
"aku gak bercanda soal honeymoon itu Bel, dan aku tegasin lagi kalau rencana itu gak akan bisa batal."
mamih sudah pulang,kami kembali berdua, Belva sedang sibuk mencuci sesuatu di westavel,dan aku berdiri di belakangnya sambil bersandar di meja dapur.
"iya mas,saya juga gak bercanda waktu mengiyakannya."
tukasnya,dan itu membuat aku ingin menggendongnya sekarang agar berbalik menatapku,tapi aku harus berhati2,aku tidak ingin dia ngambek lagi seperti kemarin.
"beneran?." aku sumringah sekali, aku ingin Belva menatapku.
"iya." dia berbalik,kini kami saling berhadapan.
"kenapa waktu itu bilang mau menundanya?."
"saya gak bilang mau menundanya,saya bilang di bicarakan dulu,dan kalau belum di bicarakan ya saya gak akan siap dengan rencana honeymoon itu."
waahhh...aku kecolongan,ternyata dia penuh kejutan ya,aku tidak tau kalau dia bisa bermain dengan kata2nya,aku tersenyum menertawakan diriku yg bodoh ini.
"kamu aneh Bel,kalo sekarang kamu udah mau di ajak honeymoon kenapa kita tidur terpisah begini? jangan bilang nanti di tempat honeymoon kamu pilih dua tempat tidur juga?."
akhirnya aku yg sebal merasa kalah ingin mencoba membuat dia merasa bersalah.
"saya gak nyuruh mas tidur disana."
"apa? kamu amnesia ya?."
"loh,kan mas Al sendiri yg memutuskan buat tidur disana."
"iya itu karna kamu membuat pilihan, kalo gak kamu ya aku yg harus disana,kamu ingetkan kalo kamu bilang mas biar saya yg tidur dikamar atas saja, kamu fikir aku cowok apaan biarin perempuan tidur di loteng sana?."
tunggu,dia tersenyum sumringah hingga gigi-gigi putih rapihnya terlihat,apa aku tidak salah lihat,Belva tertawa untukku.
"saya menawarkan diri terlebih dahulu karna ingin memastikan sesuatu."
aku berkernyit, "memastikan apa?."
"apakah mas merasa nyaman dengan saya atau tidak,saya tidak bermaksud sampai mas menawarkan diri untuk memilih kamar itu, saat itu saya berusaha bicara tapi mas malah menyentak saya,menekankan kalau ini rumah mas dan terserah mas mau tidur dimana,jadi... saya fikir mas masih tidak nyaman didekat saya, apa boleh buat saya tidak ingin membantah kata2 mas."
shit...lagi2 aku tertampar dengan kebodohanku sendiri,kenapa juga aku bersikap begitu ya kemarin2 tanpa mendengarkan Belva bicara dahulu.
tapi kata2nya barusan benar2 membuat aku bahagia,itu artinya dia....
"jadi aku boleh pindah kamar sekarang?."
__ADS_1
refleks aku menggenggam tangannya, meremas2nya dengan erat dan mataku yg mungkin sangat berbinar2 menunggu sekedar anggukan kepalanya.
"hm,boleh mas, ini kan rumah mas Ali, terserah mas mau tidur dimana."
"no...ini rumah kita Bel, maafin aku yg gak mikir dulu saat bicara."
"gak apa2 mas." dia tersrnyum, aku masih menggenggam tangannya dan menatapnya lekat.
"kalau kemarin? apa aku bikin kamu kaget ya? maaf ya...aku...
"gak mas...iitu....".
Belva menunduk, ia menyembunyikan wajahnya sangat dalam, aku mencari2 binar matanya yg tersembunyi, ada gelitik aneh dalam dada, apa aku akan melihat sinyal itu?
"apa? kenapa?." ledekku sambil terkekeh dan menggoyang2kan tangannya pelan.
"ituu...itu karna saya malu mas."
kecil suaranya,tapi aku bisa melihat wajahnya memerah seperti tomat hingga ke ujung telinganya,aku semakin gemas melihatnya, apa kalau tiba2 aku menggigit cuping itu ia akan bereaksi sama seperti kemarin? tapi aku tidak tahan melihat tingkah malu2nya itu, dia sangat membuatku gemas.
