
Jiwon berlari menuruni tangga, namun ia terpeleset dan terbentur lantai hingga tak sadar kan diri
Hingga sore hari tiba, Jiwon tersadar dan sudah ada di ruangan utama.
"Ahh..." kata Jiwon sambil memegangi kepala nya
"Kenapa aku bisa sampai sini" lanjut nya melihat sekeliling
Suara langkah kaki Stella terdengar menuruni anak tangga
"Jiwon...." ujar Stella pelan
"Ahhkk, suara hantu itu..." kata Jiwon merinding
"Jiwon, jangan lah takut pada ku" kata Stella melihat dari jauh
"Aku suka kamu..." lanjut nya sambil tersenyum
"Kamu adalah hantu, kita ini beda dunia..." kata Jiwon sambil ketakutan
"Tapi kenapa selama ini kita bisa bersama" tanya Stella
Jiwon tersentak dan hanya bisa terdiam karena apa yg di kata kan Stella benar, walau begitu mereka tetap ada dalam satu dunia
"Jiwon...." ujar Stella berjalan mendekat
"Stella..." kata Jiwon berdiri memberanikan diri
__ADS_1
"Jangan pergi...." kata Stella memeluk Jiwon dengan lembut
"Ahkk, walau dia hantu pelukan nya masih bisa ku rasa kan" kata Jiwon dalam hati
"Tentu Jiwon, karena ini adalah pelukan penuh rasa sayang" kata Stella yg terus memeluk nya
"Bagaimana kamu bisa meninggal.." tanya Jiwon pelan
"Lalu kenapa kamu jadi hantu penasaran di gedung ini, membunuh pegawai yg masuk" lanjut nya
Stella melepas pelukan nya dan duduk di atas meja sedang kan Jiwon hanya berdiri membeku di sana
"Apa kamu benar2 ingin tau akan semua itu" tanya Stella
"Ya..." singkat Jiwon
5 tahun sebelum nya....
Gedung tua itu adalah gedung bisnis terpopuler di kota, dengan ringkasan dan pemasaran yg sangat stabil, kerja cepat dan juga begitu memuaskan dari hasil yg di dapat
Stella adalah pegawai paling di percaya oleh Tuan Indame, ia adalah ide dari segala ide milik Tuan Indame
Stella memasuki ruangan Tuan Indame
"Pak, saya ingin mengirim hasil laporan..." kata Stella
"Baik lah, mana saya lihat terlebih dahulu.." kata Tuan Indame
__ADS_1
"Banyak nya barang yg di pesan dengan jumlah produksi kita yg kecil ini, bagaimana bisa kita menyelesaikan nya tepat waktu tuan..." tanya Stella
"Saya akan turun tangan sendiri untuk membantu menyelesaikan nya, juga buka lah pendaftaran lowongan kerja.." kata Tuan Indame
"Baik..." kata Stella mengambil laporan nya dan keluar dari ruangan itu
Di dalam Tuan Indame mulai merasa cemas, di luar sana sangat banyak pesaing yg lebih hebat. Ia ingin usaha nya ini akan menjadi naik dan naik hingga di kenal banyak orang sampai ke luar negara
"Saya tak bisa begini terus kan..." kata Tuan Indame
"Hanya memerintah dan tak membantu" lanjut nya berdiri dan pergi ke atap
Malam hari nya, Tuan Indame kembali ke gedung itu untuk mulai melakukan pekerjaan nya
Ia membuat puluhan barang yg sangat bagus dengan kualitas yg tinggi sampai di zaman ini benda2 itu bisa di sebut barang antik
"Jangan pernah mengeluh bila ingin berhasil..." kata Tuan Indame
Tangan nya terkena mesin pembentuk hingga berdarah, Tuan Indame keluar dari gudang itu untuk mengambil kotak P3K. Namun ketika ia menuruni anak tangga, di sana lah tepat nya pencurian terjadi
"Woy, kalian siapa..." teriak Tuan Indame
"Sialan, kenapa bisa ada orang" kata salah satu dari mereka
"Habisi aja, dia sendiri..." kata yg lain
"Tangan nya pun terluka, sudah ayo habisi saja" kata yg lain lagi dan mereka membunuh Tuan Indame di sana dengan tusukan pisau berkali2 di bagian perut dan memukul kan benda tumpul pada kepala nya hingga tewas di tempat.
__ADS_1