Love In Prayer

Love In Prayer
Chapter 11


__ADS_3

Kali ini keanehan benar2 terjadi di gedung itu, Jiwon yg sedang berjalan melewati lorong gelap seperti biasa sambil bernyanyi agar ia tak merasa takut


"Du du duuuu...." ucap lirik lagu yg Jiwon nyanyikan


Namun, gemma atau pantulan suara Jiwon terdengar dari sebuah ruangan di ujung lorong dan suara pantulan itu pun sangat berbeda dari suara Jiwon


"Eh, suara ku kok mantul...." kata Jiwon terheran


"Suara ku serem lagi, hihihi..." lanjut nya berhenti melangkah


Bayangan hitam keluar dari pintu ruangan itu, sangat jelas. Bayangan itu seolah menatap Jiwon


"Apa itu...." ujar Jiwon yg sudah panas dingin


Jiwon berbalik badan, berlari kembali ke ruangan Stella.


"Sialan banget, semoga gak ngikutin deh" kata Jiwon sambil berlari


Belum sampai di ruangan Stella, tepat nya di depan lukisan tuan Indame. Jiwon tiba2 tak bisa melangkahkan kaki nya lagi


"Ahk, in...ini kenapa" kata Jiwon panik


"Ahkkkk....." teriak Jiwon untuk menggerakan kaki nya


Namun gagal, bunyi suara langkah kaki mendekat


"Bangke nih kalo gini, aduuhhhh" kata Jiwon ketakutan


Suara langkah kaki itu semakin dekat, Jiwon memejamkan mata nya dan berharap itu bukan lah hantu


Jiwon yg sudah sangat ketakutan tak bisa apa2 selain beku diam di sana. Ada seseorang yg memegang pundak Jiwon


"Ahkk, sialan...." kata Jiwon yg masih memejamkan mata


"Ji....Won...." kata seseorang itu dengan logat dingin dan baku

__ADS_1


"Ak....aku tak bermaksud menganggu loh" kata Jiwon masih tetap tak berani membuka mata nya


"Ji.....Won...." kata seseorang itu lagi namun kali ini ada sedikit tawa


"Eh, suara nya...." kata Jiwon mulai memberanikan diri


Ia membuka mata nya dan melihat, ternyata itu adalah Stella yg sangat kegirangan karena melihat Jiwon berdiri di sana ntah kenapa


"Kamuuu...." kata Jiwon sedikit kesal


"Haha, iya maaf...." kata Stella sambil tersenyum


"Langkah kaki nya tadi terdengar dari belakang sana loh" kata Jiwon heran


"Kamu kali yg salah, orang aku aja dari ruangan ku..." kata Stella


"Ahh, bikin orang jantungan aja sih..." kata Jiwon kesal


"Ya maaf, jangan marah dong" kata Stella membujuk


"Gak, aku gak marah kok cuma kesel aja" kata Jiwon sambil melihat kaki nya


"Gak bisa bergerak, kaya beku" kata Jiwon


Stella menunduk dan memegang kaki Jiwon,


"Ini...." kata Stella pelan


"Coba kamu gerakin sekarang" lanjut nya berdiri lagi dan tersenyum


Jiwon mencoba menggerakan kaki nya,


"Eh, bisa..." kata Jiwon tersenyum


"Bisa di gerakin lagi, makasih...." lanjut nya spontan memeluk Stella dengan lembut

__ADS_1


"Ehh..." kata Stella tersenyum


"Aduhh, maaf2 terlalu senang sih" kata Jiwon malu


"Iya gak papa..." kata Stella tersenyum


"Eh iya, kamu kok balik lagi" lanjut Stella bertanya


"Soal itu...." kata Jiwon berfikir mencari alasan


"Jangan banyak alasan, bilang aja takut" kata Stella


"Ehhh, iya hehe..." kata Jiwon tertawa malu


"Ya udah sini, aku temani" kata Stella menarik tangan Jiwon pergi


Mereka melewati lorong bersama2, sampai lah mereka di ujung lorong yg terdapat ruangan itu


"Itu yg membuat mu takut kan..." kata Stella menunjuk ruangan itu


"Ehh, i...iya" kata Jiwon pelan


"Udah, gak usah takut lagi..." kata Stella tersenyum melihat Jiwon


"Isi dari ruangan itu hanya properti2 yg sudah tak di gunakan lagi..." kata Stella menjelas kan


"Ruangan itu juga memiliki luas yg sangat lebar dan sangat tertutup, jadi suara pantulan yg di tibul kan nya seperti itu..." lanjut nya terus menjelas kan


"Iya, aku mengerti sekarang..." kata Jiwon


"Dia ini, bisa mengerti apa yg aku pikirkan dan aku rasa kan..." kata Jiwon dalam hati


"Iya dong, aku juga tahu kalo kamu suka aku kan..." kata Stella sambil tersenyum memandang Jiwon


"Ehh, kalo ini kaya nya salah deh" kata Jiwon sambil tertawa

__ADS_1


"Ihhh, masa sih aku salah...." kata Stella sedikit kesal


"Ya sudah, aku ambil berkas dan dokumen nya dulu di bawah..." kata Jiwon menuruni anak tangga dan meninggal kan Stella yg berdiri melihat dari kejauhan.


__ADS_2