Love Is KAMU

Love Is KAMU
#35


__ADS_3

Pov Ali


rasanya melelahkan sekali, aku mau pulang, sudah hampir 6 jam aku d ruangan si*l*n ini, introgasi perusahaan bersama staf petinggi dan boss ku yang sesekali hanya menatapku dengan senyum smirk meledekku di kursi pesakitan ini.


"sekarang apa rencanamu? bisa jadi wanita itu akan menjadi bumerang untukmu sendiri Al."


Pak Darwin berbicara santai sekarang karna beberapa manager dan Ceo lainnya sudah bubar saking penatnya menyidangku yang tak tau juntrungannya,yah...mereka hanya takut aku mengacaukan sahamnya dengan adanya scandal murahan seperti ini,tapi karna beritanya sampai masuk media bisnis dan gosip online karna Citra seorang model yang sudah di kenal,makanya aku sampai di sidang seperti ini.


"tidak ada rencana,semua akan berjalan sebagaimana mestinya pak,saya yang akan bertanggung jawab jika beberapa saham anjlok."


"perkembangan baru dari Aldo,beberapa persen menurun karna laba di perusahaan yang kacau, kamu bisa mengatasinya?."


"bisa pak."


"berapa lama?."


"bapak bisa mengeceknya besok di jam awal kerja."


"kamu Pede sekali? tidak mau beri tahu rencananya? siapa tau saya bisa bantu."


pak Darwin nampak meledekku,tapi aku hanya tersenyum,aku tau atasanku satu ini memang sangat mementingkan kenyamanan anak buahnya tapi...sepertinya aku masih sangat sungkan jika harus menerima bantuan darinya.


"tidak ada rencana pak,bapak bisa mengecek langsung besok,saya akan sangat senang jika bapak memberi bonus saja pada saya nanti."


"dasar ngelunjak,aku beri 2 tiket paket bulan madu di hotel temanku jika besok semua beres."


seketika wajah sumringahku merekah seperti bunga matahari,itu artinya aku akan di beri ijin untuk cuti bulan madu kembali.


"saya akan sangat senang hati dan tidak tahu malu untuk menerimanya pak,terimakasih yang sangat banyak untuk bapak."


"2 hari,hanya 2 hari,tidak usah sesenang itu, selanjutnya akan ada projek besar menantimu."


tidak apa2,membayangkan 2 hari bersama Belvanaku aku sudah sangat bahagia dan senang setengah mati, selanjutnya aku harus membereskan ini dengan sangat cepat bukan?.

__ADS_1


#


aku menatap jam tanganku, sudah sore,seharusnya ini sudah jadi waktu yang tepat,ku nyalakan layar tv di ruang meeting, aku pilih menyendiri disini karna layar disini lebih besar dan bisa ku lihat dengan sangat puas.


tepat seperti perhitunganku, berita hangat menjadi breaking news sore ini.


*Scandal model C yang baru-baru ini mengklarifikasi bahwa dirinya di campakkan dan di lecehkan mantan kekasihnya yang seorang pengusaha berinisial A,ternyata bukanlah sebagai korban.


C yang di maksud adalah Citra ,model dari salah satu besutan entertainment ternama yang namanya buming beberapa hari ini, beredar kembali beberapa foto bahkan video syur sang model dengan beberapa pria pengusaha lainnya yang nampak lebih intim dari scandal sebelumnya*


* ditambah adanya keterangan dari saksi yang ternyata salah satu manager atau asistant pribadinya,mengatakan jika kehidupan sang model memang nampak bebas dan banyak melakukan hal2 di luar dari kehidupan normalnya,seperti memperoleh job beberapa brand ternama dengan berkencan dengan para pemegang saham bahkan dengan beberapa staf yang berpengaruh atas brand tersebut*


itu masih berlanjut,dan aku hanya meninggikan senyum sinisku di sudut bibir atasku,seketika ponselku banyak suara pesan masuk, sesekali bergetar telfon yang berdering,pasti mereka sibuk sekarang.


aku menatap layar ponselku,dari sekian banyak panggilan masuk dan pesan,tidak ada nama Belvana istriku,yah...sedikit kecewa,apa dia sesibuk itu hingga tidak tau perkembangan kasus suaminya ini.


pukul 17.00, aku pulang,tanpa menghiraukan banyak panggilan dan janji pertemuan dewan direkasi yang harus segera terjadwal, semua aku lewati,saat ini aku hanya ingin beristirahat dirumah,tepat didepan gerbang rumahku, saat aku memarkir mobilku, seseorang berdiri disana,semakin dekat semakin jelas,wajah siapa disana,aku memiringkan bibirku dengan wajah mengeras,ku cengkram stir mobil dengan sangat kuat,percayalah perempuan itu bukan seseorang yg ingin aku lihat saat ini atau sampai kapanpun.


"Al...


aku berdiri di hadapannya yg kini nampak lemah,pakaiannya lusuh tidak seindah biasanya seperti yang ia kenakan sehari2, andai saja...dia bersikap biasa dan tidak berulah, mungkin aku masih bisa menganggapnya seperti manusia.


