
Pada pagi hari tepatnya pukul 06.09. Jiwon terbangun dengan mata yg masih mengantuk melihat Stella yg sudah memasak hidangan lezat untuk sarapan
"Selamat pagi sayang, bangun dong ihh"
"Huaaaaaaaaaaaa" Jiwon menggaruk garuk rambutnya yg berantakan
"Cuci muka dulu sana nih aku udah buatin sarapan loh"
"Iya sayang, sebentar ya..."
Jiwon berjalan pelan menuju kamar mandi dan Stella mulai menyiapkan semua makannya di ruang tamu. Menu masakan yg sederhana namun di buat dengan sepenuh hati, aroma yg sangat lezat menggugah semua semangat tetangga Jiwon dan para hewan hewan peliharaan
"Stella kamu kok cepet banget bangunnya tadi?"
"Iya aku terbangun tadi pukul 04.00, hehe"
"Ya ampun kau pun sampai memasak ini semua" Jiwon melihat semua menu masakan Stella yg lumayan banyak untuk sarapan
"Taa daaaaaa, masakan spesial untuk kekasih ku"
"Hahaaa kamu bisa saja, terima kasih sayang"
"Iya sama sama, iya udah ayo di makan dong keburu dingin kan gak enak"
Stella mengambilkan sepiring nasi dan lauk untuk Jiwon dengan penuh kehangatan dan perhatiannya di pagi hari Jiwon merasa menjadi orang yg paling bahagia di dunia
"Wahhhhh lezat bangetttt" puji Jiwon pada masakan Stella
"Hehe terima kasih sayang"
"Aku harus menghabiskan semua nih, hehe" dengan lahap Jiwon memakannya bahkan ia menambah porsi nasi miliknya
"Aku di bagi juga, aku kan lapar..."
"Hehee iya lupa nih nih ku sisain kok"
"Nah gitu dong, terima kasih"
Mereka berdua memakan semua hidangan yg ada hingga habis tak tersisa. Setelah makan mereka berberes rumah bersama dan pukul 09.23 semua sudah selesai
"Ehh iya bagaimana rumah mu?" Tanya Jiwon saat di jalan menuju restoran
"Iya begitu lah kamu kan tau sendiri"
"Berantakan banget ya?"
"Iya hehe"
"Bagaimana kalo kita bersihkan besok?"
"Kamu mau membantu ku?"
"Ya iya lah, sudah tugas ku untuk membantu mu kan aku kekasih mu"
"Ahhh sayangggg" peluk Stella dari samping
"Ihh jangan umbar kemesraan di depan umum begini apa lagi masih pagi ini"
"Ahh biar ih aku lagi bahagia mempunyai kekasih seperti mu"
"Benarkah? Baik lah sini ku gendong sampai restoran" sontak Jiwon langsung menggendong depan Stella
"Kyaaaaaaaaaaaaa Jiwonnn" seru Stella dengan penuh tawa di wajah eloknya
Mereka tak menghiraukan semua orang yg juga berlalu lalang di jalanan seolah dunia milik mereka berdua. Sesampainya di restora, Chika sudah menunggu Jiwon dan Stella di depan pintu memasang wajah galaknya sambil menium peluit
*Pritttttttttttttttttttttt
"Sudah jam berapa ini? Kenapa kalian baru datang?"
"Kenapa sih emangnya ini sekolah apa?" Tanya Jiwon pada Chika
"Lu itu managernya di sini jadi kasih dong contoh yg baik buat para pegawai, disiplin bukannya malah telat banget gini"
"Cerewet"
"Ihhhh sayang gak boleh gitu, semua yg ucapkan Chika itu juga emang buat kebaikan mu dan kemajuan restoran kita loh" ujar Stella menelaah ucapan Chika tadi
__ADS_1
"Ahh iya deh aku paham" Jiwon berjalan masuk ke ruangannya sembari menyapa beberapa pegawai dengan kalimat "bro"
"Apa apaan sih pacar mu itu"
"Hehe maaf deh maaf kamu tau sendiri kan Jiwon seperti apa, ia kadang bersifat kekanak kanakan begitu namun ia juga bisa dewasa dan berwibawa ketika masalah mulai datang"
"Huaaaaaaaa makanya buat dia banyak masalah biar dewasa"
"Hahaa masalah jangan di cari nanti pasti juga datang sendiri kan Chika" ujar Stella sambil mengedipkan sebelah matanya pada Chika
"Kenapa gue jadi merasa sirih? Ah sudah lah susul pacar mu sana"
"Siap pengganti manager yg bijaksana" di iringi dengan tawa ringan
Hari itu restoran ramai seperti biasanya. Keuntungan selalu datang dan kepuasam pelanggan terpenuhi, bisnis Jiwon dan Stella telah melampaui target milik Tuan Indame
"Ku lihat stamina kerja Chika sangat baik untuk mengurus restoran ini" ujar Stella melihat buku laporan yg setiap minggunya di terima oleh Jiwon
"Ya begitu lah..."
"Kau tau sayang dia lebih baik daripada aku untuk menjadi wakil manager"
"Kenapa kamu bilang begitu sayang?"
"Ya bagaimana ya jelasinnya, intinya dia lebih pantas menjadi wakil mu dalam mengurus restoran ini"
"Lalu kamu jadi apa? Bukannya ini adalah gedung mu?"
