
Jiwon mencoba menelpon Chika,
"Hallo..." ujar Jiwon pelan
"Ahh, malem2 gini ngapain telpon won..."
"Ada masalah..." tanya Chika
"Bukan begitu, maaf kalo ganggu..."
"Aku hanya sedang memikirkan sesuatu yg gak bisa aku selesaikan sendiri" kata Jiwon sedikit lesu
"Apa itu..." tanya Chika penasaran
"Tentang membawa sebagian pegawai ke sini..." kata Jiwon
"Memang nya pegawai belum di siapkan di situ Won..." tanya Chika memulai pertanyaan yg sedikit panjang
"Ya, sebenar nya ada..."
"Tapi aku mendapat informasi kalo di sini sudah asing dengan masakan jepang"
"Jadi...." kata Jiwon menjelas kan
"Ya udah, kirim aja sebagian pegawai...." potong cepat Chika
"Masalah nya adalah...."
"Tentang biaya dan bila aku membawa sebagian pegawai apa saham utama tidak kekurangan pegawai" kata Jiwon menyimpul kan
"Setiap cabang memiliki dua puluh pegawai kan..."
"Dan di kota ini pun cabang kita ada tiga..."
"Ambil lah dua pegawai dari setiap cabang yg ada di kota ini..." kata Chika memberi saran
"Wahh, iya juga ya..."
"Dengan begitu tak ada yg akan kekurangan pegawai ataupun kelebihan..." kata Jiwon tersenyum
"Elu sebagai manager gimana sih..."
"Gitu doang gak bisa mutuskan..." kata Chika seperti menyindir
"Haha, jangan lah begitu..." kata Jiwon tertawa malu
__ADS_1
"Ya udah lah, besok gue siapin para pegawai yg akan ke situ" kata Chika
"Terus masalah biaya bagaimana..." tanya Jiwon
"Ya itu urusan elu lah, kan gue cuma mengatur dan memberi saran" kata Chika
"Ya sudah, aku yg akan membiayai mereka..." kata Jiwon dan menutup telpon nya
Jiwon kembali duduk di sofa, melihat jam dinding yg menunjukan sudah hampir pagi
"Jam dua ya..."
"Gak terasa, kota ini masih ramai aja..." kata Jiwon kembali melihat ke luar jendela
Mata nya mulai mengantuk, ia tertidur di samping Stella dengan nyaman
Pagi hari nya, Jiwon terbangun karena deringan ponsel nya
"Ahhh, hallo..." ujar Jiwon masih mengantuk
"Masih tidur lu Won..." teriak Chika dengan keras
"Ahhh, berisik banget..." kata Jiwon kesal
"Ehh, Chika ya..." sambung Stella dengan senyum
"Gue udah siapin pegawai nya, jam sembilan mungkin mereka sudah sampai di sana..." lanjut nya menginformasi kan
"Berapa pegawai..." tanya Stella
"Dari cabang sebelah timur, gue ambil dua"
"Dari cabang pusat, gue ambil tiga"
"Dan cabang barat, gue ambil dua..." kata Chika menjelaskan
"Baik lah, aku akan tunggu mereka..." kata Jiwon
"Turun dari bus lalu ke taman..."
"Aku akan menunggu mereka di sana..." lanjut Jiwon dengan berwibawa
"Iya, gue bakal menginformasikan ke mereka juga..." kata Chika dan telpon di tutup
"Kamu ngambil pegawai dari sana..." tanya Stella
__ADS_1
"Iya, karena aku pikir kita bisa mengandalkan mereka..." kata Jiwon menjelaskan
"Kamu seperti mengantuk banget, kamu tidur jam berapa semalam..." tanya Stella melihat kelopak mata Jiwon
"Ahh, kaya tidur gak tidur sih..." kata Jiwon dengan tawa
"Kenapa gitu, sofa nya nyaman kok..." kata Stella
"Iya aku tau kok..."
"Mungkin aku terlalu banyak pikiran..." kata Jiwon mengira2
"Ya udah, mandi sana..."
"Biar seger..." kata Stella menyuruh
"Iya sayang, tolong ambil kan handuk ku dong di tas..." kata Jiwon melepas sepatu nya
"Bentar ya..." kata Stella mengambilkan apa yg Jiwon minta tadi
"Kamu jangan kemana2 ya..."
"Tunggu aku selesai mandi..." kata Jiwon berjalan ke atas karena kamar mandi hanya ada lantai atas
"Iya sayang..." kata Stella tersenyum
Selesai itu semua, Jiwon dan Stella pergi membeli sarapan
"Aku belum tau makanan apa yg enak di sini" kata Jiwon berjalan menggandeng tangan Stella
"Apa lagi aku sayang...." kata Stella tertawa kecil
"Ya udah kita cari aja lah ya..." kata Jiwon tersenyum
"Daripada pusing2 kenapa gak ke mini market aja beli roti..." kata Stella memberi saran
"Ya udah, kalo kamu mau ya ayo..." kata Jiwon berbelok ke mini market
"Roti rasa coklat atau rasa kopi..." tanya Jiwon pada kasir
"Sayang, kamu kebiasaan begitu..."
"Bikin malu tauu..." kata Stella kesal
"Ehhh, maaf deh maaf..." kata Jiwon tertawa malu
__ADS_1
"Ihhh, udah beli dua2 nya aja..." kata Stella
"Baik, tunggu ya saya total kan dulu Tuan dan Nyonya..." kata kasir ramah