
"Ahh, gue punya ide nih..." kata Chika
"Jangan yg aneh2..." kata Jiwon
"Iya nggak bakal kok..." kata Chika sedikit kesal
"Iya udah, apa..." tanya Stella
"Gimana kalo..."
"Daging sapi wagyu" kata Chika memberi saran
"Selain bahan pokok nya sedang murah dan mudah di cari, itu menu yg bisa kita anggap spesial..." lanjut nya bicara panjang lebar
"Iya sih..." kata Jiwon
"Baik lah, kita suda sepakat ya..." kata Stella
"Besok gue juga bakal bantuin kalian" kata Chika
"Emang kamu gak kuliah..." tanya Stella
"Besok gue lagi kosong..." kata Chika
"Bagus deh, bisa jadi babu buat nyuci piring dan mangkuk nya" kata Jiwon
"Elu aja lah kalo itu, haha" kata Chika tertawa kecil
"Hedeh...." ujar Jiwon memakan yakiniku nya lagi
Semalam itu, mereka bercanda dan tertawa bersama. Suasana yg benar2 sangat hangat
Hingga keesokan hari nya,
"Oyyyy..."
"Bangun..." teriak Jiwon membangunkan Chika
"Berisik banget..." kata Chika
"Sialan, masih mending ku bangunin" kata Jiwon kesal dan menyiramkan air dingin ke wajah nya
"Ahkkk...." kejut Chika terbangun
"Sialan lu Jiwon...." teriak Chika memukuli Jiwon habis2an
Stella hanya tertawa melihat ulah mereka,
"Haha, kalian ini ya..." kata Stella berjalan memakai sepatu nya
"Tolongin aku dong..." kata Jiwon yg terkena kuncian milik Chika
__ADS_1
"Kamu yg buat ulah loh, aku hanya bantu doa aja ya..." kata Stella tersenyum melihat Jiwon
"Mampus lu, gak ada yg mau nolongin" kata Chika tertawa jahat
"Dasar nenek sihir..." teriak Jiwon kesakitan
"Udah ah udah, ayo nanti kesiangan..." kata Stella berdiri setelah memakai sepatu
"Ehh, iya..." kata Chika melepas kuncian nya
"Ahhh ahhh ahhh...." nafas Jiwon tak beraturan
"Sialan banget tuh cewek..." kata Jiwon sedikit lega
Setelah semua selesai, mereka pergi ke gedung tua yg sudah di renovasi itu
"Wahh, beda banget ya..." kata Chika melihat dalam nya yg sudah sangat indah
"Ya begitu lah..." kata Jiwon mengangkat meja bundar dan kursi2
"Ehh, itu kursi dari mana..." tanya Stella
"Tukang kuli nya yg ngasih..." kata Jiwon
"Kapan kok aku gak tau..." tanya Stella
"Kemarin..." singkat Jiwon
"Iya nih biar gue beliin" kata Chika yg duduk
"Ya udah beliin aja..." kata Jiwon
"Oke deh...." kata Chika berjalan pergi membeli makanan untuk sarapan mereka
"Jiwon..." panggil Stella
"Iya kenapa" tanya Jiwon
"Gak papa, aku cuma manggil hehe" kata Stella meledek
"Ihhhh, bikin kesal aja" kata Jiwon mencubit pipi nya
"Auhhkk..."
"Sakit..." kata Stella berkaca2
"Hehe, soal nya gemess..." kata Jiwon dan melanjut nya berberes nya
"Kalo capek duduk dulu sini..." kata Stella
"Entar deh, kalo gak di siapin sekarang kapan lagi..." kata Jiwon
__ADS_1
"Ehh iya, para hantu lain nya kok gak kelihatan lagi" lanjut nya bertanya
"Mereka ya..."
"Mereka menghilang..."
"Karena sudah ada yg ingin melanjutkan mimpi Tuan Indame seserius kamu" kata Stella
"Lalu kamu juga akan menghilang" tanya Jiwon serius
"Mungkin saja..."
"Tapi aku masih di sini karena kamu dan cinta kamu kan..." kata Stella
"Aku harap kamu tak akan menghilang dan tetap di samping ku..." kata Jiwon sangat berharap
"Iya..." singkat Stella
"Lalu mayat nya..." kata Jiwon teringat
"Aku sudah pindahkan..." kata Stella
"Ke...kemana dan kapan..." tanya Jiwon
"Kamu banyak tanya..." kata Stella
"Nama nya kepo, hehe" kata Jiwon tertawa kecil
"Aku sudah kuburkan mereka semua di tempat yg layak..." kata Stella
"Mayat kamu juga...." tanya Jiwon
"Mayat ku..." kata Stella pelan
"Aku pun tak tau di mana abu ku berada..." lanjut nya sedih
"Ehh, jadi kamu terikat dengan gedung ini selama bertahun2 tanpa tau guci abu kamu di mana..." kata Jiwon
"Bisa di bilang begitu..."
"Karena waktu ku memang banyak ku habiskan di gedung ini, bahkan saat aku mati pun aku di sini kan..." kata Stella
"Namun konon kata nya..."
"Bila guci abu mayat bertemu roh pemilik nya dan membaca mantra pembangkit"
"Kamu masih ada harapan untuk hidup kembali loh..." kata Jiwon
"Itu hanya mitos Jiwon..." kata Stella
"Tapi tak ada salah nya mencoba kan..." kata Jiwon mendekati Stella
__ADS_1