
Satu bulan berjalan, pegawai sudah banyak dan mereka pun juga sudah membuka dua cabang di kota,
"Hasil nya sudah lumayan..." kata Jiwon menghitung keuntungan
"Ya..."
"Modal yg di keluarkan dan tenaga juga sudah terbayar" kata Stella tersenyum
"Berkat kamu..." kata Jiwon melihat senyum Stella yg indah
"Hey, kalian selalu melupakan gue" kata Chika sedikit kesal
"Hahaha, enggak kok..."
"Ini juga berkat ide kamu kan" kata Stella
"Ya, walau cuma nyumbang ide tapi tetap ku hargai..." kata Jiwon dengan sedikit tertawa
"Dasar...." kata Chika dan kembali ke dapur untuk membantu memasak pesanan
"Ini masih awal, kita belum tau akan kah ada pesaing atau tidak..." kata Jiwon berfikir
"Ya, tapi kita jalani saja seperti menjalani hubungan kita yg rumit ini" kata Stella
"Ya benar, hubungan kita memang rumit tapi kita begitu serasi" kata Jiwon tersenyum
"Apa kamu masih mau bersama ku setelah kamu mendapat segala keberhasilan ini Jiwon..." tanya Stella serius
"Ahh, apa maksud mu..." tanya Jiwon
"Ya tentu saja aku akan tetap bersama mu..." lanjut nya menegas kan
"Apa tak terniang di otak mu, kamu bisa memiliki setiap cewek di kota ini dengan keberhasilan kamu ini" kata Stella
"Keberhasilan ku itu karena ada nya kamu, bila aku berhasil tanpa kamu itu sama saja bohong"
"Karena penyemangat hidup ku adalah kamu, Stella wanita yg paling aku sayangi" kata Jiwon menjelas kan
"Kamu yakin..." kata Stella pelan
"Aku cuma hantu..." lanjut nya sangat pelan
"Berapa kali aku ucapkan, mau apapun kamu asal aku masih bisa melihat kamu dan merasakan cinta mu..."
"Aku akan terus bersama mu..." kata Jiwon memeluk Stella dengan erat
__ADS_1
"Jangan ucapkan yg tidak bisa ku lakukan..." lanjut nya berkaca2
"Jiwon...."
"Setulus itu kah kamu mencintai ku..." kata Stella dalam hati
Ketukan pintu terdengar,
"Permisi Tuan Nyonya, ada tamu untuk kalian..." kata pegawai itu
"Ahh, iya..." kata Jiwon mengusap air mata nya
"Silakan masuk Tuan..." kata Stella dengan senyuman
"Terima kasih..." kata tamu itu yg bernama Tuan Raizo
Tuan Raizo adalah wirausaha sukses dari kota sebelah, dengan kata lain dia adalah miliarder di sana
"Senang bertemu anda, apa yg bisa kami bantu" tanya Jiwon dengan senyuman
"Saya dengar anda adalah pembisnis restoran yg lumayan sukses..."
"Apa anda berminat untuk bekerja sama membuka cabang anda di kota saya" tanya Tuan Raizo
"Ya, saya juga ingin membangkitkan selera hidangan khas jepang ini di sana" kata Tuan Raizo
"Mungkin kita bisa bekerja sama..." lanjut nya mengajak Jiwon berjabat tangan
"Tentu saja, kami tak akan menolak..." kata Jiwon menjabat tangan nya
"Dia sangat berbeda ketika berhadapan dengan para pembisnis lain, wibawa nya seolah muncul..." kata Stella dalam hati
"Tuan Indame, sosok mu ada di diri nya" lanjut nya tersenyum
"Terima kasih, kami akan menghubungi anda lagi" kata Jiwon dan Tuan Raizo berlalu pergi
"Stella..." kata Jiwon
"Iya sayang, kenapa..." tanya Stella
"Sekali lagi, aku tak mau kehilangan mu" kata Jiwon tersenyum
"Aku pun begitu..." kata Stella membalas senyum Jiwon
"Jadi, jangan pernah engkau berfikir seperti itu..." kata Jiwon
__ADS_1
"Aku tak akan pergi kemanapun tanpa kamu" lanjut nya kembali duduk
"Aku buatin kopi ya..." kata Stella
"Kaya nya kamu lelah banget" lanjut nya memperhatikan
"Tapi jangan beri banyak gula, karena cuma lihat kamu aja udah cukup manis nya" kata Jiwon sambil tertawa kecil
"Haha, kamu merayu..." tanya Stella
"Enggak, cuma bergurau..." kata Jiwon
"Pantes gak jelas tadi" kata Stella dan keluar dari ruangan
"Dasar kamu ini ya...." kata Jiwon dengan senyum
Stella membuatkan kopi untuk Jiwon dan menyuduh kan nya,
"Ini minum lah Tuan..." kata Stella dengan senyum
"Ahh, jangan Tuan dong"
"Sayang aja...." kata Jiwon sambil tertawa kecil
"Iya deh, sayang...." kata Stella tersenyum
"Aku minum ya..." kata Jiwon
"Silakan, aku buat nya pake hati loh" kata Stella
"Hati...." tanya Jiwon
"Apa gak panas..." lanjut nya berfikir
"Ihhh, bukan hati nya juga yg di keluarin buat mengaduk kopi nya..." kata Stella sedikit kesal
"Hahaha, kirain loh..." kata Jiwon tertawa
"Hmmmm, nikmat banget..." lanjut nya meminum perlahan kopi buatan Stella
"Siapa dulu yg buat..." kata Stella
"Pacar ku tercinta, hehe..." kata Jiwon tertawa kecil
"Haha, iya..." kata Stella duduk di pangkuan Jiwon dengan senyuman
__ADS_1