenyum


Jiwon berjalan ke dalam meninggal kan Chika di sana yg hanya diam melihat Jiwon berlalu


"Aku tak tau apa perasaan ku saja atau memang ada yg aneh..." kata Chika dalam hati lalu berjalan pergi


Chika berpas2an dengan Stella, Chika sangat merasakan perbedaan aura Stella yg sangat dingin


"Di...dia ini manusia bukan" tanya Chika menoleh Stella yg terus berjalan


"Apa cuma perasaan ku saja..." lanjut nya berfikir


Stella menuju ke arah gedung tua itu, Chika masih saja berfikir sesuatu yg belum di mengerti akal nya

__ADS_1


"Sudah lah, lebih baik aku melupakan semua dan pergi ke kampus" kata Chika dan kembali lagi berjalan


__ADS_2