Love Is KAMU

Love Is KAMU
#34


__ADS_3

Pov Author


Bianca melipat tangannya di dada,sambil kakinya tidak bisa diam mengetuk2 lantai pijakannya yang sejak tadi berdiri di lobi perusahaan dimana Ali dan Kenzo bekerja saat ini, beberapa orang menatapnya karna mengenali siapa dia, sebagian berbisik2 dengan tatapan aneh bergosip tentang adiknya yang saat ini sedang ramai diperbincangkan.


syuting peran untuknya sudah usai, setelah mendengar berita tidak enak tentang adiknya dari Belvana ia langsung pulang bergegas dengan kemarahannya,beberapa kali ia juga mencari informasi atas perkembangan scandal yang beredar soal Ali yang dibilang melecehkan wanita itu,cih..Bia bahkan enggan menyebut namanya meski dalam fikirannya.


"kakak." suara Kenzo,pria itu berlari saat keluar dari pintu lif dan melihat Bia dengan gayanya yg sangat mencolok menjadi perhatian orang2 yang lalulalang di lobi kantor.


"dimana Ali?."


Bia mencari2 sosok adiknya yang ia ingin temui sejak tadi,karna dia di tahan di lobi oleh recepcionis dikarnakan Bia tidak buat janji terlebih dahulu, huh..sempat kesal pada Ali karna kini adiknya itu bak orang penting saja, padahal dia bukan pemilik gedung atau pemilik nama perusahaan ini,tapi disisi lain Bia nampak bangga dengan posisi Ali yang tidak akan di remehkan oleh orang lain yang mengenalnya saat ini.


"sedang di sidang di ruangan boss,makanya aku yang turun nemuin kakak."


"kalo begitu ayo ikut gue,sudah jam makan siangkan."


"kemana?."


"kemana lagi,nemuin perempuan sial itulah, loe fikir gue bakal diem aja ngeliat ade gue di zholimi begini,mamih nangis2 denger berita anaknya di fitnah begitu, meskipun gak da wartawan bisnis yang datang ke rumah tapi teror telfon bunyi terus di rumah, beberapa media online juga harus ada yang gue tuntut nih,seenaknya naikin berita yang belum di konfirmasi ade gue."


dengan sangat berapi2 Bia mengoceh hal yang membuatnya kesal dari kemarin,ia juga sengaja meninggikan suaranya agar orang2 yg melihatnya mendengar dan berhenti bergosip di belakang adiknya.


Kenzo melirik kiri kanan,benar saja semua mata melirik ke arahnya dan kak Bia yang masih mengeluarkan sumpah serapahnya untuk Citra, lalu dengan cepat ia menarik tangan Bia keluar dari lobi,ia menyeret wanita dewasa itu menuju parkiran mobilnya yang tak jauh dari pelataran lobi.


"...lepasin,mau kemana?."


Bia menghempas tangan Kenzo yang mencengkram lengannya kuat2,sedikit sakit tapi Bia mengacuhkan itu.


"emangnya kakak gak malu jadi tontonan orang2."


"gak,kerjaan gue juga di tonton orang, lagian emang gue sengaja kok ngomong kenceng2, biar pada tau kebenarannya kayak apa, gue kakaknya,pasti tau lah adik gue gimana orangnya."


Kenzo menghela nafas,Bia selalu saja begitu, ia tidak berfikir jernih jika sedang emosi dan menahan marah,bisa jadi apa yang di lakukannya malah merugikan Ali sendiri nantinya.


"kakak udah makan?."


"mana bisa gue makan di sikon kayak gini."

__ADS_1


"kalo begitu kita makan dulu." Kenzo membukakan pintu mobil untuk Bia, gadis itu malah menatap sinis Kenzo yang sepertinya tidak mendukungnya untuk melabrak wanita itu.


"kalo gak mau anter gue biar gue pergi sendiri aja." Bia sudah ingin melangkah tapi sekali lagi lengannya di tahan oleh cengkraman Kenzo.


"kakak gak perlu temuin dia,Ali sudah membereskannya."


"apa? beritanya masih jadi tranding topik di bursa bisnis saat ini,dia bahkan masuk berita gosip online."


"namanya masih di samarkan."


"tapi fotonya yang memalukan itu udah masuk media,meski cuma keliatan tampak punggung semua yg kenal Ali pasti tau kalau dia Ali yang mereka maksud."


