Love Is KAMU

Love Is KAMU
#1


__ADS_3

"Mas Ali?."


gadis berbulu mata lentik menggunakan kaca mata minusnya yg bulat,dia masih terlihat cantik meski dengan penampilannya yg tidak berubah sama sekali sejak dulu saat aku mengenalnya dengan sangat belia.


aku mengangguk tersenyum,dia duduk dikursi yg sejak tadi kosong di hadapanku,cafe minimalis ini masih sangat sepi karna memang aku mereserfasinya di pagi hari, tepat disaat orang lain sibuk dengan aktifitas kerjanya.


sebenarnya aku tidak menyangka jika rasa penasaranku terjawab benar,saat mamih memberiku biodata seseorang dengan ciri2 dan foto yg samar2 familiar di kepalaku, isengnya aku yg langsung mengiyakan pertemuan yg direncanakan mamih beserta teman terakrabnya yg menjadi pihak gadis di hadapanku sekarang.


Namanya BELVANA ZARINA,ya...aku sangat ingat gadis ini,gadis pendiam dan terkesan misterius untukku,dengan kaca matanya itu dia tidak culun,dia terlihat pintar,tubuhnya semakin tinggi sepertinya,karna aku melihat ada beberapa bagian dari tubuhnya yg berubah,sedikit berisi dan...ok..kita lewatkan yg satu itu.


"kamu gak inget saya?."


tukasku,dan Belva langsung mengernyit menatapku.


"kita pernah bertemu sebelumnya?."


"ya...tapi masa itu sangat lama,sepertinya kamu lupa."


"benarkah? kapan?."


dia memajukan tubuhnya sedikit,rasa ingin tahunya sepertinya membuatnya penasaran.


"kita satu sekolah dulu."


"Apa? yg benar?."


"hm, kamu dikelas A,aku di kelas E."


sedikit malu, benar dulu aku sangat bodoh sampai2 harus rela duduk di kelas bagian akhir untuk anak2 bermasalah.


"apa saya kenal mas Ali? sepertinya...


"kita pernah berkenalan sekali, tapi kalau kamu lupa itu wajar,dulu aku cuma di belakang Kenzo terus,nemenin dia kekelas kamu buat kencan sama pacarnya,namanya Fitri,dia teman sebangku kamu."

__ADS_1


entah kenapa Belva perlahan memundurkan tubuhnya,ia sedikit terdiam dan pancaran atusias tadi menghilang seketika di mata indahnya.


"saya los kontak dengan fitri setelah lulus karna harus kuliah di bandung."


"iya gak aneh,pantas saya gak pernah liat kamu di setiap acara reuni angkatan,tapi sama Kenzo masih inget gak?."


Belva terlihat tersenyum kecut,aku berkernyit, sepertinya dia tidak suka saat aku menyebut nama Kenzo.


"ingat,maaf saya gak ingat Mas Ali,mungkin karna saya dulu gak populer seperti Fitri."


"bukan kamu yg gak populer, anak2 kelas A gak ada yg gak di kenal sama guru sekalipun, disana tempat anak2 pilihan dan berprestasi, tapi saya yg ada di urutan kelas anak nakal, siapa juga yg mau ingat nama saya."


aku tertawa kecil,tapi Belva menggeleng dengan cepat.


"nggak bukan begitu,itu karna saya sedikit introvert dan gak mudah membuka diri dengan orang baru,saya juga gak mudah menghafal wajah orang jika hanya bertemu sekali,maaf,saya gk bermaksud mau melupakan perkenalan kita waktu itu."


dia masih jadi gadis baik,dia masih Belvana yg aku dan Kenzo kenalkan,masa-masa itu, aku tersenyum mengingatnya.


#


"nanti jadi ya Al,temenin gue jalan sama fitri."


Kenzo merajuk lagi,kali ini untuk yg ketiga kalinya di jam istirahat.


"lo gak bisa bikin hidup gue tenang ya Ken? gak liat gue lagi makan?. "


aku misuh2 sambil menyuap mie ayamku yg masih semangkuk penuh karna baru datang setelah 3 menit lalu ku pesan,kantin sangat ramai jika masuk jam istirahat.


"tapi lu kan udah janji Al."


"etdah Ken,emang gua batalin janji apa? elunya mulu kan yg dari tadi ngomong melulu, dari gua dateng kekelas,trus mau ketoilet sampe istirahat gini elu ngemeng begitu mulu,ujung-ujungnya gua beneran kesel nih gak jadi bakalan gua nganter2 elu."


hehehe..."gue kan ngingetin takut elu lupa."

__ADS_1


"lagian pacaran aja ditemenin lu,gue jadi obat nyamuk mulu."


