Love Is KAMU

Love Is KAMU
#2


__ADS_3

Belvana duduk sendirian di kantin yang ramai oleh seluruh siswa dari berbagai kelas yang berbeda,es teh manis menemani di meja makan panjang yg nampak 5 orang gadis dari kelas lain sedang bergerumul,tetap saja,Belvana nampak sendirian dengan sikapnya yang acuh tanpa memperdulikan yang lain disekitarnya.


aku yg tengah duduk makan mie ayam favoritku sesekali mencuri pandang melihatnya,kebetulan mejaku tepat bersebrangan dengan tempatnya duduk,jadi aku bisa melihatnya dengan jelas meski aku yakin jika saat ini aku menyapanya dia tidak akan mengenali aku,ya...pertemuan kami hanya sekedar jalan tanpa suara.


dan tiba2 gadis yang bergerumul di sebelahnya nampak ricuh,terdengar suara2 pembullyan nampaknya,aku mencoba melihat,ah...aku baru tahu,itu adik kelas yg terkenal karna dia anak kepala sekolah disini.


"berasa pinter lu ya,cuma sekolah modal beasiswa ajah lu bangga, sengaja kan lu ngasih jawaban salah ke gue di ulangan tadi."


4 orang berdiri,termasuk dengan si ketua genk yg sejak tadi marah2 menoyor2 kepala temannya yg sedang duduk menundukkan kepala menahan malu atau takut,aku menggeleng2kan kepala melihatnya, seisi kantin hanya berani sesekali melihat tanpa mau menengahi,karna aku yakin mereka semua tau siapa yg sedang berulah sekarang, anak kepsek yg di elu2kan itu, miris,aku tersenyum kecut melihatnya.


"kalo gak mau ngasih tau ya ngomong, gak usah bikin nilai gue rusak,elu berani ya sama gue? elu mau gue bilang ke bokap gue buat cabut beasiswa lu?."


si ketua genk mulai menarik2 rambut si korban,aku geram hampir berdiri ingin menengahi karna melihat tidak ada perlawanan dari si korban sampai akhirnya suara gebrakkan di meja mengalihkan lagi kedua mataku,disana Belvana berdiri menghadap si ketua genk yg lagi marah2, semua mata menonton asik adegan seperti di sinetron2 itu,ya...termasuk aku.


"apa-apaan lu,sok mau jadi pahlawan disiang bolong lu ya?." tukas si pembully,sambil melipat tangannya di dada dan menantang balik Belva yg tengah mencopot kabel kecil di telinganya dengan satu kali tarikan.


"elu gak nonton sinetron ya,biasanya kalo ngebully itu ajak korbannya ketempat sepi atau ke toilet sekolah,bukan di kantin yg banyak orang lagi kelaperan disini,elu tau kan kalo orang lagi laper tuh kayak gimana? lagi laper terus denger elu teriak2 ngebully orang sambil diliatin seisi tempat ini,.bangga loe? berasa lagi nonton topeng monyet gue tau gak?."

__ADS_1


upppssshh...itu suara ku menahan tawa, dan aku melirik kesekitar ekspresi yg sama aku lihat pada wajah2 disana.


"kurang ngajar lu ya."


si ketua genk itu sudah maju ingin meraih sesuatu yg ada pada Belva,tapi sedikit pergeseran tubuh Belva yg cepat membuat si ketua genk malah tersungkur menabrak beberapa kursi,dengan cepat tangan Belva mengambil es teh miliknya yg masih tersisa setengah gelas,lalu adegan selanjutnya tentu saja pesrsis di sinetron-sinetron receh yg sering mamih dan kakak2 perempuanku tonton di rumah,es teh itu mendarat terjun membasahi kepala si ketua genk semua temannya menganga menatapnya, dan kami yg menonton sedikit terbelalak dan ada juga yg melongo2 tak percaya dengan keberanian Belva terhadap anak kepala sekolah itu.


