Love In Prayer

Love In Prayer
Chapter 22


__ADS_3

Terdengar langkah kaki dari atas, itu adalah hantu Tuan Indame


"Tu...tuan..." kata Stella melihat


"Kalian..." singkat Tuan Indame


"Jadi dia Stella, cinta mu..." lanjut nya menunjuk Jiwon


"Ahkk, ak...aku..." kata Jiwon gugup dan juga merinding


Tuan Indame mendekati Jiwon,


"Apa kamu benar2 mencintai hantu seperti dia" tanya Tuan Indame


"Kalian tak akan bisa bersatu dalam dunia yg sama..." lanjut nya mengingatkan


Jiwon hanya diam lesu di sana, ia berfikir begitu juga


"Aku tau, tapi sejauh apapun dunia kami terpisah kan doa akan tetap tersampaikan" kata Jiwon pelan


"Bila aku dan Stella masih bisa bergandengan tangan seperti ini..." lanjut nya menggandeng tangan Stella


"Itu berarti dunia masih merestui cinta kami" ujar Jiwon dengan penuh keyakinan


"Kalian, mengingatkan ku pada istri ku..." kata Tuan Indame pelan


"Oh iya, Stella..." lanjut nya memanggil Stella


"Ya Tuan..." kata Stella


"Soal mimpi ku, lupakan saja agar kamu bisa tenang sekarang..." kata Tuan Indame


"Tidak, aku yg akan meneruskan nya..." ujar Jiwon serius


"Ji...Jiwon..." kata Stella melihat wajah Jiwon


"Bersama Stella" kata Jiwon tersenyum melihat wajah Stella


"Bagaimana cara nya..." tanya Tuan Indame


"Uang saja kamu tidak punya untuk merenovasi gedung ini" lanjut nya


"Benar, yg anda katakan itu benar..." kata Jiwon

__ADS_1


"Bahkan saya juga gak di gaji bekerja di sini, hehehe" lanjut nya tertawa kecil


"Kamu ini..." kata Stella


"Tapi tenang, aku akan mencari cara kok..." kata Jiwon tersenyum


"Ahh, aku ingat satu hal..." kata Tuan Indame


"Pergi lah ke hutan di mana aku di bunuh" lanjut nya


"Untuk apa saya ke sana Tuan..." tanya Jiwon


"Kamu bisa melihat hantu, berarti kamu bisa melihat mobil yg saya sembunyikan" kata Tuan Indame


"Di dalam nya ada uang curian milik perampok yg membunuh ku..." lanjut nya


"Hutan itu..." kata Jiwon berfikir


"Aku tak tau di mana" lanjut nya


"Aku juga, hehe" kata Tuan Indame tertawa kecil


"Sialan banget, hantu kok pikun" kata Jiwon dalam hati


"Jangan begitu..." dengan nada kesal yg di tahan


"Aduhh, iya maaf..." bisik Jiwon


Malam itu, Jiwon sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan nya. Tanpa rasa takut dan ia sekarang mencintai hantu cantik si manager dan pegawai terpercaya Tuan Indame


Pukul 03.05 di gedung itu, mereka bertiga masih melakukan perbincangan tentang hutan itu


"Aduhh, kapan selesai nya coba..." tanya Jiwon mulai kesal


"Saya sedang mengingat, tunggu lah..." kata Tuan Indame


"Hey Stella, apa memang seperti ini dia..." tanya Jiwon pelan ke Stella


"Hehe, memang begini lah..." bisik Stella sambil tertawa


"Sudah2, saya saja yg mencari..." kata Jiwon mengeluarkan ponsel nya


Ia membuka GPS dan langsung mencari puluhan hutan di setiap kota, ia memberi kan gambar hutan2 itu

__ADS_1


"Ini bukan..." tanya Jiwon


"Hmmm, bukan..." kata Tuan Indame


"Kalo ini..."


"Ini..."


"Bagaimana kalo ini..."


"Mungkin ini..."


Barangkali ini..." kata Jiwon berkali2 menunjukan gambar hutan namun tak ada satupun yg benar


"Ahkkkkkkk, aku sangat kesal...."


"Baru kali ini aku bertemu hantu yg malah bikin aku kesal" kata Jiwon dengan nada marah


"Sudah2 Jiwon, sini coba biar aku yg nyari" kata Stella pelan


"Tuan Indame saat di bawa mereka itu dalam keadaan kritis dan setengah sadar" lanjut nya menjelas kan


"Iya Stella..." kata Tuan Indame


"Jadi, hutan itu kemungkinan berada jauh dari kota..." kata Stella


"Bahkan polisi kota pun tak berhasil menemukan jazad nya..." lanjut nya mengingat


"Lalu, apa kamu tau di mana hutan nya" tanya Jiwon yg masih sedikit kesal


"Hutan itu adalah hutan lindung di desa terpencil ini..." kata Stella menunjukan gambar


"Bagaimana kamu bisa seyakin ini..." tanya Jiwon


"Karena di setiap hutan yg kamu tunjukan itu tidak ada jurang nya tau..." kata Stella


"Ahh, benar kah..." kata Jiwon


"Dasar manusia bodoh..." kata Tuan Indame pelan


"Si...sialan...." kata Jiwon dalam hati


"Sudah jadi hantu aja masih bikin darah naik" lanjut nya masih dalam hati

__ADS_1


__ADS_2