Love In Prayer

Love In Prayer
Chapter 14


__ADS_3

akhirnya jam pulang tiba, Jiwon berjalan keluar dari tempat kerjanya sambil membawa sekotak sample barang yg akan ia pasarkan


"Jiwon tunggu aku" kata Stella mengejar Jiwon


"kamu ada waktu luang gak untuk makan malam bersama ku malam ini" lanjut nya bertanya


"Ya, seperti yg kamu lihat..." kata Jiwon tersenyum


"Sibuk gak..." tanya Stella


"Nggak lah, emang waktu buat apaan" tanya Jiwon


"Makan malam..." kata Stella sambil tersenyum


"Tapi jangan makan Iga ya..." kata Jiwon


"Itu kan mahal..." lanjut nya dalam hati


"Ya, terserah kamu..." kata Stella


"Yg penting sama kamu aja" lanjut nya sambil tersenyum


"Baik lah, bagaimana kalo roti bakar" tanya Jiwon berfikir


"Roti bakar..." tanya Stella


"Kamu belum pernah makan itu" kata Jiwon heran


"Pernah sih, tapi udah lama banget" kata Stella tertawa malu


"Ya sudah ayo, aku yg traktir" kata Jiwon berjalan sambil membawa kotak berisi sample itu


"Kaya nya kamu repot banget deh.." kata Stella jadi gak enak


"Ahh ini gak berat kok, mau coba angkat" tanya Jiwon


"Mana coba.." kata Stella


Jiwon memberikan kotak itu untuk di angkat oleh Stella


"Aduhh, kamu bohong..."


"Ini berat tauu..." kata Stella kesal


"Hahahaa, bagi aku enggak kok.." kata Jiwon mengambil kembali kotak itu


"Uhhh..." kata Stella kesal


Jiwon menyenggol bahu Stella


"Jangan marah dong ibu manager yg cantik"


"Nanti cepet tua loh..." kata Jiwon sambil senyum2 sendiri


"Ihhh, apaan sih..." kata Stella


Jiwon segera berlari ke hadapan Stella


"Liat tuh pipi nya udah merah kaya panggangan...." kata Jiwon dengan wajah konyol


"Uhhhh, kamu ini..." kata Stella mencubit perut kanan Jiwon


"Aduhh, jangan cubit dong" kata Jiwon


"Kamu sih bikin kesal aja..." kata Stella


Mereka terus berjalan hingga sampai lah mereka di kedai sederhana paman Tom.


Sedikit saja, Paman Tom atau yg sering orang panggip dengan nama Kelto adalah pemilik kedai roti bakar yg sering Jiwon beli ketika masa SMA


"Kita sampai Stella..." kata Jiwon


"Masih marah..." tanya Jiwon melihat wajah Stella


"Enggak, ini tempat nya..." kata Stella melihat sekitar

__ADS_1


"Iya, sederhana sih tapi roti bakar nya enak banget loh" kata Jiwon


"Hallo Jiwon..." kata Kelto menghampiri mereka


"Wah, hallo paman" kata Jiwon


"Tumben banget nih kesini, kirain udah lupa..." kata Kelto


"Haha, ya enggak lah..."


"Aku kangen banget sama roti bakar paman loh" kata Jiwon


"Wih, sekarang punya pacar ya..." kata Kelto


"Ehhh..." kata Stella malu


"Hehe, dia ini atasan ku paman..." bisik Jiwon


"Hahahaa, nanti juga jadi..." kata Kelto


"Bisa aja paman ini..." kata Jiwon


"Duduk lah, Kelto buatin roti bakar yg paling enak buat kalian" kata Kelto


"Yg penting murah paman..." kata Jiwon tertawa kecil


"Ngutang aja boleh, apa sih yg gak buat pelanggan lama Kelto ini" kata Kelto pergi ke belakang dan mulai membuat roti bakar nya


"Ehh, Stella duduk lah dulu..." kata Jiwon


"Sampai lupa..." lanjut nya menarik kursi dan mempersilakan Stella duduk


"Iya, terima kasih Jiwon..." kata Stella tersenyum


"Kamu kenal banget ya sama pemilik kedai ini" lanjut nya bertanya


"Ya begitu lah..." kata Jiwon


"Langganan ya..." tanya Stella


"Ohh gitu ya..." kata Stella


"Ya....." kata Jiwon sambil melihat kotak berisi sample itu lalu memikirkan strategi apa yg bisa ia gunakan untuk memasarkan nya dengan cepat


"Jiwon..." panggil lirih Stella


"Ehh, iya kenapa Stella..." ujar Jiwon


"Kamu kalo merasa terbebani jangan lakukan..." kata Stella


"Ehh, aku lupa kamu bisa tau apa yg aku pikirkan..."


