
Aku jatuh cinta padamu Bel,dan aku yakin itu, sepertinya ini akan ku buat rumit karna aku juga masih belum tau bagaimana perasaanmu padaku,bisa saja saat ini aku bertanya apa kah kau juga mencintaiku? tapi aku tidak akan bertanya,aku takut mendengar jawabanmu sekarang,di tambah aku tidak melihat sinyal apa2 dari tatapanmu padaku, cara bicaramu,dan juga perlakuanmu padaku,kau masih saja formal padaku,kau dingin dan tidak menunjukan jika kau sedang jatuh cinta,aku putuskan tidak akan bertanya sekarang,tapi mungkin nanti,jika itu terjadi aku pastikan kau akan sangat bahagia menerima semua yg ada dalam diriku, termasuk hatiku.
akhirnya aku biarkan semua terlewat begitu saja,aku hanya tau dia bertemu Citra karna Citra mencari tahu tentang Belva,itu yg akan aku lakukan sekarang,masalah Citra akan aku bereskan secepatnya.
"hai Al? waahhh...pengantin baru, kenapa sudah masuk? gak kurang cuti menikahnya? sayang loh kalo gak di pake buat honymoon."
Kenzo baru saja menyapaku di ruangan kerjaku,dia datang dengan sumringah di wajah dan bibirnya,ya...kini aku kembali keaktifitasku,ngantor dan mencari nafkah buat istriku dirumah,ah..mau tersenyum rasanya mengingat ada orang yang menungguku pulang kerumah.
"kayaknya ada yg loe mau omongin ke gue Ken,iya kan?."
aku menatap Ken yg langsung duduk di sofa ruang kerjaku,dia berkernyit sebentar lalu ekspresi itu muncul, ekspresi terkaannya padaku yg mengatan kebenaran.
"soal apa?." Ken tersenyum pura2
"yakin elo nanya gue?."
"soal Belva ya? gak masalahlah, bagi gue itu masa lalu."
shit,dia menyebalkan seperti biasa.
"kenapa gk cerita2 ke gue?."
"ada alasannya,elu gk perlu tau."
"Ken,dia sekarang istri gue."
"tauuu....elu lagi pamer atau apa sih? udahlah gk usah di bahas, bentar lagi boss dateng nih, siap2 buat meeting."
"harusnya elu putus dulu sama fitri seenggaknya elu ada usaha gak bikin mereka berantem, kasian Belva sampe lulus gak ditanya sama Fitri,padahal loe tau juga kalo Belva gak banyak berteman."
"gue putus,tapi Fitrinya yg gak mau, ya udah gue cuekin aja,yg penting dari pihak gue udah selesai."
"kenapa Belva? gue harap elo gk menyimpan perasaan itu sampai sekarang."
__ADS_1
"eh,elu gila ya,emang elu mau gue rebut bini lu,itu perasaan dulu ajah Al,masa2 sekolahkan bagi gue itu wajar."
Ken berdiri dari duduknya,ia nampak santai dan tidak ambil pusing atas percakapan ini, aku menghela,ikut berdiri menghampirinya.
"elu tau,Belva masih sangat marah sepertinya sama elu."
"iya gue tau."
kami berjalan meninggalkan ruangan kerjaku, menuju ruangan meeting,sepanjang koridor, kami berbincang2 hal remeh,bahkan ia menanyaiku tentang malam pertama yg tidak akan aku pernah ceritakan pada siapapun, pada mamih,kakak,atau teman sekalipun, sesekali Kenzo meledekku.
"menikahlah Ken,elu bakal mengerti nanti."
aku menggandeng bahunya,kami tertawa bersama,ya...begitulah pertemanan kami, sejak dulu Kenzo dan aku saling mensuport apapun yg kami lakukan, kami selalu melangkah bersama,saat lulus sekolah dulu kami memutuskan ke kampus yg sama meski dengan jurusan berbeda,dan lulus dari kampus kami mencoba peruntungan yg sama disebuah perusahaan elite ini, kami di terima dan di tempatkan didivisi yang sama, mungkin pertemanan kami yg jauh lebih erat karna waktu ini lah yg bisa membuatku tidak bisa membenci atau marah pada Kenzo, dia salah satu hal berharga dalam bagian hidupku juga.