Aaaaaaaaah....


teriakan memekikan itu nampak tertatap malu yg teramat sangat,si ketua genk nampak sangat kesal dan marah.


"gue bakal laporin lu ke bokap gue."


ingin tepuk tangan,tapi aku menahannya, lalu melihat si ketua genk yg tergopoh2 dengan hentakan kakinya meninggalkan kantin, tentu saja dengan teriakan2 dan makian yg keluar dari mulutnya yg pedas itu,3 orang temannya tadi ikut menyusul mengejar,lalu tinggal gadis yg di bully tadi nampak terdiam menatap Belva yg tengah menggerakan tangannya untuk kembali mencantelkan kabel kecilnya lagi ke telinganya.


"makasih kak."


Belva menatap gadis itu,tatapan dingin seorang Belva yg aku kenal.

__ADS_1


"dengan loe diem aja di gituin temen2 loe, itu artinya loe gak sayang sama diri loe sendiri, kalo emng loe gak sayang sama diri loe sendiri se enggaknya loe jangan ngecewain orang tua loe yg susah payah bikin loe gede kayak gini cuma buat di remehein orang, kalo gue jadi bokap atau nyokap loe,gue sih sedih ngeliat sesuatu yg berharga buat gue di lecehin sama orang yg belum tentu ngaruh di hidup loe,lain kali,kalo gak bisa ngebales atau ngelawan perlakuan mereka,minimal loe bertahan jangan sampai mereka nyakitin fisik loe,psikis ajah udah bikin berdarah2 seumur hidup,kalo fisik juga,elu mau cacat seumur hidup?."


Belva sudah ingin berbalik pergi meninggalkan tempatnya,tapi gadis itu bersuara dengan suara yg parau dan lemah.


"tapi kak...kalo saya bales,mereka...


"jangan bergantungkan nasib loe sama mereka yg punya jabatan di atas loe, sampai kapanpun elo akan gampang di tindas, gak cuma saat elu disekolah,di tempat loe nanti cari ilmu dimanapun kalo loe terus berfikir takut begitu elo akan selalu di posisi yang sama seperti saat ini."


aku tersenyum,mereka tidak banyak mendengar,karna sibuk bergosip tentang kejadian di kantin saat ini,tapi aku mendengarnya dengan jelas,Belva pergi dengan sangat keren menurutku,tatapan kagum terpancar dari wajahku dan juga gadis di sebrang sana yg tengah memandang punggung Belva yg semakin menjauh meninggalkan kantin,langkahnya lebar,dia sangat percaya diri dan terlihat kuat meski sendirian,Belva menunjukan padaku sosok wanita yg menurutku hebat dalam sudut pandang berbeda.


aku mengaguminya,sejak saat itu,aku terus memperhatikannya,melihatnya dari jauh, tidak menyapanya tapi aku selalu tersenyum saat melihatnya,meski dia bukan sesuatu yg spesial untukku,tapi...ya...aku cukup bersyukur bisa mengenalnya.


#


Dan kami di pertemukan kembali di situasi yang aneh,duduk disini,saling berhadapan dengan rentang perpisahan yg cukup lama, dengan umur yg telah matang dan semakin dewasa,dimana mamihku sebagai mak comblang yg tidak segan-segan memukul belakang kepalaku jika perjodohan ini tidak terlaksana karna kekacauanku yg selalu kubuat2 di perjodohan sebelum-sebelumnya.


Belvana Zarina,aku tidak menyangka akan bertemu kembali dengannya,dia yg tidak banyak berubah,dia yg masih terlihat cantik meski dengan kaca mata minusnya, rambutnya yg kecoklatan nampak memanjang,meski saat ini ia mengikatnya tinggi2.

__ADS_1


"Belva,soal pertemuan ini,aku rasa kamu tau artinya dan pasti orang yg dipihakmu sudah menjelaskannya,aku hanya ingin bilang, kamu boleh menolaknya."


#🤨


__ADS_2