"Enggak kok, ini hanya aku memikirkan sedikit bukan nya terbebani kok" kata Jiwon tersenyum


Tak lama kemudian, Kelto datang membawa dua piring berisi roti bakar yg di lelehi dengan madu


"Makanan datang untuk pasangan..." kata Kelto


"Hahaha, paman ini..." kata Jiwon tertawa


"Selamat menikmati untuk kamu..." kata Kelto sambil memegang tangan Stella


Ia terkejut, aura nya sangat dingin dan seketika Kelto diam seperti ketakutan. Ia bergegas pergi kebelakang dengan bulu kuduk merinding tak karuan


"Baik lah, silakan di santap Stella.." kata Jiwon tersenyum


Mereka menikmati suasana malam dengan hangat nya roti bakar yg manis dan sangat enak itu hingga habis


"Gimana rasa nya..." tanya Jiwon


"Ini....ini, enak banget tau gak sihh" kata Stella kagum


"Aku gak pernah salah pilih kan soal rasa.." kata Jiwon membanggakan diri nya


"Paling cuma kebetulan..." kata Stella menyindir

__ADS_1


"Ya, mungkin sih" kata Jiwon tertawa malu


Jiwon beranjak dari kursi nya dan menuju kasir


"Paman..." panggil Jiwon


"Aku mau bayar nih" lanjut nya melihat


"Ahh, iya Jiwon..." kata Kelto


"Jadi berapa..." tanya Jiwon


"Untuk kamu Kelto kasih murah saja" kata Kelto


"Ya, tapi pake ini boleh ya kan..." kata Jiwon memberi kartu kredit


"Tentu Jiwon..." kata Kelto


"Ngomong2 tuh pacar kamu kaya nya kedinginan, soal nya tubuh nya dingin banget" lanjut nya membisik


"Ehh, tubuh nya memang begitu paman..." kata Jiwon


"Lalu apa yg kamu bawa di kotak itu" tanya Kelto


"Sample pemasaran..." kata Jiwon


"Barang2..." tanya Kelto


"Ya paman, mau lihat" kata Jiwon


"Coba Kelto lihat..." kata Kelto


Jiwon dan Kelto meja yg di sana Stella masih duduk diam


"Stella coba kamu jelas kan barang2 yg ada di dalam kotak ini..." kata Jiwon


"Hmmm, apa ya..." kata Stella berfikir


"Aduhh, ya udah buka aja dulu deh" kata Jiwon membuka kotak nya


Di sana terdapat mainan tua dan benda2 antik yg kusam


"Wahh, ini bukan nya sudah sangat lama" tanya Kelto


"Kalo di jual pun sangat mahal..." lanjut nya


"Memang paman, benda itu adalah produksi pertama dari perusahaan kami" kata Stella


"Tuan indame yg membuat nya sendiri" lanjut nya


"In...dame" kata Kelto terheran2


"Jadi gimana paman, apa paman tertarik" tanya Jiwon


"Kalo paman melakukan pembelian hari ini juga minimal lima barang saja, aku kasih deh diskon 30%" kata Jiwon menawar kan


"Barang ini masih bagus, aku bisa menjual nya mahal..." kata Kelto dalam hati


"Ya udah, aku angkut semua..." kata Kelto


"Beneran..." tanya Jiwon


"Tapi kasih diskon 45 atau lebih..." kata Kelto


"Ya sudah, ku kasih deh sama paman 50%..." kata Jiwon


Semua harga barang di total kan oleh Stella, Kelto membayar nya langsung di muka


"Makasih paman..." kata Jiwon


"Kalo aku butuh lagi, bisa langganan kan" tanya Kelto


"Tentu saja paman, datang saja ke kantor kami" kata Jiwon tersenyum


Mereka pergi dari kedai dengan membawa banyak uang hasil penjualan.

__ADS_1


__ADS_2