"Bel,aku boleh cium kamu gak?."
konyol bukan,dia istriku tapi aku meminta ijin untuk hal itu,aku tidak ingin mengulangi kesalahanku kemarin, kini aku menunggunya menjawab atau sekedar mengangguk sambil tidak lepas tatapan mataku menatap bola matanya, dia bereaksi, pelan tapi kepalanya bergerak mengangguk,aku tersenyum dan segera menarik pinggang kecilnya menempel padaku, aku menciumnya, ini ciuman pertama kami setelah melewati beberapa hari pernikahan kami, dan aku...menyukainya, bau harum Belvana yg sepertinya sangat khas, aku memeluknya lebih erat tanpa menyudahi ciuman ini, aku tau kami saling menutup mata, tapi aku sangat bergairah saat ia membalas ciumanku.
#
pelan ku tarik lenganku yg di tindih kepala Belva,lalu meraih ponselku menghubungi Kenzo diseberang sana.
"kenapa?." suaranya serak,sepertinya ia baru bangun tidur juga.
"sisa cuti menikah gue ambil lagi dari hari ini ya."
"hah? kenapa? baru nyesel lu ya?."
"iya,Belva mau gue ajak honeymoon."
sedikit pamer meski dengan suara pelan.
"ck,gue ikut donk,honymoon kemana kalian?."
"ngapain lu ikut,mau jadi obat nyamuk?."
"aduuh...si boss minta gue atau elu nemenin dia keluar kota berapa hari,baru gue mau alesan trus lempar ke elu,eehhh...elu duluan yg dapet,ajak gue lah biar ada alesan, gue janji gak bakal ganggu kalian deh, ntar gue maen sendiri."
__ADS_1
mau ketawa tapi aku tahan takut Belva terbangun,membayangkan wajah Kenzo yg akan kerepotan bersama boss di kota sana, ya...semua tau kalau si boss akan sangat disiplint dengan anak buahnya.
"nikmatin aja Ken,siapa tau elu dapet jodoh di sana ngikut2 boss bisa jadi cewek2nya juga dari kalangan atas,kan lumayan buat elu numpang idup akhir tua."
"ikut elu aja ya....
"ogah ah, lu kan tau Belva masi kesel sama elu,lagian gue kan honeymoon cuma pengen berdua sama istri gue ngapain ada elu."
"yaelah Al,bilangin Belva gue bawain koper2 deh,Al...
klik,aku matikan ponselku karna aku melihat tubuh Belva bergerak dan menggeliat, matanya mengerjap2 kecil, aku tersenyum kembali berbaring meraih tubuhnya dan memeluknya,mendekap kedadaku.
"mas udah bangun dari tadi?."
suara seraknya khas bangun tidur membuatku senang,dia menggoda sekali dalam posisi apapun.
"hm? gak, ayo tidur lagi." sambil mengencangkan pelukanku,membiarkan ia sesak dalam dekapanku,aku senang sekali bisa menyentuhnya sebebas ini, kemarin2 kenapa aku bodoh sekali ya,fikirku.
"mas aku mau bikin sarapan, mas kan harus kerja."
apa aku gak salah dengar, dia bilang aku? aku untuk menunjuknya, yesss...akhirnya dia tidak seformal biasanya,ah...aku mendapat banyak kebahagiaan pagi ini.
"aku gak kerja."
"loh? kenapa?."
"cuti."
"kenapa?."
"kamu lupa? kitakan mau honymoon."
"loh? memangnya udah tau kapan harinya? kan sama aku belum di omongin mas."
Belva mendorong dadaku pelan,kami saling menatap,aku tersenyum ingin menciumnya lagi,melihat wajahnya yg seperti anak kucing begini.
"kamu maunya kapan?."
"mas Al,aku serius ih."
"aku juga serius."
dengan nada sumringah aku mencolek hidungnya dengan jariku,Belva menatapku.
__ADS_1
"ayo kita bicara mas."
***😅