#
aku pulang sebelum matahari terbenam,tapi temaram hampir datang karna semakin menggelap menuju maghrib, setelah memarkirkan mobil ke halaman depan, maklum kami belum punya garasi, aku masuk kedalam rumah tanpa mengetuk pintu, sedang apa ya istriku? upss...aku menutup mulutku menahan tawa kecilku,lalu menoleh ke pintu kamar utama yg ternyata memperlihatkan Belva yg sedang duduk membelakangi pintu,telinganya menggunakan hedsed,pantas dia tidak tahu aku pulang,didepannya laptop menyala.
aku memperhatikannya sambil meneguk air di gelas yg tadi aku ambil di dapur,dari celah pintu yg terbuka sedikit itu aku melihat punggung dan kepala Belva bergoyang2, sepertinya ia juga sambil mendengarkan musik,sisi lain ini membuat aku tersenyum senyum mendapatinya nampak bahagia hanya dengan aktifitas kecilnya,aku bersyukur dia baik2 saja tinggal bersama denganku.
(hayooo siapa yg bacanya sambil nyanyi juga😂)
dia bernyanyi,suaranya terdengar olehku,dan itu jelek,aku hampir tertawa keras tapi lagi2 aku menahannya,sambil bersandar di dinding dekat pintu kamarnya aku terus memperhatikan tingkah lucunya, aku baru tau jika dia punya sisi semenggemaskan begini, aku ingin menerkamya jika tidak ingat situasi kami sebelumnya.
"aku pulang." teriakku sedikit kencang sambil pura2 lagi balik ke depan pintu masuk dan mengetuk pintu, membukanya dan menutupnya lagi, seperti tebakanku, aku melihat sedikit Belva merapikan semua aktifitasnya,dengan buru2 ia juga melepas hedsednya dan berlari menghampiriku.
"sudah pulang mas?."
"hm,kamu lagi apa?." aku menahan senyum sambil duduk di sofa ruang tamu membuka sepatu dan kaos kakiku.
"lagi kerja mas,tapi sudah selesai sekarang."
"oh."
__ADS_1
"mau kopi atau teh mas?."
"teh saja, taruh saja di meja makan, aku mau mandi dulu."
"iya mas."
Belva berjalan menuju dapur, eku melihatnya sedikit berkernyit tadi melihat ada gelas bekas aku minum yg aku letakkan tadi di meja dekat dapur.
"mas." dia menoleh padaku, seperti ingin memeriksa sesuatu,aku tersenyum seperti sudah tidak sanggup ingin tertawa.
"kenapa?."
"aku berjalan mendekatinya."
"eummm itu...
dia menggantung kata2nya, wajahnya memerah sampai ketelinga, sepertinya ia sadar kalau aku sudah melihat tingkahnya barusan.
"ada apa?." aku terus menggodanya, dia lucu dan menggemaskan sekali jika sedang malu2 begini.
"tidak jadi mas, silahkan mandi dulu, apa mau pakai air hangat?."
"gak perlu,aku mandi pakai air dingin saja,lebih segar."
"baik mas." ia berbalik lagi memunggungiku, berdiri didepan kompor untuk memasak air membuat teh, dan aku baru sadar ia bercelana pendek sepaha dengan kaos polos hitam yg nampak kebesaran di tubuhnya, rambutnya di cepol ngasal, membuat anak2 rambut di bagian tengkuk lehernya menyambul kemana2, kaca mata minusnya masih menempel di depan matanya.
sepersekian detik aku terpaku, entah mengapa aku suka menatapnya dari sisi manapun ia ada,Belva nampak cantik, Belva nampak manis,terkadang lucu dan polos, aku suka dia yg bodoh atau naif,cara dia tersipu atau menatapku dengan bola mata itu, aku suka rambutnya dan aku suka bibirnya yg ranum,aku ingin memeluknya dari belakang, melingkarkan tanganku di perutnya, mendekap dengan hangat.
dan itu aku lakukan sekarang,mungkin aku jadi tidak waras,tapi aku tidak kuat menahan ingin menyentuhnya,ku rasakan tubuh Belva menegang,aku menjatuhkan dagu dan kepalaku di bahunya, bau tubuhnya dengan harum yg khas sangat membuatku nyaman,aku semakin merekatkan dekapanku pada Belva,aku tahu ia sedang menahan nafas.
"mmas?."
"sebentar saja,beri aku ijin sebentar saja, harummu enak Bel,aku suka."
__ADS_1
dia terdiam,membiarkanku menempel erat di balik punggungnya,hangat dan nyaman,aku sangat menyukainya.
***🥰