
Chika masuk dan memberi laporan awal kejadian nya
"Ini rekaman nya..." kata Chika menunjukan
"Dia memesan mochi..." tanya Jiwon
"Tapi di piring yg tadi ia pecahkan sudah tak ada mochi nya" lanjut nya berfikir
"Lihat, setelah ia menerima telpon..."
"Dia langsung membuat masalah" kata Chika memperhatikan
"Seperti nya itu sudah di atur..." kata Stella
"Dia bilang makanan nya gak enak tapi dia menghabiskan nya" kata Jiwon melihat rekaman itu
"Sungguh keterlaluan..." kata Stella
"Siapa yg menelpon nya" kata Jiwon bertanya2
"Entah lah, yg jelas pasti itu adalah orang yg menyuruh nya membuat masalah di sini" kata Chika
"Apa mungkin pesaing bisnis yg tak senang bermain sehat dengan kita" tanya Jiwon
"Siapapun itu..."
"Kita harus berhati2 juga"
"Siapa tau ini hanya permulaan kan" kata Stella mengingatkan untuk waspada
"Ya benar..." kata Jiwon
Telepon kantor berbunyi, itu dari Drivan
"Ya, hallo.." angkat Stella
"Won..."
"Ehh, Stella..." kata Drivan
"Iya, maaf ini bukan Jiwon..."
"Tapi bisa bicara kan aja kalo ada yg mau di bicarakan" kata Stella dengan nada datar
"Ya, gue tadi denger2"
"Restoran kalian di serang..." kata Drivan
__ADS_1
"Ahh, iya..."
"Tapi sekarang sudah selesai urusan nya kok" kata Stella
"Ohh, syukur lah..." kata Drivan lega
"Pacar lu gak papa kan" lanjut nya bertanya
"Dia hanya terkena pukulan..." kata Stella
"Aku gak papa..." teriak Jiwon
"Walah, ya udah..." kata Drivan dan menutup telpon nya
Pesan masuk di ponsel Jiwon,
"Ahh, iya lupa..." kata Jiwon sambil membaca pesan nya
"Kenapa..." tanya Stella
"Apaan yg lu lupain" tanya Chika juga
"Hari ini ada rapat untuk pembukaan cabang baru di kota sebelah" kata Jiwon
"Ehh, bukan nya besok ya" tanya Stella
"Di percepat..." kata Jiwon kebingungan
"Kamu istirahat lah dulu di kantor" lanjut nya bersiap2
"Gue siap antarkan..." kata Chika mengeluarkan kunci motor nya
"Ya udah, aku berangkat dulu ya..." kata Stella berlalu dengan senyum
"Semoga berhasil..." kata Jiwon tersenyum
Di rapat itu, tak penting dan tak sangat begitu penting
"Maaf saya terlambat..." kata Stella memasuki ruang rapat
"Ahh, ternyata nyonya Stella yg datang..." kata Tuan Damar, pemilik saham terbesar di kota sekaligus calon ikatan kerja sama dengan bisnis yg Jiwon jalani
"Iya..." singkat Stella dan duduk
"Baik lah, sekertaris saya akan menjelas kan sektor mana dan bagaimana kita bisa bekerja sama" kata Tuan Damar
"Baik lah, silakan..." kata Stella mulai mendengarkan
__ADS_1
"Nah di sini adalah bangunan kami yg sudah kami siap kan untuk membangun sebuah bisnis kuliner jepang"
"Berhubung sektor pemasaran nya juga terbatas"
"Kami akan memberi waktu tiga bulan untuk pemasaran ini, bila berhasil kami akan memperpanjang kontrak kerja dengan bisnis kuliner yg ada berikan itu" jelas sekertaris Tuan Damar
"Bagaimana Nyonya Stella, apa anda setuju" tanya Tuan Damar
"Baik, saya sudah mendengarkan nya.."
"Saya mungkin bisa mengambil keputusan..."
"Bahwa saya setuju dengan penawaran yg anda ajukan... " kata Stella mengambil keputusan
"Baik, terima kasih dengan waktu nya..." kata Tuan Damar berjabat tangan dengan Stella
"Iya Tuan, senang bekerja sama dengan anda..." kata Stella membalas jabat tangan nya
"Ta....tangan nya dingin banget kaya mayat" kata Tuan Damar dalam hati
Setelah itu Stella keluar dan menemui Chika yg ada di parkiran sepeda motor,
"Ahh, udah..." tanya Chika
"Iya udah selesai..." kata Stella tersenyum
"Berhasil, atau gimana...." tanya Chika
"Iya, usaha kuliner kami di beri waktu 3 bulan untuk melariskan usaha ini di tempat yg di berikan" kata Stella
"Ya, mungkin kita beri semua menu spesial yg kita punya" kata Chika
"Jangan, kalo menu spesial mungkin terlalu mahal untuk awal" kata Stella
"Ya udah lah, itu kita bicarakan sama Jiwon aja..." kata Chika menyalakan motor nya
"Iya, ayo cepat kita kembali sebelum malam" kata Stella dan mereka langsung bergegas kembali ke restoran
Saat kembali Jiwon ternyata sudah pulang duluan, Stella langsung pergi ke rumah Jiwon dan Chika yg menggantikan mereka berdua hingga restoran tutup
"Kenapa Jiwon pulang awal ya, apa karena memar itu" kata Stella sambil terus berjalan
Setelah sampai, ia melihat pintu rumah Jiwon masih terbuka
"Ehh, kok gak di tutup sih..." kata Stella masuk
Ia melihat Jiwon yg tertidur di kasur nya dengan sepatu masih terpakai dan jas nya juga
__ADS_1
"Lelah banget kaya nya ya..." kata Stella membuka sepatu Jiwon dan melepaskan nya tanpa harus membangunkan Jiwon
"Kaya nya aku gak usah gangguin dia dulu deh, biar kan istirahat dulu aja kali ya" kata Stella memasangkan selimut dan duduk di samping Jiwon