Love Is KAMU

Love Is KAMU
#15


__ADS_3

bau aroma kopi membangunkanku di pagi buta yg masih nampak temaram dan gelap,selimut tebal masih membungkus sebagian tubuhku dengan hangat,tanganku meraba sisi tempat tidurku yg sudah kosong,seketika mataku mengerjap2,mencari sosok yg semalaman kupeluk dalam dekapanku, Belva istriku.


aku menggeliat meregangkan otot2ku yang menegang setiap bangun pagi,lagipula sepertinya pekerjaan malamku yg hampir setengah begadang itu cukup membuatku lelah dan ngantuk berat,tapi aku menyukainya,aku akan sangit rajin setiap malamnya jika memang itu perlu.


lalu pintu kamar mandi yg ada di dalam kamar terbuka,nampak Belvana keluar hanya dengan lilitan handuk dan rambut yg sedang ia keringkan dengan handuk kecil di tangannya, lihatlah,dia sedang menggodaku lagi.


"kok udah bangun mas? aku berisik ya?."


tukasnya,sambil tangannya sibuk mengeringkan rambutnya yg wangi sekali shampo miliknya.


"gak,sini."


aku mengulurkan tangan,menyuruhnya mendekat,dia tersenyum meraihku,langsung kupeluk.


"maaf ya,jadi membangunkanmu."


"gak apa2 sayang,kamu gak dingin subuh2 gini udah mandi?."


sambil hidungku mengusel2 di ceruk lehernya, bau yg enak dari aroma tubuh istriku.


"mandinya pake air hangat mas."


"oh,kamu bikin kopi buat aku?."


"iya,masih di mesin pemanas kopi,kayaknya udah jadi deh,aku lihat dulu."


"gak boleh,aku mau begini lebih lama sama kamu."


"tapi mas...


"gak apa2 mesinnya otomatis."


"bukan itu,aku...


"ish..kamu gak boleh ngelawan kata2 suami loh dosa."


aku meledeknya sambil terus usel2 dan mengeratkan pelukanku lebih kencang,Belva nampak pasrah,ia tidak lagi menggeliatkan tubuhnya.


"bukan ngelawan ih mas,aku belum pakai baju."


dia menelusupkan wajahnya ke dadaku,menyembunyikan wajah malunya yg memerah,aku semakin terkekeh,entah kenpa ia terkadang sepolos itu dan semenggemaskan itu.

__ADS_1


"gak usah di tutupi,semalam kan sudah di tunjukan semuanya,aku udah tau setiap inci tubuhmu."


"mas....".


suara halus rengekan yg menahan malu itu begitu merdu di telingaku, aku mencari wajah itu,lalu menciumnya dengan rakus, mata,pipi hidung dan bibirnya tidak aku lewatkan sedikitpun, kami melakukannya sangat lama di bagian bibirnya,dan aku tau aku akan semakin menggila jika ini tidak aku hentikan.


"kenapa gak bangunin aku sih tadi,kan bisa mandi bareng."


masih ku kecupi pipinya,ia menghentikannya dengan dorongan halus tangannya.


"kalo sama mas bukan ritual mandi saja nanti, mandiku cukup sebentar untuk seorang perempuan,tapi kalo sama mas bakal mandi panjang sampe bisa masuk angin."


aku tertawa,Belva menyebikkan bibir bawahnya yg langsung aku gigit kecil karna gemas,ia bersemu lagi,lalu mendorong halus lagi, kegiatan aneh dengan candaan seperti kanak2 di tempat tidur itu berlangsung cukup lama dengan aku yg aktif dan antusiasnya terus menyentuh Belva disana sini sampai akhirnya Belva memaksaku turun dari ranjang kami dan mendorongku masuk kekamar mandi.


#


"ke Bali saja, dekat dan banyak tempat yg enak, nanti biar mamih boking kamar VVIP di hotel temen mamih."


suara mamih paling vocal kalau sudah membahas honeymoonku,ya...aku dan Belva memutuskan main kerumah mamih sambil menunggu makan siang, kebetulan mamih libur di butik dan 2 kakakku sedang kumpul di rumah, baru datang tadi kami di sambut Gio yg berlari memeluk Belva minta di gendong, alhasil mereka asik main di kamar bocah itu sedangkan aku terjebak di ruang keluarga sambil nonton tv dengan camilan2 aneka ragam di atas meja bersama 3 wanita beda generasi ini.


