
Mereka pergi dari rumah Chika, di jalan Stella dan Jiwon masih terus membahas tentang apa saja menu yg akan di buat
"Hmmm, aku tak punya menu spesial..." kata Stella
"Haha, apa lagi aku" kata Jiwon ikut tertawa
"Ahh, kamu ini..." kata Stella memukul bahu Jiwon
"Aku hanya bisa masak kari doang..." kata Jiwon mengingat
"Sushi dan ramen mungkin" lanjut nya
"Ya, apa enak..."
"Itu masalah nya, hehe" kata Stella menyindir
"Mau nyobain masakan ku..." tanya Jiwon
"Boleh..." singkat Stella
"Oke, ayo buat..." kata Jiwon bersemangat
"Di rumah ku atau rumah kamu..." tanya Stella
"Terserah" kata Jiwon
"Rumah kamu aja deh..." kata Stella
"Iya gak papa, rumah kamu juga seram" kata Jiwon
"Rumah kamu juga..." kata Stella teringat
"Ahh, seram..." tanya Jiwon
"Jubah putih..."
"Dia selalu datang dan berkata jangan kembali pada ku..."
"Lalu menyakiti ku" kata Stella
"Ahh, si jubah putih..." kata Jiwon heran
__ADS_1
"Iya..." singkat Stella
"Jadi itu yg di maksud ayah ku sebelum ia meninggal..." kata Jiwon mengingat
"Ayah kamu..." tanya Stella
"Cerita nya panjang, tapi sebelum ia meninggal dia pernah berkata"
"Ada yg melindungi ku dan juga rumah peninggalan nya..." kata Jiwon
"Tapi seperti nya dia tak suka aku dekat dengan kamu..." kata Stella lesu
"Mungkin karena kamu adalah hantu juga"
"Hantu dari wilayah lain dengan kata lain kamu itu asing..." kata Jiwon
"Aku jadi merasa takut..." kata Stella
"Kamu jangan khuatir, nanti aku akan bilang pada nya..." kata Jiwon
"Walau aku tak bisa melihat nya, paling tidak dia bisa mendengar ku" lanjut nya menjelas kan
Beberapa menit kemudian, mereka berbelok pada gang rumah Jiwon dan sampai di sana
"Ihh, kamu..." kata Stella kesal dan sedikit malu
"Haha, udah ah masuk..." kata Jiwon sambil tertawa kecil
"Iya..." singkat Stella melepas sepatu nya dan masuk
"Seperti biasa duduk lah dan anggap lah rumah sendiri..." kata Jiwon tersenyum
"Dan..."
"Untuk kamu si jubah putih yg entah ada di mana sekarang"
"Perkenal kan, dia adalah Stella" lanjut nya sedikit keras
"Apa perlu begitu..." tanya Stella
"Harus..." kata Jiwon dengan tawa
__ADS_1
"Iya udah deh terserah kamu..." kata Stella
"Dia adalah pengisi hati ku, dia hantu baik..." kata Jiwon
Seketika sosok itu muncul dari pintu dapur namun kini ia tak sendiri, sosok ayah Jiwon pun muncul
"A...ayah..." kata Jiwon terheran
Stella bangun dari duduk nya dan menggandeng tangan Jiwon
"Kamu..." kata sosok ayah nya menunjuk Stella
"Ayah, dia..." kata Jiwon
"Diam lah nak..." kata sosok ayah nya mendekati Stella
"Kamu hantu macam apa..." tanya sosok ayah nya itu
"A...aku, aku hantu..." gugup Stella
"Kamu mencintai anak ku yg tak bisa apa2 ini..." tanya sosok ayah nya
"Iya, apa salah..." kata Stella pelan
"Jiwon..." panggil sosok ayah nya itu
"Iya ayah..." kata Jiwon
"Kamu harus ingat, hantu dan manusia tak bisa terus bersama..." kata sosok ayah nya
"Namun karena cinta tulus dari kalian yg akan membuat kalian terus bersama..." lanjut nya dengan senyum
"A...ayahh..." teriak Jiwon meneteskan air mata
"Lihat lah anak ku ini, dia menangis di depan pacar nya sendiri" kata sosok ayah nya kepada si jubah putih
"Ayah, seandainya aku bisa memeluk mu..." kata Jiwon terus meneteskan air mata
"Aku rindu pada ayahh..." lanjut nya
"Ayah tau tentang perasaan mu nak..."
__ADS_1
"Sejauh apapun dunia memisahkan kita, namun doa akan tetap sampai kan..." kata sosok ayah nya dan menghilang bersama percikan cahaya putih tertiup angin