Love Is KAMU

Love Is KAMU
#3


__ADS_3

ia menyesap jus melon yg nampak dingin di hadapannya,aku masih berusaha tersenyum menatapnya,menunggunya menjawab pernyataanku barusan.


"saya sama sekali tidak berfikir untuk menolaknya Mas."


sedikit terkejut,dengan mudahnya dia berkata begitu padahal dia baru saja menunjukan jika dia sama sekali tidak ingat denganku,apa arti dari perkataannya?tidak menolak? lalu dia bermaksud menerima perjodohan konyol ini atas dasar apa?kami saling jatuh cinta saja tidak.


"eumm..Bel,kamu jangan merasa ini paksaan, saya bersedia bertemu kamu juga hanya karna rasa penasaran saja dengan kamu yang benar atau tidak Belva yang saya kenal,tapi saya rasa cukup sampai disini bukan, anggap saja kita hanya saling menyapa."


"apa tidak bisa Mas Ali mempertimbangkan saya?."


aku melongo,benarkah dia Belva yang aku kenal?


"bukan begitu..saya...saya tidak yakin kita bisa menikah tanpa ada rasa cinta,bukankah harus ada perasaan dalam menjalin satu ikatan apa lagi ini pernikahan Bel,kita tidak bisa main2 dengan janji suci."


anehnya dia masih tenang seperti air yg mengalir tanpa suara,dia menatapku, dan aku yakin tidak ada pancaran apa2 dalam tatapannya,jadi benarkan,keputusanku,ini harus di akhiri.


" satu tahun,tidak,6 bulan saja,jika Mas Al tidak bisa bertahan dengan saya dipernikahan kita nanti,Mas boleh menceraikan saya."


"APA??!!".


aku terperangah,lagi2 dia memberiku kejutan dengan sikapnya,ku telusuri wajahnya jika memang itu mengandung lelucon,tapi dia lekat menatapku berharap.


"Bel,saya tidak sedang jatuh cinta dengan kamu."


"saya tau mas."


"lalu? apa kamu yang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan saya?."


aku tersenyum dengan pertanyaanku sendiri, ini lucu,seorang Belva yg dulu ku kenal mungkin tidak akan begini sikapnya.


"saya yakin nanti kita akan saling jatuh cinta mas,jika mas Al mau bertahan dengan saya."


hahaha,aku tertawa,ada apa sebenarnya dengan Belva,aku masih tidak yakin jika dia bisa bersikap seperti ini.


"Bel,jujur,saya punya kekasih."


"ok,saya juga tadinya punya mas."


"tadinya?". aku berkernyit


"iya,tapi kami baru saja putus."


"kapan?."

__ADS_1


"kemarin."


"kenapa? jangan bilang karna perjodohan bodoh ini."


"benar,karna saya menerima bertemu dengan mas Al."


sial,dia membuatku jengkel,wajahnya tetap lurus-lurus saja mengatakan itu,ini gila,ada apa denganmu Bel? aku mulai gelisah menatapnya,sesekali aku melihatnya meminum jus melonnya dengan santai.


"kamu gila ya? jika kamu ingin menikah kenapa tidak dengan pacar kamu saja yg sudah jelas-jelas dia kekasih yg kamu cintai, dibanding mengakhirinya dan mengharapkan yg gak jelas dengan saya,kita belum tentu akan menikah Bel,ini perjodohan konyol yg di buat mamih aku."


"bagi saya ini bukan lelucon atau kekonyolan mas,saya serius ingin menikah dengan mas Al."


"beri saya satu alasannya."


"karna nenek saya dan ibu mas Al menginginkan kita bisa menikah."


"Bel,saya punya kekasih,meski kami belum di restui,saya mencintai dia dan kami akan berjuang bersama agar mendapat restu itu."


"ibu Anita tidak akan merestuinya mas."


"kamu sudah kenal mamih aku? ok, dia memang belum merestui kami, tapi...".


"ibu Anita hanya akan merestui saya sebagai calon istri mas Al."


aku mulai jutek pada Belva,dia membuatku jengkel dan sakit kepala.


"karna pacar mas Al saat ini seorang model."


"omong kosong kamu Bel,memangnya kenapa kalau dia model."


"bu Anita tidak suka,saya rasa mas Al tau itu."


benar,aku tau pacarku sekarang memang model,mamih berulang kali menolaknya jika aku mengutarakan keinginanku untuk mempertemukan mereka,tapi aku fikir itu hanya sementara,aku yakin mamih akan luluh nantinya karna demi kebahagiaanku,biar bagaimanapun orang tua akan mengalah demi kebahagiaan anaknya bukan?