"Aku mau jadi istri mu saja sayang" tanpa ragu Stella mengatakan keinginannya yg membuat Jiwon sedikit merasa canggung
"Su... sungguh?"
"Iya sayang aku ingin menjadi istri mu" dengan mata yg bersinar dan pipi merah milik Stella
"Aku sebenarnya ingin sekali mempersuting mu sekarang juga tapi masalah menikah itu panjang dan butuh pemikiran matang"
"Tapi sayang....."
"Kita bahas tentang kau dulu ya sayang, ini tentang gedung mu..."
"Ini gedung Tuan Indame" bentak Stella
"A... apaaaaaa?!"
"Ini gedung mu dan ini saham mu semua cabang milik mu jadi kau direktur utama nya"
"Aku sayang?!"
"Jangan kaget begitu, aku tau kau bisa"
"Hmmmmmm tapi aku jadi istri mu kan"
"Itu lagi yg di tanyakan olehnya?!" Bisik Jiwon dalam hati
"Sayanggggggg"
"Aku akan melamar mu"
"Benarkah? Ahhh senangnyaaaa" ujar Stella mendekat dan langsung memeluk Jiwon yg sedang duduk di kursinya dengan hangat
"Tapi sebelum itu aku akan panggil Chika dulu"
"Iya deh sayang" melepas pelukannya dan Jiwon pergi menemui Chika
Jiwon mengumpulkan semua pegawai restoran di halama depan
"Chika maju dong sebentar"
"Gue? Iya baik lah" Chika maju menghadap wajah semua pegawai yg ada
"Baik lah saya sebagai atasan kalian semua, ehh tunggu dulu..." henti Jiwon berfikir
"Stella kamu yg harusnya ngomong" bisik Jiwon pada Stella
"Kok akuuu..?"
"Kamu direktur utamanya, udah buruan"
__ADS_1
"Iya deh iya...."
"Selamat siang semua pegawai yg saya cintai dan kasihi..." Stella mulai memainkan pidato singkatnya
"Saya selaku pendiri dan pemilik gedung ini atau bisa di sebut direktur utama bisnis restoran ini, dengan persetujuan Jiwon saya ingin mengangkat Chika sebagai wakil manager kalian yg baru"
"Ahhh lu bercanda? Kenapa gue?"
"Mau aja gak usah komen ya" bisik Jiwon
"Jadi mulai hari ini Chika adalah wakil manager kalian...!!"
Sontak sorak tepuk tangan dan kata selamat memeriahkan halaman restoran
"Untuk Chika silakan beri sambutannya dong" ujar Jiwon mempersilakan
"Umm... ehkemm... apa ya gue masih canggung banget, intinya terima kasih dan mohon kerja samanya semuaaa"
"Yeeeeee horeee itu lah sambutan dari wakil manager kita, tepuk tangan dong"
Sekali lagi sorak tepuk tangan dan kata selamat memeriahkan halaman restoran
"Ada satu lagi...." ujar Jiwon serius
"Apa sayang?"
"Saya ingin melamar direktur utama di hadapan kalian semua..."
"Sa... sayanggg" malu Stella hingga pipinya memerah
Jiwon berlutut di hadapan Stella dengan sebuah cincin emas dengan ukir dan berlian yg indah
"Mau kah kau menjadi istri ku dan ibu dari anak anak ku menemani sisa hidup ku dan hanya bersama mu...?"
Sorak semua pegawai mengatakan "mau" mulai terdengar dan semakin memeriahkan halaman depan restoran
"Bagaimana ya...."
"Aku menunggu sayang"
"Iya deh aku mauuu" dengan senyum lebarnya
Semua bersorak bahagia untuk Jiwon dan Stella, Jiwon langsung memeluk Stella dan menggendong nya sambil berteriak
"Ayeeeaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"
"Teriakan apa itu sayang?"
"Teriakan ayam jantan..."
"Hahaa iya deh iyaaa"
"Baik lah Jiwon jaga Stella baik baik dan lu Stella ajarin Jiwon buat makin dewasa, oke?"
"Nantangin manager dan direktur nih?"
"Hahaa bercanda, gue ikut bahagia..."
Semua memberi salam dan selamat untuk mereka berdua dan semua kembali bekerja seperti biasa
Hari sudah mulai gelap. Jiwon dan Stella kembali ke rumah dengan wajah bahagia di antara keduanya
"Sayang..."
"Iya Stella kenapa?"
"Aku bahagia banget"
"Iya sayang mau ku gendong lagi"
"Nanti aja aku rasanya pengin berlari"
Stella berlari di depan Jiwon dengan pancaran mata yg sungguh elok dan lantunan suaranya yg indah
"Jangan kencang kencang sayang nanti jatuh"
"Iya tenang saja sayangg, syala la laaa"
__ADS_1
Sesampainya di rumah Stella langsung tertidur dengan sepatu masih terpasang di kakinya
"Owalah terlalu bahagia banget kayanya sampai dia lupa kalo dia sedang kelelahan" ujar Jiwon sembari membuka sepatu milik Stella lalu menyelimuti badannya dan mencium keningnya diiringi ucapan "selamat malam kekasihku"