"kakak yg tlaktir tiketnya,kalian mau pergi kapan? biar di urus PPnya. " kak Denisha (biasa kami panggil kak icha)selalu yg terbaik,aku mengacungkan jempol sambil tersenyum sumringah.


"gue yg minta oleh2nya ya."


"emang kak Bia mau ngasih apa?."


todongku dengan wajah mengejek


"ih,ngapain gue ngasih elu,elu yg honeymoon masa gue yg ngeluarin bajet, tabungan lu kan lebih banyak daripada gue."


ia menjulurkan lidahnya meledekku, tertawa seenaknya dengan suara yg renyah ngeselin.


"ya udah ngapain minta oleh2."


"kan abis senang2,orang kalo lagi senang ya harus baiklah sama orang,apa lagi kakak sendiri,gue doain deh biar cepet2 di beri momongan pulang honeymoo."


"cih,nanti aku kasih oleh2nya gantungan kunci."


"pelit amat lu,gak baju atau aksesoris yg mahalan dikit gitu."


"ih ogah amat,pelit2,sendirinya gak ngaca."

__ADS_1


kami masih saling adu ejekan sampai akhirnya mamih menyumpal mulutku dengan potongan melon segar,kak icha tertawa melihat tingkahku dan kak Bia yg selalu gak pernah diam kalau bertemu.


"Bia udah nyiapin sesuatu buat Belva, kamu nanti bakal berterimaksih pastinya sama dia."


kak icha melirik kak Bia yg masih menyebikku, bahunya mengangkat melihat sorot mataku dengan penasaran menatapnya.


"udah pokoknya kamu sama Belva gak usah mikirin apa2, focus aja bikin cucuk buat mamih."


"iya buat temennya Gio." kak icha menambahi lagi.


obrolan itu semakin panjang karna mereka membicarakan jabang bayik yg sama sekali belum terlihat keberhasilan tumbuhnya, aku saja sampai menahan tawa,andai saja mereka tau kalau tebar benih itu saja baru aku mulai semalam karna situasi aku dan Belva yg sebelumnya tidak memungkinkan,tapi...aku bahagia,segini saja aku bahagia, melihat mamih yg sangat bersemangat dan 2 kakak perempuanku yg nampak antusias berandai2 tentang keturunanku sebagai penerus terkuat dari generasi keluarga karna aku anak laki2 satu2nya di keluarga ini.


sampai akhirnya aku dan Belva kembali kerumah kami setelah makan siang,mamih membekali banyak sekali masakan yg untuk di simpan atau di hangatkan,dia bilang Belva tidak boleh capek2 selama masih jadi pengantin baru,bukan hanya itu, mamih juga menegaskan Belva yg tidak perlu bekerja keras, biar aku yg bekerja keras dan mencukupi semuanya,untuk hal itu aku sependapat dengan mamih.


"katanya kak Bia ngasih sesuatu buat honeymoon kita? apaan isinya?."


malam di kamar kami,aku hendak meraih paperbag di atas meja depan komputerku dimana Belva meletakkan itu disana, tapi tiba2 Belva menghentikanku dengan menyambar duluan tas kertas itu,aku terperanjat menatapnya penasaran.


"jangan mas."


"kenapa? kok aku gak boleh liat? apa isinya?."


senyumku mengembang melihat wajah Belva memerah.


"jangan sekarang,nanti saja."


"ish...sini liat sebentar."


aku hendak merebutnya tapi dengan cepat lagi Belva menyembunyikannya di balik punggungnya,ia berjalan mundur menjauhiku perlahan yg semakin mendekatinya.


"ini barang cewek mas,gak ada yg buat mas Al."


"kalau begitu harus aku periksa dulu,aku mau cek barangnya layak atau gak buat istriku."


"gak usah mas,aku udah cek."


"biar aku yg mastiin,sini."


"gak mas gak usah."


ku tertawa saat Belva memasukannya kedalam lemari dan langsung menguncinya disana,aku meraih pinggang kecilnya, mengangkat tubuhnya tinggi2 dan membawanya keatas ranjang kami, disana aku menciumnya dengan gemas,dia melingkarkan lengannya pada leherku, untukku,ini hal terbahagia, aku tidak akan meminta lebih, apapun bentuknya, kini aku tidak bisa percaya jika tidak ada Belva dalam hidupku, aku pasti sudah gila.

__ADS_1


***🥰😘


__ADS_2