Love Is KAMU

Love Is KAMU
#20


__ADS_3

Bulan madu itu berakhir di hari ke 4, Belva dan Ali harus kembali karna rutinitas yang tidak bisa mereka tinggalkan,meski begitu,Ali masih menjadi suami yang aktif di malam hari bahkan sesekali mencuri2 sentuhan lembut pada istrinya setiap dimana ada kesempatan ia melakukannya.


ruang kantor itu masih terasa sunyi,Ali masih focus pada berkas2 di hadapannya, tapi di menit berikutnya ia sudah tidak konsen karna suara berisik dari luar,staf sekertaris masuk dengan wajah pias dan terkesan buru2,kepalanya menunduk takut karna Ali menatapnya dengan kesal.


"Ada apa?." suaranya dingin,matanya tak menatap tapi bisa membuat sekertarisnya menahan nafas karna takut.


"nona Citra memaksa masuk pak,dua staf pengaman sedang memeganginya sekarang tepat di luar pintu ruangan bapak,dia berteriak2 memanggil nama bapak."


"ngapain aja sih kerjaan kalian, beresin hal sekecil itu aja gak bisa."


Ali melempar pena di hadapannya ke atas kertas2 pekerjaannya,sekertaris itu masih menunduk tidak berani menatap bossnya.


"saya akan menyuruhnya keluar sekarang pak,mohon maaf atas keributan ini."


"suruh saja dia masuk."


sentakan Ali membuat sekertarisnya cepat mengangguk,kembali ketempat dimana suara berisik tadi berasal,Ali berdiri dari duduknya,ia berjalan menuju sofa tempat ia biasa menerima tamu,duduk dengan santai sambil menyilangkan kakinya,tangannya melebar merentang memeluk bahu sofa yg panjang, senyum jahatnya tersungging saat wajah gadis dari balik pintu itu muncul,nampak berantakan, seperti bukan Citra yg dikenal sebagai model yg cantik.

__ADS_1


"kau brengsek Al, kau...


"itu baru satu kontrak raksasamu yg dibatalkan Cit,bagaimana? kau ingin aku sebarkan videonya sekarang? aku hanya akan menekan satu nomor di ponselku,kau akan hancur beberapa detik saja."


"aku melakukannya karna aku masih sangat mencintaimu Al,mengertilah,dan aku yakin kau masih menyimpan apa yg pernah kita jalin selama 3 tahun ini,kau bukan laki2 yg mudah jatuh cinta pada wanita lain aku sangat mengenalmu Al."


hahahaha,suara tawa yg nampak ambigu dan meringis di telinga siapa saja yg mendengarnya,tawa itu sekejap berhenti berganti dengan sorot mata tajam menusuk iris mata di hadapannya.


"kau salah soal aku yang tidak bisa jatuh cinta lagi Cit,saat ini aku sedang berbunga2 dengan perasaanku pada istriku,setelah menikahinya,aku tersadar banyak kelebihan yg dia punya dibandingkan denganmu, dia mampu membuatku hilang akal saat kehilangannya waktu itu beberapa jam saja karna ulahmu, tapi denganmu,aku bahkan ingin sekali menghancurkanmu saat ini juga jika tidak ingat rengekan Belva yg meminta menyudahi semua hubungan apapun denganmu,jadi pergilah, ini akan jadi peringatan terakhir jika kau tidak mengganggu istriku lagi."


"aku masih sangat berharap padamu Al,kau tidak bisa membuang begitu saja apa yg sudah kita jalani dulu,kau ingatkan perjuangan kita meminta restu mamihmu,kita sangat berusaha waktu itu."


"pergilah,kau sangat mengenalkukan? kau pasti tau apa yg aku bisa lakukan jika diluar batas kesabaranku."


dia tidak ingin melihatnya,meski Citra berlutut sekalipun,baginya sudah tidak ada lagi yg tersisa atas dirinya pada gadis itu,hanya Belva yang sanggup menggoyahkan hatinya,bukan gadis lain.