"kan biar gak ketauan sama yg lain,fitri gk mau klo smpe ada anak2 yg lain tau,reputasi anak emasnya nanti ilang kalo ketauan pacaran,ini aja gue cuma ngasih tau elu karna elu sahabat gue."


aku menyebik panjang pada Kenzo,lalu melahap lagi mie ayamku yg nikmat dan harum di hadapanku.


"loe tenang aja, kan ada Belvana yang nemenin Fitri."


"sapa tuh?."


"temen sebangkunya,Fitri bilang dia cerita sama Belva kalau lagi kencan sama gue, jadi dia minta tolong buat ditemenin,Belva emang rada pendiem dan gak banyak omong anaknya,jadi Fitri percaya kalo sama dia."


penjelasan Kenzo sepertinya tepat,benar saja, kami berkenalan dengan Belvana,gadis cantik berkaca mata minus tapi cantik karna bulu mata lentiknya,dia benar2 pendiam, saat itu kami berjalan2 di mall,sepanjang perjalanan kami Belva hanya menggenggam hp nya dan mendengarkan musik dari kabel kecil yg nyangkut di kedua telinganya,lalu aku,tentu saja salting sendiri karna kikuk saat Kenzo dan Fitri ngajak nonton film di bioskop sedangkan Belva malah menolak.


"aku nunggu di toko buku aja,ada yang mau aku baca,nanti kalau udah kelar kirim pesan atau telfon aku ya."


begitulah,dia benar2 dingin dan tidak mau kompromi,tanpa memikirkan nasibku yang benar2 akan jadi obat nyamuk jika aku ikut masuk nonton dengan Kenzo dan Fitri,akhirnya aku memilih ketempat game.


kejadian jalan bareng berempat itu hanya terjadi 2 kali,karna Belva gak bisa ikut lagi lantaran Fitri bilang Belva kayaknya sibuk ngejar target ulangan harian dan sedang mengejar beasiswa untuk kuliahnya nanti.


aku tidak begitu tertarik dengan gadis dingin dan pendiam itu sebelum akhirnya ada sesuatu yg aneh masuk dalam hati ku saat Fitri bercerita tentang dia.


"Belvana anak tunggal,ayahnya meninggal karna kecelakaan pesawat,gue denger sih itu karna ayahnya seorang pilot,waktu itu dia masih di kelas 2 SMP,trus gak lama pas lulus SMP ibunya yg meninggal karna sakit, sejak itu dia di rawat nenek dan kakeknya, gue denger sih dia bakal kuliah di bandung karna mereka bakal pindah kesana,rumah kakeknya mau di jual yang disini dan mereka bakal tinggal di kampung tempat kelahiran almarhumah ibunya di Bandung itu."


cerita itu membuat aku dan Kenzo terdiam, tiba2 saja rasa sedikit kasihan dan kagum pada Belvana merasuk kedalam hatiku, kini aku tau kenapa dia sedikit tertutup pada orang baru dan nampak dingin atau bisa disebut dengan jutek,itu mungkin karna dia merasa sendirian,dan ia tidak percaya dengan siapapun untuk membagi ceritanya pada orang lain,ia memilih berjuang sendiri dan hidup dengan dunianya sendiri.


"kasian ya Belva,gue denger dia juga gak pandai berteman dengan orang2 disekitarnya."


Kenzo berkomentar,fitri mengangguk sambil tetap memakan camilan di tangannya, kami sedang di taman terbuka berjalan2 sore setelah pulang sekolah tadi.


"hm,dia terkesan menyendiri,gue aja kalo gak gue duluan yang ngomong atau ngajak dia buat istirahat bareng atau kekantin bareng gak bakal dia punya inisiatif nyamper2in gue atau ngajak2 gue gtu,di kelas pokoknya dia tuh udah kayak makhluk kasat mata,kalo gak ada suaranya ya temen2 pasti lupa kalo ada dia juga dikelas."


sejak saat itu, aku mulai memperhatikan Belva,semua cerita tentang dia yg aku dengar dari mulut Fitri semakin aku penasaran dengan dia,aku melihatnya saat ia baru datang pagi2 melewati gerbang sekolah, dan aku juga baru tahu kalau ia menggunakan angkutan umum untuk sampai disekolah, aku melihatnya di jam istirahat,kadang ia lebih banyak menghabiskannya di perpus untuk membaca,lalu aktifitasnya disekolah menjadi daftar baru dalam keseharianku jika disekolah,aku mulai tau ia pandai di bidang matematika,dia juga lihai di lapangan basket putri,ia sering ikut eskul melukis,dan aku terus memperhatikannya sampai ketika terjadi sesuatu yang menarik di kantin saat jam istirahat aku melihatnya duduk sendirian disana,dengan kabel kecil yg selalu tergantung di telinganya,sedangkan matanya selalu menatap layar hp di tangannya.

__ADS_1


***😉


__ADS_2