
Setelah membayar, mereka keluar dari mini market itu
"Beneran deh, kamu beneran bikin malu..." kata Stella masih kesal
"Hehe, aku sering begitu karena kan kasir pasti tau mana yg lebih enak..." kata Jiwon membuka roti rasa kopi
"Hmmm, tapi apa memang harus begitu setiap kali membeli sesuatu..." tanya Stella lesu
"Iya, harus dong..." kata Jiwon sambil melahap roti nya
"Terserah deh..." kata Stella membuka roti rasa coklat nya
"Hmmm, aku gak doyan rasa kopi..." kata Jiwon datar
"Lah, kenapa tadi beli itu..." tanya Stella
"Kan kamu yg bilang beli dua2 nya..." kata Jiwon pelan
"Terus kamu nyalahin aku gitu..."
"Kamu nya aja yg dari tadi bikin malu..." teriak Stella keras
"Ehhh, bu....bukan..." kata Jiwon lesu
"Udah ah, ini pun kamu gak beli minum tadi" kata Stella
"Ahhh, iyaa...."
"Aduhhh kelupaan lagi.." kata Jiwon berlari kembali ke mini market
"Lahh, kan aku bawa minum sih..." kata Stella
"Heyy, sayangg...." lanjut nya berteriak
"Yaa..." kata Jiwon berhenti dan menoleh
"Kamu ini..."
"Aku udah bawa minum jangan pemborosan..." teriak Stella
"Ke.... kenapa gak bilang dari tadi" kata Jiwon berjalan kembali
"Sini minta..." lanjut nya langsung meneguk air itu
"Dasar kamu..." kata Stella
"Ehhh, jangan di habisin jugaa..." lanjut nya merebut air nya
"Ehh, kamu belum minum ya..." tanya Jiwon
__ADS_1
"Menurut mu gimana...." kata Stella kesal
"Hehe, mana ku tau sih sayang ku..." kata Jiwon memberi air nya
"Se.... setengah..." kata Stella melihat sisa air nya
"Kamu ini dari tadi kenapa bikin kesal sih..." teriak Stella sambil memukul kepala Jiwon dengan tempat air mineral nya itu
"Aduhhh, maaf sayangg..." kata Jiwon berlari dan Stella terus mengejar nya
"Hey kaliannn...." teriak Chika dari jauh
"Ehhh...." ujar Jiwon menoleh
"Suara itu kan..." kata Stella pun ikut menoleh
"Bukan nya ngurusin resto malah asik pacaran.."
"Kalian pikir ini liburann..." teriak Chika sambil mendekat bersama pegawai lain yg ia bawa
"Kan dari taman ke sini jauh..." kata Jiwon berfikir
"Lu lihat ini di mana..." tanya Chika
Jiwon melihat sekitar,
"Ahhhkkkk....."
"Dua kilo meter..." kata Stella menghitung
"Ber.... berlari tanpa lelah..." kata Jiwon canggung
"Dasar..." kata Chika masih kesal
"Udah ayo semua..."
"Kita pergi ke gedung cabang restoran baru kita" kata salah satu pegawai
"Hufff, iya ayo deh..." kata Jiwon lesu
"Naik angkutan umum aja..."
"Aku gak mau lari lagi" lanjut nya masih kebingungan
"Iya sayang...." kata Stella tersenyum
Mereka menunggu angkutan umum untuk sampai ke kota,
"Wahh, lihat lah...."
__ADS_1
"Ini surga..."
"Ke.... keren sekaliii...." kata semua pegawai terkagum di dalam angkutan umum
"Kita harus bisa untuk mempopulerkan masakan kita di sini..." kata Jiwon
"Iyaa...." singkat satu pegawai
"Tuan manager atur saja strategi pemasaran yg akan di lakukan..."
"Sisa nya, serah kan pada kami...." sorak para pegawai meramaikan angkutan umum yg mereka naiki
"Wahh, anak klub dari mana..." tanya pak supir
"Ehhh, bukan anak klub..."
"Kami ini sang wirausaha dan para pegawai nya..." kata Chika dengan senyum
"Wahh, kirain tadi anak klub loh..."
"Emang usaha apa yg kalian sedang upayakan..." tanya pak supir
"Usaha restoran paman..." kata Stella tersenyum
"Kami akan membuka restoran khas jepang" sambung Jiwon
"Ahh, sudah lama tak makan masakan tanah kelahiran sendiri..."
"Itu bagus, jadi ingin merasakan masakan nya..." kata pak supir tertawa kecil
"Paman mampir saja ke restoran kami..." kata salah satu pegawai
"Ahh, tidak...."
"Saya mana punya uang untuk membeli makanan semahal itu..." kata pak supir tertawa kecil
"Ehhh, paman gak usah khuatir..."
"Makanan yg kami jual itu sangat terjangkau harga nya..."
"Mungkin karena tempat nya yg menyerupai resto berbintang kali ya..." kata Jiwon
"Iya paman, jadi semua orang dari kalangan apa saja bisa menikmati nya" kata Stella tersenyum
"Jangan lupa mampir ya pamann..." sorak semua
"Hahaha, iya paman akan mampir kapan2..." kata pak supir tertawa lega
"Kami tunggu kedatangan paman..." kata Stella tersenyum
__ADS_1
"Iya..." singkat pak supir dan kembali fokus mengemudikan angkutan umum itu