Love Is KAMU

Love Is KAMU
#14


__ADS_3

"ceritakan, ceritakan semua tentang kau dan dia padaku."


kami duduk di kursi meja makan saling berhadapan, aku biarkan Belva menghela nafas sebentar,aku tau dia sedang mempersiapkan dirinya untuk merangkai kata2nya yg mungkin membuatku banyak bertanya nanti.


"tidak ada yg harus saya ceritakan mas, saya dan dia sudah berakhir." tukasnya sangat tenang, aku tau,itu karna dia memang tidak mempermasalahkan hal seperti ini, beda denganku, entah mengapa aku merasa terusik mengetahui kalau ternyata mantannya adalah bossnya sendiri.


"berapa lama kalian berpacaran dulu?."


aku masih ingin mengorek sesuatu dari cerita mereka,kenapa sih dia tidak ingin membuatku mengetahui tentang kehidupannya dulu? aku ini suaminya, tidak apa2kan kalau aku penasaran.


"mas."


"jawab saja,aku ingin tau." selaku sedikit galak karna melihat wajah Belva yg malas membahas ini.


"5 thn."


"apa? kamu bilang baru kembali kesini 2 thn lalu,kalian...


"Pak Rian senior saya di kampus, setelah lulus beliau pindah kesini karna punya usaha keluarga disni, kami LDR cukup lama sampai saya pindah kesini karna pekerjaan saya sekarang."


"jadi pekerjaan sekarang kamu juga atas bantuan dia sejak dulu."


"benar, Pak Rian membantu saya memberi kabar tentang lowongan pekerjaan di perusahaannya,tapi saya murni ikut sleksi dengan kemampuan saya sendiri."


cih,aku tidak suka dia sepolos itu,aku tau pasti si Rian itu ikut andil dalam memilih calon karyawannya,ah...perasaanku jadi tidak karuan sekarang.


"kenapa kamu memilih putus dengannya? padahal kalian cukup lama menjalin hubungankan,ketimbang memilih menikah denganku yg baru bertemu beberapa hari saja."


"karna nenek merestui kita."


"apa? tunggu,kau itu bodoh ya? memangnya kenapa dengan pacarmu? kenapa nenekmu tidak merestui kalian?."

__ADS_1


"mereka tidak pernah saya pertemukan,dan mereka tidak pernah saling mengenal."


"kamu gak bilang kalau kamu punya pacar sama nenekmu?."


"tidak,tapi saya yakin nenek tau."


aku semakin berkernyit bingung, Belva hanya menatapku dengan tenang menjawab semua pertanyaanku.


"kenapa tidak dipertemukan barang kali nenek akan setuju kau dengannya."


"tidak,padahal nenek selalu memaksa saya memperkenalkan orang yg mungkin sedang dekat dengan saya,tapi tetap saja saya tidak pernah pertemukan mereka."


"kenapa?."


"karna dia (Rian), tidak pernah meminta untuk bertemu dengan nenek,dia tidak pernah membahas nenek,tidak pernah bertanya tentang nenek,selama hubungan kami, dia tidak pernah sekalipun bicara tentang nenek saya,jadi saya fikir mungkin dia hanya ingin tetap berhubungan dengan saya tanpa tujuan apapun."


nampak wajah itu mendung, aku merasa bersalah telah menanyai semua tentangnya tanpa peduli itu bisa saja menyakitinya,ah...Belvaku yg ternyata sangat rapuh jika bicara tentang keluarganya.


"selama ini saya memikirkan cara yg tepat untuk bisa mengakhiri hubungan dengannya, karna kami tidak pernah bertengkar sedikitpun, diluar daripada masalah nenek, dia sangat baik dan lembut pada saya, kami saling percaya dan membantu apapun pilihan kami masing2,jadi...untuk itulah saya masih bertahan bekerja di tempatnya sekarang, saya sudah melupakan semua yg terjadi antara kami dulu."


"lalu bagaimana dengan dia?,apa dia juga melupakanmu?."


Belva terdiam,aku tau ini tidak mudah,aku akan percaya pada Belva tapi tidak dengan laki2 itu,lalu aku menjadi lebih sensitif sekarang jika menyangkut orang itu di pembahasan kami ini.


"mungkin, Pak Rian butuh waktu, saya memakluminya karna saya yg lebih dulu memutuskan hubungan kami yg sudah lama itu."


"memangnya dia bilang apa waktu kamu putusin?."