"pergilah, aku tidak ingin istriku melihat ini."


"al..kenapa? kau bisa sejahat ini padaku?."


Citra berkaca2,dari matanya yang sembab, aku tau dia tidak hanya sekali menangis hari ini, entah untuk yang keberapa kali, tapi aku kesal mendengarnya bilang kalau aku sejahat itu padanya,wah..kini aku ingin bertanya padanya, apa dia benar manusia?


"siapa yang lebih jahat? kau atau aku? aku sudah bilang jangan menggangguku atau istriku lagi, tapi kau malah melewati batas, aku tidak akan berduka atas apa yang terjadi padamu hari ini, jadi cepat pergilah,kau tidak akan mendapatkan apa2 disini."


"maafkan aku....". suaranya lirih,aku sudah ingin melangkah meninggalkannya tapi kuhentikan langkahku,kembaliku menatapnya dingin.


"sudah terlambat Citra, pergilah."

__ADS_1


"aku sudah hancur Al, tidak bisakah kau berbelaskasihan padaku,tolong kembali padaku, aku masih sangat mencintaimu Al, tidak bisakah kau ingat2 kembali 3 tahun kita yang manis,Al...aku..


"jaga bicaramu Cit,kau tau tidak ada yang tersisa diantara kita,kau...bahkan tidak layak untukku sampai kapanpun."


terdengar kejam,yah..aku sengaja melakukannya,agar semua cepat berakhir karna aku ingin berendam air hangat agar fikiranku jernih dan tidak sakit kepala karna ini.


tangan Citra mengepal,aku tau dia putus asa, mungkin kini dia meratapi kebodohannya dan menyesali semua yang dia lakukan padaku,tapi semua itu terlambat,andai dia bisa mengerti situasinya,andai dia lebih pintar dan menjaga dirinya,mungkin aku tidak sebenci ini padanya.


"Belvana tidak akan mencintaimu seperti aku mencintaimu Al." tukasnya,kali ini tatapannya memicing padaku, aku sedikit tersentak mendengarnya,apa dia masih belum sadar atas perbuatannya?


"kau tidak berhak menilai,lagipula aku dan Belva tidak perduli atas pandanganmu tentang kami,pergilah dan jangan beromongkosong lagi, kau tau aku muak mendengarnya."


"heuh,kau akan melihatnya,akan aku buktikan kalau cintanya tidak sebesar cintaku padamu, karna aku rela melakukan apapun untukmu Al, kau harus melihatnya."


aku berkernyit,baru sadar jika pandangan Citra tidak mengarah padaku,dia menatap ke balik punggungku,sedetik berikutnya,aura tidak enak menyeruak diantara kami,aku sudah ingin menoleh tapi terkejut karna Citra tiba2 melangkah cepat melewatiku,seketika tubuhku berbalik menatap kearah belakangku sejak tadi, dan betapa terkejutnya aku melihat Belvana berdiri tidak jauh dari kami,saat ini Citra mendekati Belva,dan aku masih dalam mode keterkejutanku saat tiba2 aku menyadari ada yang tidak beres dengan tatapan Citra dan bahasa tubuhnya sejak tadi.


benar saja,tanpa aku sadari ternyata Citra memegang sesuatu di tangannya,sebuah benda berkilat terkena cahaya matahari sore itu nampak tajam dan...TIDAK.


"BELVAAA....


aku berlari,tapi terlambat,Citra menikamnya, yah...dia menikam Belva dengan benda itu sambil memeluk istriku yang kulihat menatapku dengan terkejut dan nampak menahan sakit,wajahnya seketika pucat, dia memegang perutnya,TIDAK...JANGAN BELVA, JANGAN DIA.


"mass...


aku tersungkur meraih tubuhnya yang melemah gemetaran menatapi perutnya yang berlumuran darah, aku melihatnya nampak sesak nafas dan sulit berkata2.


"Belvaaa...tetap sadar sayang,maafkan aku..Belva,tolong."


saat itu sore,senja sudah sangat menguning dan hampir tenggelam,orang2 yang mungkin berada didalam rumah terkejut mendengar teriakanku, mereka berlarian menghampiriku,aku menangis,kali ini aku tidak bisa menahannya,sambil memegang Belva aku menangis,tidak lagi ku lihat sosok Citra disana, dia kabur,dan aku pastikan dia mendapatkan balasan yang tidak akan pernah aku maafkan seumur hidupku atas perbuatannya ini.


"rumah sakit,cepat kerumah sakit mass." seseorang teriak tepat ditelingaku,menyadarkan aku akan kebodohanku saat ini,Belva masih tersadar,aku masih bisa melihatnya menatapku.


"mass..ini sakit." tukasan Belva menyayat hatiku, dalam kepanikanku, aku melihatnya menangis tidak bersuara,dia hanya meringis kesakitan.

__ADS_1


😢


__ADS_2