Love In Prayer

Love In Prayer
Chapter 16


__ADS_3

Pukul 02.22, rumah Jiwon. Kejanggalan terjadi pada Stella dan rumah Jiwon


"Agghh, ke...kenapa tubuh ku" kata Stella dalam hati


Tubuh nya tak bisa di gerakan seperti membeku atau di tahan oleh sesuatu


"Apa yg...." kata Stella melirik sedikit ke arah pintu dapur


Di sana terlihat sosok lelaki berjubah putih dengan tongkat trisula berwarna emas menyala


"Pergi lah kau...." kata Sosok itu


"Sialan, si...siapa kau" tanya Stella


"Pergi lah...." kata Sosok itu


"Bagaimana cara ku pergi bila kau merantai ku begini.." tanya Stella mencoba menggerakan badan nya


"Berjanji lah jangan kesini lagi dan pergi jauh" kata Sosok itu


Stella hanya diam, tiba2 Jiwon terbangun dan melihat keadaan Stella


"Ah, kenapa dengan mu..." tanya Jiwon


"Ahhgg, ahhgg...." ujar Stella seperti kelelahan


"Apa kamu bermimpi buruk" tanya Jiwon lagi


"Ti...tidak, aku hanya kram di bagian kaki" kata Stella mencari alasan


"Mana ku lihat.." kata Jiwon memijat kaki nya


"Gimana, udah enakan..." lanjut nya bertanya


Stella mencoba menggerakan tubuh nya dan duduk


"Terima kasih Jiwon.." kata Stella


"Kamu pasti sangat kelelahan berjalan kaki kemarin malam ya..." kata Jiwon


"Sampai bisa kram gitu.." lanjut nya heran


"Seperti nya iya..." kata Stella pelan


"Bagaimana kalo ku buatin susu" tanya Jiwon


"Itu bisa menghangatkan mu..." lanjut nya tersenyum


Jiwon tak pikir panjang, ia ke dapur dan langsung membuat kan susu untuk Stella


"Minum lah selagi hangat" kata Jiwon tersenyum


"I...iya..." kata Stella meminum nya secara perlahan


"Mau biskuit juga gak..." tanya Jiwon


"Di kulkas kaya nya masih ada" lanjut nya berjalan ke arah kulkas dan melihat


Ia mengambil kan biskuit itu dan menghidangkan nya pada Stella


"Makan lah ini juga ya" kata Jiwon

__ADS_1


"Apa gak merepotkan..." tanya Stella


"Tentu tidak, makan dan minum lah dulu"


"Setelah itu kembali tidur..." kata Jiwon sambil tersenyum


Stella masih sangat terkejut dengan sosok lelaki yg menyuruh nya pergi dari rumah Jiwon


"Apa sih yg kamu pikir kan Stella..." tanya Jiwon karena melihat Stella yg seperti melamun


"Ahh, tidak kok..." kata Stella tersenyum malu


"Apa kamu masih memikirkan pekerjaan mu" tanya Jiwon


"Seperti nya iya..." kata Stella


"Kan aku sudah bilang, aku akan membantu mu..." kata Jiwon tersenyum


"Iya..." singkat Stella dan menghabiskan susu nya


Setelah itu, Stella berbaring lagi namun kini di samping Jiwon


"Jiwon..." kata Stella


"Apa yg akan kamu lakukan ketika kematian mendatangi mu" lanjut nya bertanya


"Pertanyaan yg aneh..."


"Aku tau kematian pasti akan datang, tapi aku hanya bisa menunggu kan" kata Jiwon


"Dan seandai nya aku sudah mati..." tanya Stella pelan


"Apa maksud mu..." kata Jiwon tak mengerti


"Ya...." ujar Jiwon sambil memeluk Stella dan mereka kembali tertidur di sana


Minggu pagi tiba, tepat nya pukul 06.55


"Stella bangun..." bisik Jiwon membangun kan Stella


"Uhh, aku terlalu nyenyak ya..m" tanya Stella


"Ya begitu lah, hehe" kata Jiwon tertawa kecil


Jiwon berjalan membuka setiap jendela yg ada, agar udara dan cahaya matahari masuk ke dalam rumah


"Kamu cuci muka ke belakang dulu biar seger..." kata Jiwon dengan senyuman


"Iya..." singkat Stella ke kamar mandi untuk mencuci muka nya


Setelah selesai Jiwon duduk di teras rumah sambil menghirup udara segar di pagi hari itu, Stella kembali dan duduk di samping Jiwon


"Cerah ya..." kata Stella


"Ya begitu lah, bagaimana kalo kita pergi mencari sarapan" tanya Jiwon


"Ehh, enggak lah aku masih kenyang" kata Stella pura2 menolak


"Tak mungkin, udah ayo..." kata Jiwon menarik tangan Stella dan berlari kecil


"Ehhh, udah dong jangan lari gini jalan aja..." kata Stella

__ADS_1


"Iya, maaf..." kata Jiwon tertawa malu


"Kamu terlalu semangat apa lapar sih.." tanya Stella sambil tertawa


"Hehee, kedua nya..." kata Jiwon


"Makan itu aja ya...." lanjut nya menunjuk kedai mie ayam di pinggir jalan


"Ya terserah kamu" singkat Stella mengikut


Jiwon dan Stella menghampiri kedai itu dan memesan, mereka makan dengan lahap di sana


"Wahh, enakkk" kata Jiwon ketagihan


"Kamu lapar banget kelihatan nya..." kata Stella


"Hehehe, ya begitu lah" kata Jiwon tertawa malu


"Mas, pesen satu lagi..." kata Jiwon nambah


"Ehh, punya aku aja..." kata Stella


"Itu kan punya kamu, habiskan..." kata Jiwon sambil menunggu pesanan nya itu


"Iya deh..." kata Stella memakan nya lagi


Setelah selesai, Jiwon mengantarkan Stella ke rumah nya walau dengan jalan kaki tanpa kendaraan


"Terima kasih Jiwon..." kata Stella


"Untuk apa..." tanya Jiwon


"Untuk semua..." kata Stella dan masuk ke dalam rumah nya


"Ya..." kata Jiwon sambil berjalan pergi


Baru saja keluar gang rumah Stella, ponsel nya berdering. Ia mendapat telpon dari Drivan


"Wah, kenapa nih anak..." kata Jiwon menganggat telpon nya


"Hallo..." kata Jiwon


"Wonn..." teriak Drivan


"Apa sih oyy pelan dong..." kata Jiwon kesal


"Ini penting, cepat kemari" kata Drivan sedikit panik


"Kenapa...." tanya Jiwon


"Tau paman Kelto kan..." kata Drivan


"Lah kemarin malam aku baru aja kesana..." kata Jiwon


"Dia meninggal..." kata Drivan


"Hah, kok bisa..." kata Jiwon


"Kemarin baik2 aja loh..." lanjut nya heran


"Udah lu kesini aja, soal nya ada yg aneh" kata Drivan

__ADS_1


"Iya udah, aku kesana..." kata Jiwon dan berlari secepat mungkin ke kedai roti paman Kelto.


__ADS_2