"saya bilang akan menerima perjodohan yg direncanakan nenek dengan anak teman dekatnya, dia menyuruh saya berfikir ulang dan mempertimbangkan lagi karna hubungan kita yg sudah lama,dan saya tegaskan kalau itu tidak bisa."


aneh,aku mungkin cemburu,tapi entah mengapa kata-kata Belva yang tegas saat mengambil keputusan sangat membuatku mengaguminya,dia pandai,persis seperti Belva yg ku kenal di masa putih abu2 kami dulu, dia juga cantik,laki2 mana yg tidak mau dengannya, tapi...sikapnya yg seperti itu yg membuatku merasa dia jauh lebih baik dari pada aku yg egois,aku yg kadang kekanak2an, aku juga kadang keras kepala,mamih benar2 memanjakan masa2 kecilku sepertinya.

__ADS_1


"Bel,kamu tahu kan apa yg akan kita lakukan nanti saat kita pergi honeymoon?."


aku mengalihkan pembicaraan, dia nampak sedikit terkejut,tapi di sembunyikannya wajah itu dariku dengan tundukkan,aku bisa melihat cupingnya memerah,ia menarik tangannya yg tadi ku sentuh dan langsung menekan-nekan pipinya sendiri,aku tersenyum gemas.


"mas,soal itu...maaf pagi tadi tidak seharusnya saya...


"aku mencintaimu Bel,jadi berhenti bicara "saya" untuk menunjuk dirimu sendiri saat berbicara padaku, aku ingin kau mempercayakan tubuh dan hatimu padaku,kali ini aku tidak akan bertanya tentang masa lalumu dengan siapapun,aku juga tidak ingin mengungkit tentang sejarahku dulu dengan siapa dan bagaimana,satu hal,aku hanya ingin berpusat padamu,ayo berjalan bersamaku,selamanya Bel."


pernyataan cinta yg mendadak,tunggu,aku berdebar,sangat berdebar,ini tidak pernahku alami sebelumnya saat menyatakan cintaku pada Citra dulu,tapi dengan Belva yg sudah jelas2 dia istriku kenapa aku merasa sangat takut ditolak dan grogi sendiri.


aku mengepal jemariku sendiri,menatap Belva sambil sedikit menahan nafas menunggu apakah ada tanda2 dia akan menanggapiku atau tidak,lama ia terdiam hanya menatapku dibalik kaca matanya,hening yg membuatku frustasi,lalu aku melihat ada senyum mengembang disana,sinar matanya yg memandangku berubah,aku bernafas perlahan, aku fikir aku akan mati tadi.


"mas". dia memanggilku seraya meraih genggaman tanganku,suaranya halus dan aku hampir tidak percaya aku sedang bergetar hebat menekan dadaku yg sepertinya didengar degupannya oleh Belva,itu sangat membuatku malu.


"aku akan bongkar satu rahasiaku padamu." tukasnya,aku penasaran karna senyumnya yg menggoda lain dari senyum biasanya.


"apa?."takut,tapi aku penasaran apa yg ia rahasiakan dariku.


"sebenarnya aku wanita yg sangat agresif, aku suka sekali menempel pada seseorang yg sudah menjadi hak milikku,jadi...apa boleh? aku akan sangat terbuka padamu nanti."


dia membuka kaca matanya,dia juga mengurai rambutnya yg tercium wangi sekali shampo miliknya,lalu dia bangkit mendekat padaku, aku yg terpaku dan terpesona melihat sisi lain darinya hanya bisa menatapnya dengan gairahku yg tiba2 melonjak tanpa aku sendiri sadari,Belva membuka kedua kakinya melangkahi kakiku yg masih terduduk,dia duduk di pangkuanku dan melingkarkan kedua lengannya di leherku,mata kami tidak lepas saling menatap,hidungnya hampir menempel di hidungku,aku merasakan nafas kami bertabrakan dengan sangat hangat.


"mau nonton film dewasa denganku? aku menyimpannya beberapa di file laptopku."


shit,apa dia Belva yg aku kenal,seketika dia berubah dan membuatku...oh sial...suaranya tepat berbisik halus ditelingaku,itu membuatku sangat....


"padahal aku ingin menahannya sampai hari honeymoon kita,tapi sekarang aku berubah fikiran,Bel...aku tidak akan menahannya kali ini."


aku menggendong tubuhnya seperti anak monyet menuju kamar kami,seketika tawanya terasa merdu ditelingaku,ya...biarkan aku menyelesaikannya,urusan ini akan sangat mendesak dan aku fikir ini akan lama,karna tidak akan aku lakukan hanya sekali.


***🥰😘

__ADS_1


__ADS_2