#

__ADS_1


di depan cermin ia menatap dirinya dengan sendu,luka di hatinya dalam menganga setelah merasakan kehilangan yang benar2 nyata atas kekasihnya.


ia masih ingat betapa dulu ia sangat di prioritaskan oleh Ali, laki2 itu bahkan rela meninggalkan meetingnya dengan salah satu coleganya yg datang dari luar negri hanya untuk membelikannya sepasang sepatu yg baru di luncurkan sebuah brand terkenal.


kini semuanya hilang sekejap mata,pengkhianatan yg baginya tak seberapa itu melemparkannya pada jurang kehancuran seluruh dunianya,karirnya,kehidupannya dan segala yg ia banggakan dulu,habis tak tersisa, banyak kontrak yg di putus sepihak,bahkan planing kontrak pada perusahaan raksasapun Ali menghancurkannya dalam semalam, semua itu karna Belva,ya...wanita yg mengaku sebagai istri Ali itu adalah penyebabnya,itulah yg ia fikirkan,di dadanya bergemuruh dendam, ia tidak terima segala yg dulu ia punya tentang Ali telah berpindah pada gadis itu,wanita yg bahkan kastanya lebih rendah dari dirinya, mulai dari fisik dan gaya hidupnya tidaklah sebanding dengan dirinya.


kini ia menyesali apa yg selalu Ali gembar gemborkan dengannya tentang sebuah hubungan dan kepercayaan,ia tau Ali sangat berpegang teguh dengan kesetiaan,3 tahun yg ia cemari dengan pengkhianatan yg baginya hanya sekedar pelepas penat itu,dengan gaya hidupnya yg bebas,membuatnya kehilangan segala yg ia genggam dulu.


kali ini ia hanya ingin semuanya kembali ketempat semula,ia ingin merajutnya dari awal, ia ingin Ali yg hangat masih di sisinya dengan senyum menenangkannya itu, ia rindu bahu yg kokoh itu di kala ia lelah dengan pekerjaannya, bahkan ia rindu Ali yg memasak mie instant untuknya,hanya dia laki2 yg tidak mempermasalahkan berat badannya,Ali yg selalu meletakkan vitamin dalam tasnya, Ali yg selalu memperlakukannya sebagai wanita terhormat dengan tulus.


Citra menangis tersedu,di kamarnya di depan cerminnya yg selalu memantulkan penampilannya yg anggun dengan wajah yg cantik, tidak ada lagi gadis itu,tidak ada lagi yg akan mengusap bahunya dikala ia lelah dan butuh di peluk,kini ia baru tersadar betapa berpengaruhnya Ali dalam hidupnya,laki2 yg dulu sangat mencintainya, bahkan dulu ia selalu berfikir,meski ia berbuat salah sebesar apapun ia yakin Ali tidak akan pernah meninggalkannya.


prediksinya salah besar, kekecewaan Ali padanya membumbung tinggi sampai melekat ke urat nadi laki2 itu,dan ia menyesalinya,ia ingin Ali kembali dan tetap menjadi Ali yg ia inginkan seperti dulu,bisakah?


jika Belva tidak ada,mungkin bisa,jika ia menyingkirkan gadis itu mungkin Ali akan kembali padanya,benar...3 tahun jalinan kasihnya pada Ali tidak mungkin tak tersisa sama sekali cinta itu,Citra yakin masih ada, walau kemungkinan kecil,ia yakin masih bisa, ia hanya perlu menyingkirkan Belva,kemanapun, walau harus menyakiti wanita itu ia yakin bisa, masih ada harapan untuknya,masih ada cinta yg tersisa untuknya.


hidupku telah hancur,kau fikir aku akan biarkan kau bahagia di atas kehanciranku,aku bisa merebut semuanya,aku bisa mendapatkan kembali apa yg seharusnya jadi milikku.

__ADS_1


Citra mengusap air matanya,mengikat rambutnya tinggi2, a meraih telfon selulernya, menghubungi satu nama disana,nama yg tidak asing lagi untuknya,tapi mungkin akan sangat berpengaruh untuk Belva,bukankah Ali sangat membenci pengkhianatan? maka pengkhianatan juga yg akan menjadi permainan Citra tentunya.


***🙄


__ADS_2