Love Is KAMU

Love Is KAMU
#29


__ADS_3

Pov Author


"ada apa dengan mereka?."


Binca menatap dua lelaki yang kini berjalan menghampirinya,dua lelaki berkaca mata hitam melangkah seperti model di atas carpet merah dengan gayanya yg sok cool membuat Bia menghela nafas berpura2 ingin tidak mengenali mereka,tapi apalah daya, Ali bahkan langsung memeluknya tanpa malu.


"ngapain kalian kesini?."


tukas Bia,seraya mengurai pelukan adiknya dengan kasar dan kesal,Ali pasti ada maunya jika bersikap seperti ini,fikirnya.


"bertemu dengan bidadarikulah, ah..dimana dia? Belvanaku yang manis."


tingkah Ali membuat Kenzo dan Bia menatapnya dengan memalukan,terkadang orang yang jatuh cinta itu tidak berfikir dari alam bawah sadarnya jika sikapnya berubah, hanya orang2 terdekatnya yang menyadari itu semua,contohnya seperti Ali ini,yah...sudahlah, jika di lanjutkan Bia dan Kenzo akan semakin malu berada dekat dengan Ali.


"dia lagi di lokasi shooting, ayo ke villa saja."


tukas Bia yang sudah mau melangkah dari tempatnya berdiri,saat ini mereka memang sedang berada di halte tempat Ali dan Kenzo datang tadi.


"kenapa kakak gak shooting?."


Kenzo menatap Bia yang langsung meliriknya dengan tatapan sekilas,kontak mata masih di hindari Bia mengingat situasi terakhir kali bersama Kenzo waktu itu.


"guekan cuma figuran,jadi gak full ada di setiap shin adegan."


"seharusnya mereka memilih kakak pemeran utama,masa model profesional dijadiin figuran."


"gue model,bukan artis layar lebar apa lagi layar mini,udah ah,panas nih."


Bia berjalan cepat,di ikuti Ali dan Kenzo yang saling mengejar.


"apa Belva tau kalau kalian datang?."


lanjut Bia sambil berjalan menuju villa penginapan mereka.


"gaklah inikan kejutan,aku tau dia pasti kangen banget sama aku." lagi2 Ali bersikap berlebihan dalam mengucapkannya,membuat Kenzo dan Bia menarik nafas.


"kita cari restoran dulu untuk makan siang, jangan ganggu Belva sedang bekerja,kalau kalian kesana dia bakal di cap sebagai kru yang gak profesional."


"trus kapan aku bisa ketemu istriku?."


Ali mengernyit dan mengerucutkan sedikit bibirnya didepan sang kakak.


"jam 3 sore,mereka selesai,kita ke lokasi syuting sehabis makan siang."

__ADS_1


"tapi...


"apa bisa cepat sedikit? gue mau ketoilet nih."


Kenzo bersuara,mengintrupsi percakapan kakak adik itu yang mungkin gak akan kelar beberapa jam lagi,ia langsung berjalan melewati Bia dan Ali yang menatapnya kesal.


"kita makan dimana?." sambung Ali, mereka kembali berjalan menyusuri lorong Villa yang nampak sepi.


"yang dekat lokasi syuting saja."


"apa Belvaku sehat? dia makan dengan baikkan?."


"berhenti mengoceh hal bodoh, gue gk mau dipermalukan sama tingkah kebucinan loe itu."


#


"adegan terakhir ya,dekat kolam renang."


suara producer memperingati para kru, Belva nampak sibuk memberikan skrip yang sudah ia edit bersama timnya,syuting sudah berjalan dengan lancar,ia kembali ke tempat duduk untuk melihat dan memperhatikan adegan para pemeran dalam shin kali ini.


"Bel, lagi gak sibukkan, bantuin angkat property yuk yang deket kolam renang." satu temannya menarik tangannya membawa ia kepekerjaan lain,Belva nampak bersemangat melakukannya, rasanya bangga sekali bisa menjadi salah satu bagian dari pembuatan karya serumit ini,yah.. baginya membuat film bukan hal yang mudah, ternyata banyak yang harus di siapkan dan dikerjakan.


"hati2 Bel,pinggiran kolam renangnya agak licin."


"ada yang jatuh." salah satu kru berteriak,seketika kru yang lain berlarian untuk menolong dan melihat,Belva nampak panik,ia mengibas2kan tangannya ke atas,nampak kesulitan bernafas,ia tidak bisa berteriak ataupun minta tolong,membuat keadaan semakin panik.


Byuurr...satu orang melompat kedalam air,menarik tubuh Belva kepermukaan,ia tahu Belva tidak bisa berenang,dengan cepat ia mendorong tubuh Belva naik ke atas,untungnya ia tidak terlambat karna Belva masih tersadar meski terbatuk2 karna menelan air kolam dari hidungnya.


"kamu gak apa2?."


Rian,yah..yang menyelamatkan Belva adalah Rian laki2 yang tau betul bagaimana Belva tidak dapat berenang,ia langsung melompat kedalam kolam saat tau yang terjatuh adalah Belva,tatapan mereka bertemu,dengan nafas yang masih tersengal2 Belva terbatuk lagi.


"minta handuk." teriak Rian kepada kru yang lain,seseorang memberinya handuk dan Rian langsung melingkarkan handuk itu ke bahu Belva.