"Bel,saya yakin kamu wanita baik2,dan kamu pasti akan berjodoh dengan laki2 yg baik juga seperti kamu,saya bukan laki2 itu,saya tidak mencintai kamu,jadi jangan berharap akan ada pernikahan untuk kita."


maaf Bel,aku terpaksa berbicara terus terang dan sedikit menyakitkan untukmu,tapi ini tidak main-main,pernikahan konyol ini hanya imajinasi mamihku yang mulai kesepian dengan hidupnya jika tidak mengganggu kehidapanku.


aku melihat Belva menarik nafas pelan ia membetulkan letak kaca matanya,lalu kembali ia menatapku setelah jus melon di hadapannya tandas.


"keputusan saya tetap mas,saya tidak akan menolaknya,jadi saya akan pulang dan bicara pada nenek saya kalau saya siap kapan saja kita bisa menikah."


"Bel,tolong jangan mempersulit saya."

__ADS_1


"saya tidak mempersulit mas Al,mas Al sendiri yg mempersulit diri sendiri,masalah mas Al menolak saya silahkan mas Al utarakan pada bu Anita."


"tapi...


"saya pamit pulang Mas,tidak ada lagi yg bisa kita bahas disini,terimakasih atas waktunya."


dia pergi,tidak menungguku untuk menyelesaikan protesku padanya,aku jadi kesal sendiri dan menatap punggung gadis yg ternyata keras kepala itu dengan tatapanku yg marah,hingga sosoknya hilang di balik pintu cafe ini,aku mendesah sangat kesal.


#


"ayo kita menikah cit,aku akan bawa kamu ke hadapan mamih."


aku menggenggam tangan Citra erat,diatas meja makan di sebuah restoran favorit kami berdua,makan malam ini aku sengaja mereserfasinya untuk kami berdua.


Citra Larasati,dia kekasihku,kami sudah 3 tahun bersama meski tanpa restu mamihku, sudah beberapa kali aku ingin mengenalkannya pada mamih tapi mamih tidak pernah mau dengan alasn belum siap melihat wanita yg akan aku bawa,entah apa yg membuatnya tidak ingin mengenal Citra, jika karna profesinya sebagai model aku rasa itu akan terdengar aneh,karna kakak keduaku juga seorang model dan itu bukan masalah aku rasa.


tapi kali ini aku bertekad membawanya setelah perdebatan kecil kemarin di meja makan malam setelah pertemuan di pagi itu dengan Belva,akhirnya mamih menyetujui bertemu dengan Citra.


"bawa dia kemari,setelah kamu mengajaknya untuk menikah,mamih akan merestui jika dia bersedia menikah dengan kamu secepatnya."


kata2 mamih seperti pecutan untukku agar meraih Citra dengan segera,tidak menunggu lama aku akan segera membawanya kerumah dan membanggakan Citra pada mamih.


" beibz,kita akan bertemu dengan mamihmu?."


"ya,dan setelah itu aku akan menemui orang tuamu untuk melamarmu."


"eummm...apa secepat itu?aku sedikit takut karna beberapa kali mamihmu menolak untuk bertemu."


"kali ini tidak akan,mamih berjanji akan merestui kita jika kita bisa menikah secepatnya."


aku terus tersenyum bahagia mengutarakan keinginanku,berharap Citra juga bahagia mendengarnya.


"ok,kita akan bertemu dengan mamihmu beibz,tapi...bisakah kita menunda lagi untuk menikah? ada kontrak yg harus aku selesaikan dengan salah satu brend, dua bulan ini aku akan sangat sibuk."


senyumku hilang seketika,tidak,ini kesempatan sekali dan terakhir yang di beri mamih untukku, jika sampai Citra menundanya,maka aku harus bersedia menikah dengan Belva.


"tidak bisakah kamu mengorbankan satu saja pekerjaanmu,ini demi masa depan kita Cit, aku mohon kamu mengerti."


"No beibz,ini brend termahal dan sangat terkenal,ini menentukan masa depanku jadi aku tidak akan melewatkannya,aku fikir kau sangat memahami profesiku karna kau punya kakak yg juga seorang model."


seketika aku terdiam,menghela nafas putus asa,tidak bisa begini,aku malas berdebat dengan citra,karna dia tidak akan pernah mau mengalah.


*🙄

__ADS_1


__ADS_2