
"Bahkan peta pun tak bisa memberitahu..."
"Ahkkk, kesal banget" kata Jiwon melihat langit
"Kenapa kamu tak menghubungi Tuan Damar saja..." kata Stella pelan
"Ehhhh, iya juga ya..."
"Otak ku beku karena lelah" kata Jiwon tertawa kecil
"Kebiasaan..." kata Stella menyindir
Jiwon segera menghubungi Tuan Damar namun tak di angkat,
"Ahhhkkkk, pengusaha sialan..." teriak Jiwon kesal
"Sabar, mungkin ia sedang amat sibuk" kata Stella mengelus pundak Jiwon
"Di sana ada taman..." kata Jiwon
"Ke sana aja dulu mungkin ya..." lanjut nya berjalan
Stella mengikuti nya, sampai di taman Jiwon langsung tergeletak di atas rerumputan itu
"Ohhh tuhan, aku sangat lelahhh" teriak Jiwon
"Hey sayang, kamu lelah kan masih ada aku di samping kamu"
"Sebagai pengembali semangat kamu" kata Stella ikut tergeletak di rerumputan itu
"Ahh, benar juga..." kata Jiwon menatap indah wajah Stella
"Jadi kamu jangan ngeluh lagi..."
"Aku pun juga lelah tapi itu seketika hilang ketika kamu di samping ku" kata Stella tersenyum
"Benar...."
"Iya benar, seberapa lelah nya aku tapi bila ada kamu di samping ku..."
"Aku jadi lupa akan lelah ku" kata Jiwon mulai kembali bersemangat
"Kamu pacaran sama hantu..."
"Kamu gak boleh sedikit2 mengeluh, masa kalah sama hantu..." kata Stella tertawa kecil
__ADS_1
"Hahaa, iya deh iya..." kata Jiwon dan ponsel berdering, itu dari Tuan Damar
"Hallo Tuan Jiwon..." ujar Tuan Damar
"Yaa..." singkat Jiwon
"Maaf tadi saya tidak mengangkat telpon dari anda..." kata Tuan Damar
"Tidak papa, saya cuma mau bertanya..."
"Di mana letak nya gedung itu, saya sudah sampai di kota yg di maksud" kata Jiwon
"Ohh begitu, sekarang posisi anda ada di mana" tanya Tuan Damar
"Saya ada di sebuah taman dengan lapangan..." kata Jiwon
"Baik lah, anda tunggu saja di situ nanti akan ada yg menjemput anda..." kata Tuan Damar
"Yaa, saya akan menunggu nya..." kata Jiwon dan telpon di tutup oleh Tuan Damar
"Bagaimana Jiwon..." tanya Stella
"Nanti ada yg jemput kita di sini" kata Jiwon terduduk di rerumputan itu
"Ya sudah kita tunggu saja..." kata Stella menyender pada Jiwon
"Ahh, kaya nya itu sih..." kata Jiwon melihat
Seseorang keluar dari mobil itu, dia adalah Jae Han si pengurus saham milik Tuan Damar di kota itu
"Selamat siang..." kata Jae Han ramah
"Iya..." kata Jiwon yg masih terduduk dengan Stella yg tertidur di pangkuan nya
"Apa benar anda Tuan Jiwon..." tanya Jae Han
"Iya saya lah yg menunggu anda dari tadi" kata Jiwon dengan nada di tekan
"Ahh, maaf kalo sudah menunggu lama..." kata Jae Han
"Mari masuk ke dalam mobil dan saya hantar kalian ke gedung yg di maksud" lanjut nya mengajak
"Stella..." bisik Jiwon
"Ahh, apa sudah sampai jemputan nya Jiwon" kata Stella lirih
__ADS_1
"Iya sudah, ayo bangun..." kata Jiwon pelan
Mereka menaiki mobil Jae Han dan langsung menuju gedung yg di maksud itu
"Heyy, apa ini akan memakan waktu lebih lama..." tanya Jiwon
"Ya begitu lah, gedung itu ada di timur kota yg sekarang sudah menjadi pusat kota" kata Jae Han yg menyetir
"Yaa, pantas saja di sana tadi sangat sepi" kata Jiwon melihat jendela mobil
Gedung2 mewah nan megah dan mobil2 yg terlihat menghiasi jalanan terlihat
"Ini sih kota maju..." kata Jiwon terpesona
"Ya begitu lah, di sini adalah kota yg sudah terpengaruh budaya barat bahkan sudah melekat di setiap penduduk nya" kata Jae Han menjelas kan
"Jadi masih banyak peluang untuk membuat kerja sama dengan kontrak direktur anda..." kata Jiwon
"Wahh, iya benar itu..." kata Stella
"Tapi mungkin tak akan semudah yg anda bicara kan..."
"Para penduduk tak mau bahkan takut untuk mencoba hal baru apalagi makanan" kata Jae Han
"Saya sudah paham kalo itu makanya kita berdua akan melihat situasi nya dulu" kata Jiwon bersemangat
"Haha, ini baru sayang ku yg asli" kata Stella menyender pada Jiwon
"Ahh, kalian suami istri ya..." tanya Jae Han
"Rencana nya sih..." kata Jiwon tertawa kecil
"Wahh, selamat ya..." kata Jae Han kagum
"Haha, makasih..." kata Stella tersenyum manis
"Oke, kita sudah sampai..." kata Jae Han membuka pintu
Jiwon dan Stella melihat gedung itu,
"Wahh, mungkin lebih dari toko ramen..." kata Jiwon berfikir
"Ahh, iya..."
"Ini terlalu mewah sih..." kata Stella terheran2
__ADS_1
Gedung serba mewah dan bertingkat lima ada di hadapan mereka berdua, fasilitas yg lengkap bahkan sudah di siapkan untuk membuka restoran setara dengan bintang empat.