"apa kita perlu kerumah sakit?." lanjutnya lagi,membuat Belva menggeleng cepat, ia berdiri dengan bahunya yg masih di topang Rian.


"terimakasih pak Rian,maaf saya membuat kacau." Belvana membungkukan sedikit bahunya,tapi tidak membuat Rian melepaskan pegangannya disana,wajahnya nampak masih khawatir.


"kembalilah ke villa duluan,kita juga hampir selesai,sebaiknya kamu ganti baju dan istirahat."


Belva dan Rian melangkah sambil memapah tubuh Belva,Rian menyadari kalau kaki Belva terkilir,dengan sedikit pincang Belva berjalan dengan sangat hati2.


"apa yang terjadi."

__ADS_1


suara itu...suara yang sangat di kenal oleh Belva,ia langsung mendongak menatap seseorang yang berdiri tidak jauh dari hadapannya,Ali,suaminya sedang berdiri menatapnya dengan keterkejutan di matanya, sebelah tangannya menggenggam segelas kopi hangat dari gelas kertas bermerk.


Rian dan Ali saling menatap,beberapa menit berlalu dengan keterpakuan antara mereka, dan yang membuat Ali kesal adalah tangan Rian yang menyentuh bahu istrinya dengan sangat dekat.


"Mass Al...". Belva bersuara dan bergerak berjalan mendekat,tangan Rian di bahunya terhempas pelan dan terlepas,baru dua langkah Belva berjalan Ali melangkah cepat menghampirinya,kopi di tangannya tadi ia lempar dan teronggok begitu saja,tumpah tergeletak tidak berdaya,tangannya meraih tubuh Belva yang nampak basah dan dingin, lalu secara tiba2 Ali menciumnya tanpa aba2 di bibir,membuat Belva kaget menerima ciuman yang tiba2 itu,matanya membelalak karna tidak tau harus merespon bagaimana dengan tingkah laku suaminya saat ini, dadanya berdegup,wajahnya memerah,dan Ali masih ******* hangat bibirnya yang terasa begitu penuh di mulutnya.


semua mata menatapnya,sebagian ada yang menganga dan sebagian lagi nampak ikutan malu dapat tontonan sedikit fulgar secara live, hanya Rian yang terpaku disana,kakinya lemas,tapi sekuat tenaga ia tahan agar tidak jatuh,perasaan aneh muncul di dadanya, ia tau,Ali sedang menunjukan kepemilikannya, dia laki2 yang akan memperjelas sikapnya dengan tindakannya,dan Rian begitu iri melihatnya.


"bocah itu...".


Bia yang melihat adegan itu dari balik punggung adiknya sejak tadi nampak kesal dan malu,ia sudah ingin melangkah menarik Ali dan Belva untuk menyeret dua sejoli itu tanpa malu, tapi tiba2 tangannya di genggam seseorang, Bia menoleh,wajah Kenzo yang datar dan sama2 menatap adegan itu terlihat tersenyum tipis disana.


"jangan mengganggunya." tukas Kenzo, matanya lalu menatap Bia yg masih nampak kesal.


"kalian gila ya,mereka jadi bahan tontonan, mereka bakal malu nanti."


omel Bia.


"Ali melakukannya dengan sadar, jadi mungkin dia sudah memperhitungkan rasa malunya sejak tadi."


"apa? elo dan Ali punya pemikiran yang aneh dan nyeleneh,Belva bakal malu, dia yang akan jadi omongan para pemilik mata dan mulut orang2 disini nanti."


"Belva bakal malu kalau dia dan laki2 itu yang jadi bahan omongan."Kenzo menunjuk Rian dengan dagunya,diikuti mata Bia yang melihat Rian nampak menyedihkan disana.


"Ali suaminya,dia berciuman dengan suaminya, jadi jika ada omongan atau ramai di bicarakan sama orang2 disini ya gak apa2,toh mereka semua tau Belva sudah menikah,dan yang melakukan ini suaminya, beda lagi dengan orang itu, tangannya yang menyentuh bahu Belva akan jadi gosip dan omongan yang akan memalukan Belva besok dan nanti, karna laki2 itu gak punya hak apa2 atas Belva, dan Belva akan di cap jadi istri yang selingkuh jika dia membiarkan laki2 itu terus menyentuhnya."


"...kalau kakak jadi Belva,lebih suka di omongin ciuman sama suami sendiri atau senang di pegang2 sama laki2 lain yang bukan apa2 itu?."


Bia menatap Kenzo dengan intens,bocah di hadapannya ternyata sudah besar,fikirnya, senyum Kenzo yang terlihat manis membuat Bia terpaku dan terhipnotis sesaat.


"dasar gila."


Bia memaki sambil melepaskan pandangan terpesonanya sesaat yang membuatnya lupa tadi,Kenzo berkernyit.


"mau bergandengan terus? aku sih gak apa2 selama kakak juga okeh."


Kenzo mengangkat tangannya yang menggenggam jemari Bia sejak tadi, menunjukannya pada Bia yang langsung tersadar dan menghempaskannya dengan kasar.


"bocah gila, elo dan Ali,sama2 gila."


Kenzo terkekeh,Bia merengut kesal,ia melipat kedua tangannya didada, berusaha mengacuhkan suara tawa Kenzo yang nampak mengusik telinganya.


😍

__ADS_1


__ADS_2