"kita hanya disuruh menunggu."


"gue gak bisa menunggu kalo kayak gini caranya, perempuan itu bersembunyi seolah2 dia korban,padahal...


"kakak...kakak percayakan sama Ali? Belva aja yang istrinya sampai saat ini masih tenang dan mau menunggu apapun hasilnya yang akan Ali lakukan,kita serahkan semua pada Ali,toh dia juga bukan laki2 bodohkan,dia tau bagaimana dia harus bertindak,jadi...ayo kita tunggu sambil mengisi perut kakak,aku juga harus makan untuk bertahan hidup."


Kenzo menatap Bia yang langsung diam saat mendengar kata2nya,ia tau Bia masih sangat kesal tapi...ia yakin Bia juga cukup pintar untuk mencerna semua ucapannya.


"kakak bawa mobil kesini?." Kenzo bersuara sambil menginyah makanannya.


"gak,gue naik taxi."


"kapan kakak sampai."


"5 jam yang lalu."


"Belva gimana?."


"masih disana,kerjaan dia kan di balik layar, jadi harus bener2 beres baru bisa pulang."


"Ali pasti khawatir, karna Belva sendirian sekarang,ditambah ada mantannya yang pasti terus cari2 kesempatan."


"gak mungkin, Belva tau batasannya kok, lagipula selama gue disana gue lihat dia cukup akrab dengan team kerjanya,temannya juga banyak jadi gak mungkin Rian bisa deket2 dia, apa lagi semenjak kejadian ciuman itu, cih..gue ajah malu mengingatnya gimana Belva ya."


Bia menyuap lagi salad bersaus mayonais miliknya,membuat sudut bibirnya belepotan menyisakan saus itu disana, Kenzo menjulurkan tangannya,mengusap saus itu dengan jari jempolnya yang langsung ia masukan kemulutnya seperti menghisapnya.

__ADS_1


tanpa dia sadari,beberapa detik perlakuannya itu membuat Bia terserang tubuh kaku,otaknya seperti mati berfungsi,matanya hanya menatap Kenzo yang nampak biasa saja melakukan hal itu untunya.


ishh bocah sial-an ini...


makinya dalam hati yang tidak bisa ia keluarkan karna tiba2 telinganya memerah karna malu.


"jangan lakukan lagi." tukas Bia yg sudah tersadar dari keterpakuannya tadi.


"apa?." Kenzo mengernyit halus di dahinya menatap Bia yang nampak malu sambil mengaduk2 makanannya.


"yang barusan, itu bisa jadi bikin orang lain salah faham."


"siapa yang salah faham?."


"yang melihat kita,orang fikir mungkin kita sepasang kekasih jika melihat perlakuan loe tadi."


"aku gak keberatan."


"cih..gue yang keberatan,nanti pasaran gue turun."


Kenzo menghela kecewa,ia tatap Bia dengan sedikit kesal.


"apa kita gak keliatan cocok untuk jadi pasangan? aku sudah jadi pria dewasa kak."


"cari gadis yang lebih muda,itu baru cocok buat loe."


"kakak juga masih kelihatan muda."


"jangan ngegombal didepan gue."


"yakin kakak gak mau cari yang lebih muda kayak aku? aku bisa jadi pacar,supir sekaligus teman makan kayak gini loh,sama aku kakak gak usah repot2 buat cari taxi atau teman kencan,aku bisa kapan ajah kakak butuhkan, gimana?tertarik gak sama tawaran aku?."


dengan senyuman menggodanya Kenzo menatap Bia yang langsung melipat bibirnya dengan tegas kedalam mulutnya,berikutnya ia menggenggam garpu di tangannya dan menancap sayuran salad di piringnya dengan sangat kejam dan hentakan yang membuat piringnya berdenting sedikit keras karna benturan dari garpu itu, Kenzo memundurkan bahunya,ia lalu kembali menyuap makanannya dengan sangat hati2 dan tenang,senyim lebar diberikan pada Bia yang berarti perdamaian untuk obrolan hari ini.


padahal di lubuk hati Bia yang terdalam, debaran saat Kenzo mengusap sudut bibirnya tadi masih nampak terasa dan aneh,entah kenapa Kenzo nampak menarik dilihat dari dekat saat ini.fikir Bia


😍

__ADS_1


__ADS_2