
Keesokan hari nya, mereka benar2 bekerja lembur seharian tanpa berhenti. Namun barang2 yg di pesan baru terkumpul sedikit
"Ahh, lelah nya..." kata Stella yg mengangkat bahan2 nya
"Nyonya istirahat lah dulu..." kata Tio
"Biar saya yg membawa nya" lanjut nya menggantikan Stella
Semua bekerja dengan sangat bersemangat,
"Demi mimpi Tuan Indame..." teriak semua
Stella yg mendengar itu sangat bahagia,
"Tuan, lihat para pegawai mu yg sangat bersemangat melanjutkan mimpi mu..." kata Stella terharu
Beberapa hari sudah berlalu, kini semua barang mulai terkumpul
"Baik lah, tinggal lima ratus lagi..." kata Tio
"Bila selesai hari ini, kita bisa libur..." kata Stella tersenyum
"Mari lah kita selesai kan..." kata salah satu pegawai dengan semangat nya
Hari ini sudah sangat larut malam, semua sudah kelelahan
"Minum2 dulu..." kata Stella menghidangkan kopi
"Wah, terima kasih nyonya..." kata para pegawai
"Saya akan turun sebentar untuk membuat makanan dulu..." kata Stella
"Kenapa nyonya tak memesan saja..." tanya Tio
__ADS_1
"Bila kita melakukan pengeluaran yg tidak penting, itu sama saja pemborosan kan" kata Stella sambil tersenyum
Di malam itu, semua pegawai merasa sangat senang dan semakin bersemangat dengan makanan yg di suguhkan Stella
Sudah hampir pagi, namun semangat yg membara itu tak kunjung padam dari semua pegawai. Hingga pada hari yg di tentukan tiba
"Baik lah, berbaris lah yg rapi..." kata Stella
"Mungkin nyonya agak sedikit gugup ya.." tanya Tio
"Iya, jujur memang iya..." kata Stella malu
Sang pemilik perusahaan besar yg memesan bernama Kim Zen datang bersama dua anggota lain nya
"Nyonya Stella..." kata Kim Zen lembut
"Apa kabar..." lanjut nya berbasa basi
"Ahh, Tuan Kim..." kata Stella berjabat tangan
"Saya senang mendengar nya, dan saya harap yg saya lihat hasil nya tidak mengecewakan ya..." kata Kim Zen
"Baik, boleh anda lihat..." kata Stella
"Sangat menarik, ini sangat bagus..." kata Kim Zen
"Kalian benar2 membuat saya kagum dengan performa yg kalian semua lakukan" lanjut nya memberi pujian
"Terima kasih Tuan Kim..." kata Stella mewakili semua
"Baik, saya akan menandatangani cek nya" kata Kim Zen mengambil pulpen
"Tapi sebelum itu..." lanjut nya
__ADS_1
"Ya, apa ada yg mungkin bisa kami bantu..." tanya Stella
"Mau kah anda nyonya Stella, memberikan atau menjual saham perusahaan ini kepada kami" tanya Kim Zen
Stella terdiam,
"Bagaimana..." tanya Kim Zen lagi
Namun Stella masih saja terdiam, ia kebingungan
"Bila aku menjual nya, berarti aku menyia2kan kepercayaan Tuan Indame..." kata Stella dalam hati
"Nyonya..." panggil Kim Zen
"Ahh, iya saya..." kata Stella gugup
"Bagaimana, apa anda mau..." tanya Kim Zen
"Bila hanya sekedar bekerja sama saya sangat setuju, namun bila menjual saham perusahaan itu saya belum berani" kata Stella
"Bagaimana pun saya hanya di beri kepercayaan oleh Tuan Indame untuk mengurus dan melanjut kan perkembangan bisnis ini saja..." lanjut nya menjelas kan
"Ohh iyaa, baik lah tak masalah nyonya..." kata Kim Zen tersenyum
"Ini cek nya, atas nama saya.." lanjut nya memberikan cek itu
Dua anggota itu mengangkat barang2 itu secara berangsuran,
"Terima kasih Tuan Kim..." kata Stella
"Ya, jadi kita masih bisa bekerja sama kan..." tanya Kim Zen
"Tentu saja..." kata Stella tersenyum
__ADS_1
Pada hari2 berikut nya, perusahaan itu sudah sangat di kenal banyak orang karena pesona dan produksi yg juga sangat memuaskan. Stella sebagai manager baru yg membawa mimpi Tuan Indame mulai terlatih dan terbiasa dalam mengurus semua peluang bisnis yg ada